Cerita Ramadhan | Asal Usul, Resep dan Cara Membuat Kastengel Juga Nastar

Sabtu, Juli 02, 2016

Alhamdulillah, tidak terasa sudah 26 hari kita semua berpuasa dan itu artinya kurang beberapa hari saja kita akan berbahagia menyambut Hari Raya Idhul Fitri. Seperti kebiasaan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya ada banyak persiapan yang saya dan kedua orang tua biasa lakukan. Sebenarnya persiapan dan kebiasaan kami menyambut hari istimewa ini tidak banyak berbeda mungkin dengan teman-teman. Seperti bersih-bersih rumah, beli baju baru, siapkan uang kertas baru untuk dibagi-bagikan saat silaturahmi nanti dan yang paling menyenangkan itu adalah kegiatan memasak makanan juga membuat kue.

Berbeda dengan keluarga lainnya, keluarga saya terutama kedua orang tua kebetulan tidak suka dengan jenis kue-kue kering. Jadi, untuk lebaran nanti saya dan mama terbiasa membuat dua jenis kue, kue kering dan kue basah. Untuk kue basahnya sendiri Lemper Ayam menjadi satu-satunya menu favorit kue dan untuk kue keringnya sendiri seperti biasa ada Katengel dan Nastar.

Asal Usul Kue Kastengel


Pasti teman-teman juga suka dan pasti ada kue Kastangel dan Nastar di atas meja tamu, bukan? Hehehe. Karena kue Kastangel dan Nastar ini sudah menjadi kebiasaan bahkan kewajiban setiap lebaran saya jadi penasaran, sebenarnya dua jenis kue kering ini berasal darimana ya?. Sebelumnya saya cuma tahu kalau Kastangel dan Nastar ini kue kering dengan rasa keju serta rasa manis dari selai nanas untuk kue Nastar.

Dari kecil saya selalu penasaran dan bertanya-tanya entah sejak kapan dua kue berukuran imut dan super enak ini ada?. Dari sekian banyak jenis kue-kue kering kenapa Kastengel dan Nastar selalu menjadi kue yang tidak pernah absen ada di meja tamu setiap rumah?. Tapi ternyata dua kue khas lebaran ini punya asal usul sendiri lho, tidak tiba-tiba ada dan menjadi sefavorit sampai sekarang.

Lalu, saya pun iseng-iseng cari tahu asal usul mereka di internet dan benar saja kalau Kastangel dan Nastar ini sudah ada di Indonesia sejak zaman Belanda berarti sudah lama sekali ya. Menurut sumber yang saya baca dari Wikipedia, Kastengel adalah kue kering yang cukup populer di indonesia yang prosesnya dipanggang di oven. Bentuknya dan ukuranya kecil saja hanya sebesar jari kita dengan ukurang panjangnya sekitar 5 centimeter.

Cara pembuatan adonannya mirip dengan cara pembuatan adonan Nastar. Bedanya adalah adonan kue kastengel dalam prosesnya menggunakan keju dan memang akan lebih enak jika kita menambahkan dan menggunakan keju tua atau keju ayam asli dari Belanda. Jika dirunut sejarahnya maka asal usul dari kue yang identik dengan taburan keju ini maka akan kita temukan kata kata kaas dan stengels yang sudah bisa ditebak berasal dari bahasa Belanda. Kaas berarti keju dan stengels batangan.

Oleh karena itu jenis kue kering yang satu ini kemudian disebut kaasstengels atau batangan keju dan sekarang oleh masyarakat Indonesia dikenal dengan Kastengel. Di negeri asalnya Belanda, kue oven Kastengel ini ukuranya ternyata tidak sependek seperti yang kita kenal selama ini tapi panjangnya mencapai sekitar 30 centimeter. Beda jauh dengan ukuran Kastangel buatan saya dan teman-teman ya, tapi cara pembuatannya sepertinya tidak ada yang berbeda.

Jadi, rasanya tidak heran jika secara tradisional orang Indonesia mengenal resep kue Kastengel ini diperkenalkan oleh nyonya-nyonya Belanda di masa kolonial penjajahan Hindia Belanda.Tapi sebenarnya untuk membuat kue Kastangel tidak harus menggunakan keju tua dari Belanda kok. Kalau saya biasa menggunakan keju lokal seperti keju bola harganya Rp. 25.000 bisa teman-teman beli di toko bahan kue.

