Cerita Perjalanan dan Liputan Ke Objek Wisata Pantai Siring Kemuning

Rabu, Mei 18, 2016

Rasanya tidak ada habisnya saya mengagumi tanah kelahiran saya Madura. Di Madura saya dilahirkan dan tumbuh besar menjadi perempuan seperti saat ini, perempuan yang tidak pernah malu mengakui bahwa dirinya adalah orang Madura. Mungkin perasaan seperti ini bisa dirasakan juga oleh teman-teman, perasaan kagum, cinta dan bangga kepada tanah kelahirannya sendiri. Namun, mungkin sedikit berbeda jika teman-teman ditakdirkan menjadi orang Madura ditengah-tengah penilaian negatif tentang Madura. Saya tidak pernah marah jika mendengar orang lain memberi penilaian kurang baik pada tempat kelahiran saya ini terutama lagi bila orang tersebut belum pernah sekalipun menginjakkan kaki disini.

Perasaan kagum, cinta dan bangga kepada Pulau kecil diseberang utara pulau Jawa ini menjadi semakin besar saat saya memiliki pasangan. Seorang pemuda asli kelahiran Madura ini sudah berhasil membuat saya semakin bangga menjadi perempuan Madura. Lewat dunia maya dia mencoba mengubah stigma negatif tentang Madura. Pasangan saya mencoba untuk mengajak banyak orang luar untuk datang ke Madura.

Ada banyak hal yang belum orang-orang ketahui dari pulau kami, meskipun darah kami mudah mendidih ketika dihina namun hati kami cepat terenyuh melihat kebaikan. Dari kecil anak-anak Madura mendapat pelajaran agama yang lebih, ada banyak masjid dan surau yang bisa teman-teman temukan ketika berkunjung ke Madura.


Selain itu Madura memiliki banyak sekali tempat wisata yang bisa menjadi pilihan untuk berlibur. Baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata religi dan tidak lupa juga wisata kuliner. Saya dan pasangan mencoba untuk memperkenalkan semua hal tentang Madura melalui tulisan dan foto-foto yang menarik.

Saya sangat bersemangat sekali ketika pasangan saya mengajak berkunjung ke tempat wisata di Madura. Perlu teman-teman ketahui bahwa Madura bukan lagi dikenal sebagai tanah gersang yang panas. Disini teman-teman bisa menikmati pemandangan lepas pantai yang indah dengan jumlah pantai yang banyak tersebar di Madura. Kali ini tiba giiran kami untuk mengunjungi dan membuat liputan di salah satu pantai yang ada di Kabupaten Bangkalan. Jika teman-teman belum tahu tentang kabupaten Bangkalan, Kabupaten ini terletak di ujung barat Madura.

Jika teman-teman berniat untuk berkunjung ke Madura dan ingin menikmati semua tempat wisata yang ada disini. Rasanya kalian membutuhkan waktu yang tidak sedikit, minimal teman-teman harus meluangkan waktu seminggu untuk bisa jalan-jalan di Madura. Itu artinya teman-teman membutuhkan stamina yang terjaga untuk bisa kuat berkeliling.

Menikmati Indahnya Pantai Siring Kemuning


Pagi itu saya berkesempatan untuk pergi jalan-jalan ke salah satu pantai yang ada di Bangkalan. Bagi saya pantai merupakan tempat yang mampu membuat saya merasa terkagum- kagum. Deburan ombak, semilir angin di tepi pantai, jejeran pohon rindang nan hijau dan semua pemandangan indah lainnya. Sekitar 41 km sebelah utara dari kota Bangkalan ada salah satu pantai yang masih sangat alami, Pantai Siring Kemuning. Tepatnya di desa Macajah Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan.

Pantai Siring Kemuning merupakan salah satu pantai yang memiliki pemandangan yang cukup indah dan pasir putih yang lembut sekali untuk dipijaki. Terkadang kita memang tidak perlu pergi jauh-jauh untuk berwisata jika di dekat tempat kita tinggal saja ada tempat wisata yang indah. Meskipun pada awalnya saya juga sedikit meragukan keindahan pemandangan dari Pantai Siring Kemuning ini.

Saya pikir cuma pantai yang sudah banyak didatangi wisatawan itu yang pasti sudah indah sekali pemandangannya, seperti pantai Kuta di pulau Dewata Bali sana. Namun, semua anggapan awal saya salah ketika saya sudah melihat dengan mata kepala langsung indah dan sangat alaminya Pantai Siring Kemuning. Pantainya indah sekali, cukup bersih, asri dan masih tidak terjamah oleh tangan manusia.

