Pengalaman Kontrol Kandungan di dr. Harno Rs. PHC Surabaya

Rabu, Mei 24, 2017

Hari ini ditemani suami, saya berkunjung ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Surabaya untuk kontrol kandungan. Ini kali pertama saya kontrol kandungan ke luar kota biasanya Cuma kontrol di dokter yang ada di Kota Bangkalan saja. Karena ini kali pertama jadi saya cukup bersemangat untuk datang kontrol penasaran ingin tahu pelayanannya bagaimana.

Semua berawal ketika saya dan suami datang menjenguk istri teman yang baru melahirkan. Saat disana kami banyak ditanya soal kondisi kandungan saya dan kontrol dimana?. Lama bercerita akhirnya saya disuruh untuk kontrol kandungan di dr. Harno dokter spesialis kandungan yang ada di Rs. PHC Surabaya.

Menurut pengalaman beliau sewaktu hamil, kontrol di dr. Harno lebih nyaman dan detail dalam melakukan pengecekan ditambah lagi dokternya super care. Karena penasaran dan kedengarannya lebih baik dari dokter kandungan sebelumnya akhirnya berangkatlah kami berdua naik sepeda motor ke Surabaya.


Cerita Pengalaman Kontrol Kandungan di Rs. PHC Surabaya


Tapi sebelum berangkat untuk kontrol saya sempat cari tahu lagi tentang dr. Harno ini ke beberapa teman yang habis melahirkan. Dari semua cerita pengalaman yang saya dengar semuanya bilang kalau dr. Harno itu sangat direkomendasikan. Bahkan ada teman saya yang dua kali kehamilannya dipegang oleh beliau.

Salah satu dari teman saya cerita kalau dr. Harno ini orangnya ramah dan supel sekali bahkan kalau kitanya yang pasif dalam bertanya beliau yang aktif memberikan penjelasan. Baiklah, mendengar itu semua semakin penasaran dan tidak sabar lagi saya untuk bisa segera bertemu dokter favorit ini. Eh tapi, suami kembali ingat kalau kami pergi kontrol kesana harus kemana dulu ini kan kali pertama kontrol di Rs. PHC Surabaya.

Waktu suami bertanya hal tersebut jujur saya juga bingung harus kemana dulu, daftar disebelah mana atau apa harus buat janji dengan dokternya atau bagaimana. Pokoknya kami berdua sama-sama bingung tapi saya bilang ke suami, “Ya udah datang aja dulu, nanti sampai sana kita tanya bapak satpam atau bagian informasinya..”.

Lalu, dua hari sebelum kami mendaftar untuk kontrol tanpa sengaja saya dibantu oleh mbak Nana salah satu perawat di Rs. PHC Surabaya. Mbak Nana itu siapa? Dia ini istri dari teman saya dan orangnya baik mau bantu saya untuk didaftarkan dulu supaya saya tidak lama mengantri. Setelah mengobrol lewat chat, akhirnya saya dan mbak Nana sepakat untuk datang kontrol hari rabu tadi siang.

Pagi harinya saya sudah dikirim pesan chat oleh mbak Nana kalau saya dapat nomor antrian 16, jadi sekitar pukul 8 pagi saya dan suami berangkat dari rumah menuju Rs. PHC Surabaya. Dengan kondisi perut yang mulai sedikit kesulitan untuk diajak naik sepeda motor akhirnya kami berdua berangkat. Alhamdulillah, perjalanan dari rumah sampai rumah sakit lancar dan tidak ada kendala saya pun masih baik-baik saja meskipun bagian paha dan kaki sedikit nyeri.

Kontrol Kandungan di dr. Harno Prihadi, SP. OG


Sekitar pukul setengah 10 pagi kami berdua tiba di rumah sakit, kemudian langsung masuk dan bertanya ke bapak satpam tempat Poli Kandungan. Waktu itu bapak satpam bertanya pada saya apa sudah daftar atau belum? Saya bilang sudah dan beliau menunjukkan arah menuju tempat Poli Kandungan.

Pertama kali masuk di Poli Kandungan suasananya tidak terlalu ramai, saya melihat baru ada beberapa pasien yang sedang menunggu. Kemudian saya menuju bagian registrasi dan bilang kalau saya sudah daftar ternyata data saya sudah masuk. Lalu saya diminta untuk timbang badan oleh salah satu dokter muda, bukan cuma itu saja saya juga ditanya seputar haid, awal kehamilan dan keluhan selama hamil.

Waktu itu saya bergumam dalam hati, “Duh, kok perhatian banget gini ya nggak kayak di Bangkalan..”. Setelah ditanya-tanya saya dipersilahkan untuk duduk dulu sambil menunggu panggilan masuk. Senangnya lagi saya hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk menunggu dipanggil masuk oleh perawat padahal dari rumah sudah siap-siap bawa tablet untuk jaga-jaga supaya tidak bosan saat menunggu dipanggil, hehehe.


Pertama kali masuk saya disambut oleh perawat dan satu dokter muda perempuan, saya dipersilahkan duduk dan ditensi. Ternyata tensi saya tidak beranjak dari angka 100/70, perawatnya bilang kalau darah saya masih kurang pantas saja sering pusing. Setelah ditensi saya diminta untuk menuju tempat tidur dan disuruh rebahan sambil menunggu dr. Harno yang masih konsultasi dengan pasien lainnya.