Asal Usul Kue Nastar Manis


Rasanya hari lebaran belum sempurna kalau cuma ada Kastengel saja tanpa kehadiran si Nastar yang manis, hehehe. Masih menurut sumber dari Wikipedia yang saya sudah baca Nastar adalah sejenis kue kering dari adonan tepung terigu, mentega dan telur yang diisi dengan selai buah nanas. Kata Nastar sendiri berasal dari bahasa Belanda ananas dan taart.

Kue manis ini memiliki bentuk bulat-bulat dengan diameter sekitar 2 cm, di atasnya sering dihias dengan potongan kecil kismis atau cengkeh. Tapi biasanya saya memberi hiasan parutan keju tabur, selain itu ternyata isi Nastar bukan selai buah nanas tapi selai blueberry atau apel. Nastar juga diperkenalkan oleh nyonya-nyonya Belanda pada saat zaman penjajahan dulu.

Karena saat itu selai blueberry dan i apel masih sulit ditemukan di Indonesia jadi isi kue Nastar diganti dengan selai nanas. Kalau dibandingkan dengan Kastengel saya lebih suka Nastar karena rasanya manis dan aroma menteganya terasa sekali di mulut. Sampai-sampai setiap kali diajak silaturahmi ke rumah saudara dan tetangga saya pasti mencicipi kue Nastar. :D

Sekarang saya sudah tahu asal usul kue Kastengel dan Nastar yang khas ini, ternyata hampir semua kebiasaan dan tradisi kita mendapat pengaruh kuat dari Negara Belanda sana. Tahun ini seperti biasanya saya sudah membuat kue Kastengel dan Nastar, soalnya kalau beli harganya pasti jauh lebih mahal. Selain itu selama proses pembuatannya saya terbiasa mengajak keponakan dan adik sepupu, rasanya menyengkan sekali bisa bekerja sama dengan mereka meskipun tidak jarang kue kami rusak, hahaha.

Resep Serta Cara Membuat Kastengel dan Nastar


Meskipun mungkin teman-teman sudah banyak yang tahu tentang resep serta cara membuat Kastengel. Saya mau bagi-bagi resep Kastengel dan Nastar ala saya sendiri, bahannya mudah didapatkan dan cara membuatnya susah susah gampang sebenarnya. Kalau belum terbiasa kue Kastengelnya bisa gosong seperti pengalaman pertama saya dulu.

Bahan Kue Kastengel :

- 300 gram tepung terigu ( Saya pakai tepung teringu Bogasari )

- 150 gram margarin

- 100 gram mentega

- 100 gram keju yang telah diparut

- 50 gram maizena

- 2 butir telur (ambil kuningnya saja)

- Olesan Kastengel ( Saya pakai olesan dari kuning telur )

- Keju parut secukupnya

Cara Membuat Kue Kastengel :

1. Kocok margarin atau mentega, kemudian masukkan kuning telur satu persatu sambil terus di kocok hingga menggembang.

2. Masukkan tepung terigu, keju parut dan maizena, aduk sampai adonan menyatu.

3. Cetak sesuai keinginan, kalau saya biasanya dicetak memanjang dan kecil tidak terlalu lebar.

4. Letakkan adonan ke dalam loyang yang sudah dipersiapkan. Sebelumnya, loyang diberi olesan margarine agar hasilnya tidak lengket. Beri jarak antara kue yang satu dengan yang lain disebelahnya.

5. Panggang adonan kue Kastengel yang sudah dibentuk tadi pada suhu 180 derajat celcius selama karang lebih 20 menit.

6. Keluarkan kue Kastengel yang hampir jadi, kemudian olesi dengan kuning telur dan taburi parutan keju, panggang lagi selama 10 menit.

7. Keluarkan dari oven lalu tunggu sampai dingin setelah itu baru kue bisa ditata dalam toples.

Bahan-Bahan Kue Nastar :

- 250 gram tepung terigu ( Saya pakai tepung terigu dari Bogasari )

- 150 gram mentega atau margarin ( Saya Pakai margarin Blue Band )

- 1 sachet susuk bubuk

- 3 butir kuning telur

- 100 gram gula halus

- 100 gram keju chedar

- 1 sdt Vanila

Untuk selai nanas saya biasa membeli di toko kue supaya praktis saja.

Cara Membuat kue Nastar :

1. Masukkan kuning telur, gula halus dan margarin cair, lalu aduk rata dengan menggunakan mixer. Kemudian masukkan tepung terigu dan tepung maizena satu persatu, aduk sebentar sampai adonan merata (adonan bisa menjadi keras jika kita mengaduknya terlalu lama).