Memang tidak mudah untuk bisa sampai ke Pantai Siring Kemuning ini, akses jalan yang harus saya tempuh mengalami kerusakan cukup parah dan bergelombang. Beberapa kali saya mengeluh kepada pasangan saya, akses jalan menuju pantai masih perlu perbaikan supaya nyaman dilewati kendaraan baik itu motor ataupun mobil. Membutuhkan waktu sekitar kurang lebih dua jam untuk bisa sampai ke pantai dari kota Bangkalan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Angkutan umum pun sudah bisa digunakan dengan hanya membayar sekitar kurang lebih Rp.10.000 saja, tidak perlu khawatir akan kehabisan angkutan umum. Karena angkutan umum yang menuju ke Pantai Siring Kemuning menjadi satu dengan jalur Pelabuhan Kamal. Otomatis, hal ini akan semakin memudahkan para wisatawan yang berasal dari luar Bangkalan terutama luar Madura bisa datang berkunjung.

Bagi teman-teman ataupun wisatawan yang berasal dari luar Madura bisa menginap di hotel maupun penginapan yang ada di Kota Bangkalan. Tetapi jika teman-teman ingin menginap di hotel dengan kelas tinggi bisa menyeberang ke Kota Surabaya. Hotel di Surabaya (Sponsored Post) memiliki fasilitas yang tidak perlu diragukan lagi selain itu pilihan hotelnya juga banyak. Jarak ke Kota Surabaya pun tidak terlalu jauh apalagi sudah ada Jembatan Suramadu.

Pemerintah kabupaten setempat pun sepertinya belum tertarik untuk mengelola pantai secara profesional. Terbukti dari fasilitas-fasilitas umum yang masih belum ada. Contoh kecilnya adalah tidak adanya toilet umum, untuk bisa pergi ke toilet saya pun harus menumpang di rumah warga sekitar. Sementara ini pantai masih dikelola oleh warga, dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 3000 uang retribusi tersebut digunakan untuk merawat pantai.

Setelah berhasil menaklukan akses jalan yang sedikit ekstrim itu saya tak sabar langsung pergi berlari ke tepi pantai. Kebetulan pada saat itu ombak di pantai lumayan tinggi, berdiri di tepi pantai melihat gulungan ombak yang saling berkejaran sambil bermain air. Sibuk bermain di tepi pantai dan menikmati pemandangan, sampai saya lupa kalau kunjungan saya ini bukan hanya untuk wisata tapi juga untuk meliput sebagai bahan tulisan tapi fotonya tidak pernah lupa, hehehe. :D


Memang terdengar sedikit miris, pantai indah yang sebenarnya memiliki daya tarik yang sangat menawan ini belum mampu membuat pemerintah kabupaten setempat tertarik untuk mengelola. Walaupun begitu saya sungguh tidak merasa kecewa dengan pemandangan yang disuguhkan Pantai Siring Kemuning. Pantainya masih sangat alami sekali, karena masih jarang diketahui oleh orang.

Oh iya, disekitar pantai juga saya temui beberapa penjual makanan dan minuman Tapi karena saya datang hari senin jadi banyak tempat jualan yang sedang tutup. Biasanya para penjual makanan dan minuman yang ada dipinggir pantai membuka lapak mereka ketika akhir pekan. Para penjual makanan dan minuman ini masih dari penduduk sekitar.

Berakhirlah sudah cerita perjalanan dan liputan saya bersama pasangan ke objek wisata pantai Siring kemuning. Pantai Siring Kemuning, pantai indah, asri, sejuk dan yang masih sangat alami. Sekali lagi saya jelaskan kepada semua teman-teman yang sudah membaca tulisan ini saya sedang tidak berlebihan lho, ini serius ;) yuk sini datang berkunjung !



Komentar Facebook

Tulisan lainnya

4 komentar

  1. Ternyata Madura menyimpan pemandangan pantai yang asri seperti ini. Saya beberapa kali ke surabaya tapi selalu belum kesampaian berkunjung ke Madura. Padahal kepengen bebek sinjay hehe

    BalasHapus
  2. Aku belum pernah kesini...tapi kalo pantai di kamal sering...ya iyalah..dulu kan kalo nyebrang lewat kamal..wkwkwk :p

    BalasHapus
  3. Pantainya masih bersih ya Mba.. Aku suka mupeng kalo lihat pantai.. rasanya adem banget pas di pantai itu panoramanya indah.. apalagi ada ombak bergulung di launtan yg mendekati pantai..

    BalasHapus
  4. Aku belum pernah kesini, pantainya bersih banget ya...

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.

Fanpage

Member of

Emak Emak Blogger
Blogger Perempuan
Komunitas Blogger Madura

Instagram