Cerita Pengalaman Menonton Surga yang Tak Dirindukan

Minggu, Juli 26, 2015

Hari Jum'at sore itu menjadi hari yang paling saya tunggu - tunggu. Tidak terlalu spesial memang, tapi hari itu saya akan menonton sebuah film drama yang sedang ramai di bicarakan orang - orang terutama para perempuan dan saya salah satunya, hehe. Surga yang Tak Dirindukan, awalnya saya biasa - biasa saja melihat iklan film ini di beranda akun facebook saya, bahkan tidak terpikirkan seklaipun untuk menontonnya. Namun benar ya, media sosial memiliki pengaruh yang kuat untuk mempromosikan serta mempengaruhi banyak orang.

Iseng - iseng saja saya lalu menonton trailer film ini di You Tube tanpa sempat membaca sinopsisnya. Seperti tebakan saya sebelumnya, film Surga yang Tak Dirindukan ini benar- benar mampu membuat kedua mata saya basah padahal cuma baru menonton trailernya kok, hehe. Ujian apa lagi yang jauh lebih hebat dan dahsyat bagi seorang perempuan khususnya seorang istri selain ujian hadirnya orang ke tiga dalam rumah tangganya.

Ah, saya ini bukan pembenci poligami ya, tapi ya itu dia hati saya mana tahan lihat suami membagi cintanya ke perempuan lain. Bila sebagian perempuan muslimah sanggup dan kuat memilih mengikuti istri Rasulullah Siti Aisyah, ra untuk di poligami, maka saya memilih untuk mengikuti putri baginda Rasulullah Fatimah, ra yang tidak mau di poligami hingga akhir hayat beliau.

Saya pun semakin penasaran dengan jalan cerita film ini sampai saya sediakan waktu luang untuk ikut mengantri membeli tiket di bioskop walaupun pada akhirnya salah satu teman saya berbaik hati memesankan tiket untuk kami menonton bersama. Sebelum pergi menonton saya sempat sedikit berdebat dengan pasangan saya soal film ini, saya sudah pasang kuda - kuda saat si mas mulai terlihat pro poligami, belum tau perempuan kalau sudah marah ya ? hehe.

Hingga akhirnya si mas berbaik hati menemani saya menonton film ini bersama dua teman kami lainnya, sekaliian saja biar mas tau sakitnya di poligami, eh apa sih :D.

Singkat cerita saya pun masuk ke dalam teater 1 bersama teman dan tentunya mas, jangan sampai ketinggalan dia.. Film di awali dengan cerita perkenalan Arini ( Laudya Cyntia Bella ) dengan Pras ( Fedi Nuril ) yang saling bertukar nomor handphone karena ternyata Arini dan Pras sama sama menyukai anak kecil, karena hal itu lha awal ketertarikan keduanya dimulai, tiba - tiba mas berdeham seperti memberi kode kepada saya, dulunya mas meminta pin BB saya. :D

Singkat cerita, banyak pelajaran berharga yang bisa saya ambil dan petik hikmahnya dari film ini. Bukan hanya cerita poligaminya yang bikin hati senewen, tetapi tentang sabar dan ikhlas. Semoga sabar dan ikhlasnya bukan untuk di poligami ya. :D

Dari sosok Arini dalam cerita, saya belajar bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini termasuk rasa bahagia yang kita miliki saat ini sekalipun demi itu semua kita telah mempersiapkan segalanya dengan baik dan sempurna karena ada campur tangan Tuhan di setiap jalan hidup manusia. Mimpi Arini tentang keluarga sempurna layaknya dalam sebuah dongeng ternyata tidak langsung di kabulkan Tuhan. Dongeng yang di bangun Arini tiba - tiba hadir sosok lain yang tidak dia inginkan.

Dari sosok Pras dalam cerita, saya belajar kalau tidak selalu niat baik kita bisa terlihat baik bahkan terkadang niat baik itu menjadi pemicu lahirnya ketidak baikan lainnya. Niat baik Pras membantu Meirose agar tidak bunuh diri dan tidak membuat anak yang baru ia lahirkan menjadi anak yatim membuat Pras harus menyakiti Arini. Ya iyalah, kok niat baiknya lewat dinikahi.Saya jadi teringat salah satu wejangan dari cak Nun, "Kebaikan itu harus seirama dengan keindahan supaya kamu mendapatkan kemuliaan..". Kalau baik saja dan tidak indah ( caranya ) pasti hasilnya tidak baik begitupula dengan sebaliknya kalau indah saja tapi tidak baik ya apalagi, hehe.

Dari semua cerita pengalaman saya setelah menonton film Surga yang Tak Dirindukan, saya ucapkan terima kasih kepada bunda Asma Nadia telah menulis cerita indah ini sehingga saya kembali di ingatkan untuk selalu sabar dan ikhlas, tapi sekali lagi semoga bukan poligami ya, hehe. Salam bahagia untuk kita semua para perempuan, semoga sabar dan ikhlas selalu bertahta di dalam hati kita semua bagaimanapun bahagianya dan bagaimanapun sedihnya. :)



Komentar Facebook

Tulisan lainnya

2 komentar

  1. Saya juga pro putri rasuluallah, fatimah hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitu ya mbak, gimana kalau kita salaman dulu ya, hehe. Salam kenal ya mbak, terima kasih udah luangkan waktu main main :)

      Hapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.

Fanpage

Member of

Emak Emak Blogger
Blogger Perempuan
Komunitas Blogger Madura

Instagram