2. Bentuk adonan tersebut dengan mengambil sedikit adonan tadi, pipihkan, dan masukkan adonan selai nanas. Kemudian bentuklah menjadi bulat, pada bagian ini saya suka sedikit kesulitan supaya bentuk bulatnya sama rata semua.

3. Setelah itu, beri olesan yang sudah di campur dengan kuning telur ke bagian atas adonan. Taburkan sedikit parutan keju diatasnya, lalu beri olesan lagi.

4. Letakkan adonan ke dalam loyang yang sudah dipersiapkan. Sebelumnya, loyang diberi olesan margarin agar hasilnya tidak lengket. Beri jarak antara kue yang satu dengan yang lain disebelahnya.

5. Masukkan loyang ke dalam oven, kemudian panggang dengan suhu 180 derajat Celcius selama 20 menit.

6. Lalu keluarkan agar hasil kue nastar menjadi lebih bagus, kue nastar yang sudah matang, dikeluarkan kemudian diberi olesan lagi dan panggang dalam waktu 10 menit.



Komentar Facebook

Tulisan lainnya

21 komentar

  1. ngincipi dooooong.... kemarin pengen bikin, tapi gak sempat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main ke rumah Bun. Sekalin main-main ke Madura belum pernah kan? :)

      Hapus
  2. memang 2 kue ini paling hits ya kalau lebaran :)

    BalasHapus
  3. Selalu beli dua macam kue ini setiap lebaran, pengen coba buat ah tahun depan{lama amat he he eh } Makasi ya resepnya...

    BalasHapus
  4. Oh ternyata dua kue yang selalu ada di setiap rumah di saat lebaran ini, asalnya dari Belanda ya..? Wah...Kastengel yang asli panjangnya 30 cm. Mau makannya harus dipotong-potong dulu ya? he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Saya aja baru tahu kalau kue katengel ini aslinya punya panjang 30 cm. :D

      Hapus
  5. nastar n kastengel ada asal usulnya juga yah ...aku juga suka nastar mbak..suka banget malahan.kalau lebaran ga ada kue berdua itu kayaknya kurang ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, ada asal usulnya juga. Aku baru tahu ini, kedua kue tersebut wajib ada mbak. :D

      Hapus
  6. Dua kue ini favoritku juga. Ternyata asal-usulnya dari Belanda ya :D TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, dari Negeri Kincir Angin, sama-sama mbak :)

      Hapus
  7. Emang jajahan Belanda beneran yak, nggak jauh2 dari Belanda jg asal usulnya.
    Dan kemarin mo bikin kastengel, mikir-mikir...pake keju tua nggak yaa, scara mahal bangeeet ternyata hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, aku keju bola aja udah kerasa mahal banget mbak :D

      Hapus
  8. lebaran thn ini aku cuma stok 3 jenis kue, kastangel , nastar dan putri salju :D.. tapi sengaja masih disimpen dulu, krn kalo udh dipajang di meja, dijamin ludes sebelum lebaran mbak :D.

    di antara semua itu aku lbh suka kastangel sih.. kalo nastar dulu pas kecil ga doyan.. trs pas udh kerja, ada temen kantor yg bikin nastar dgn isian apel, eh enak bgt pas dirasa.. dr situ jd suka kue nastar..isian nenas juga lama2 bisa kemakan kok :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kita samaan mbak, di rumah juga buat putri salju. Aku suka putri salju kalau dimakan dimulut jadi dingin karena gula halusnya itu :D

      Hapus
  9. Hihihi...kok sama..dulu pas masih tinggal di Indonesia, setiap "unjung-unjung" hari raya, saya selalu nyicip nastarnya dulu.. kalo nastarnya enak berarti semua kue buatan tuan rumah pasti enak jg (itu kalau tuan rmh bikin sendiri ya).hehe.. Suka bandingin rasa dengan nastar bikinan saya..^,^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, aku juga suka gitu mbak. suka banding-bandingin rasa dari satu rumah ke rumah lainnya. :D

      Hapus
  10. Doyan semuanya! baru tahu artinya kue yang saya makan ini ternyata dari Belanda. Kue selai buah dan batangan keju

    BalasHapus
  11. Selalu beli dua macam kue ini setiap lebaran, pengen coba buat ah tahun depan{lama amat he he eh } Makasi ya resepnya.

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.

Fanpage

Member of

Emak Emak Blogger
Blogger Perempuan
Komunitas Blogger Madura

Instagram