Saat rebahan, perut saya diolesi cairan semacam gel untuk USG oleh dokter muda sambil ditanya-tanya lagi. Tidak lama menunggu dr. Harno datang menyapa saya dan langsung melakukan pemeriksaan melalui USG. Entah saya yang salah atau bagaimana waktu pertama kali alat USG menyentuh bagian perut rasanya nyaman dan tidak bikin nyilu.

Waktu kontrol di dokter kandungan yang ada di Bangkalan perut saya lumayan nyilu karena mungkin dokternya terlalu menekan saat menggunakan alat USG. Kemudian kelihatan sudah anak bayi yang selama ini suka nendang-nendang perut saya. Alhamdulillah, prediksi dr. Harno sama dengan dokter yang sebelumnya insya Allah kami akan segera memiliki anak laki-laki.

Sambil terus memainkan alat USG, dr. Harno menjelaskan secara detail tentang kondisi janin saya. Baik dari berat badannya, jenis kelaminnya, air ketuban, plasenta, detak jantung dsbnya yang semuanya jelas tanpa harus saya tanya terlebih dulu. Oh iya, saat diperiksa anak bayi ini sukses membuat bapak dokter kewalahan mengukur panjang tubuhnya dari saking aktifnya.

Hmm pantas ya kalau di dalam perut rasanya hampir tidak ada jeda buat perut ebok (ibunya) sakit. Semua sesuai dan sehat serta tidak ada yang perlu dikhawatirkan, normal kah? Nah pertanyaan itu yang sempat saya ajukan. Dokter memberi jawaban bisa dikatakn normal kalau nanti bayinya sudah lahir karena selama di dalam kandungan bayi terus bertumbuh.

Yang penting sementara ini semuanya sesuai seperti kehamilan pada umumnya. Selesai melakukan pemeriksaan USG saya dipersilahkan turun dan lanjut konsultasi dengan dr. Harno. Untuk kontrol kandungan kali ini saya sampai menyiapkan beberapa pertanyaan lho yang sudah saya catat di handphone.

Soal apa saja pertanyaan yang saya siapkan nanti saya tulis terpisah pada postingan selanjutnya ya. Konsultasi berjalan menyenangkan selama kurang lebih 20 menit dan dr. Harno menjelaskan semuanya secara detail tanpa terburu-buru apalagi mempersilahkan kami segera keluar. Jadi, tidak percuma kami bayar mahal-mahal soalnya sesuai dengan pelayanan yang didapat.

Habis berapa, Cha? Pasti pertanyaan ini yang paling ditunggu ya, hehehe. Oke, saya tuliskan detailnya ya berikut diantaranya :

1. Pendaftaran Rp. 50.000,-

2. Biaya konsultasi dokter spesialis Rp. 145.000,-

3. USG Rp. 70.000,-

- Alat Rp. 58.000,-

- Bahan Rp. 12.000,-

Jadi total semuanya adalah Rp. 335.000,- dan itu belum termasuk biaya tebus obat juga vitamin. Setelah selesai kontrol kami berdua kembali pulang ke rumah selama di perjalanan saya dan suami bahagia sekaligus bersyukur karena semuanya sehat baik ibu dan calon bayinya. Oh begini ya rasanya jadi calon orang tua sedikit-sedikit khawatir, maklum karena masih pertama.


Mengapa Pindah Dokter Kandungan?


Pasti teman-teman bertanya kenapa saya sampai memutuskan untuk pindah kontrol ke dokter kandungan yang lain? Memang kurang puas dengan dokter sebelumnya atau karena apa?. Sejak pertama dinyatakan positif lewat testpack saya sudah kontrol kandungan langsung ke dokter, waktu itu saya memilih dokter kandungan terbaik yang ada di Kota Bangkalan.

Setiap bulan secara rutin saya pergi untuk kontrol dan menurut dokter di Bangkalan kandungan saya normal tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Terus kenapa pindah? Iya, karena saya kurang puas dengan konsultasinya terlalu sebentar dan dokternya pelit menjelaskan kondisi bayi saya secara detail. Awalnya saya tahan saja, tapi lama-lama saya merasa harus cari dokter kandungan lain.

Gara-garanya saya tanya soal berapa berat bayinya, kemudian dokternya bilang “Oh, ini masih kecil bu dan belum terdeteksi beratnya pokoknya sehat dan normal..”. Ya Cuma segitu saja jawaban yang saya dapatkan padahal waktu itu usia kandungan saya sudah masuk bulan ke lima normalnya berat badan sudah bisa terdeteksi kan ya?.

Ditambah lagi saya parno gara-gara mbak sepupu yang tiba-tiba mengalami pendarahan di usia kandungannya yang masuk 8 bulan. Setelah dicari tahu dan diperiksa plasentanya berada di bawah menutupi jalan lahir. Kali itu saya sudah tidak bisa ditawar lagi untuk pindah dokter kandungan, saya ingin tahu secara lengkap semua kondisi bayi saya dalam kandungan.

Kalau soal biaya yang harus dibayar memang lebih murah dari dokter yang ada di Bangkalan, satu kali kontrol saya dikenakan biaya Rp. 150.000,-. Mungkin karena biaya yang lebih murah jadi dokternya pelit informasi padahal kalau saya perhatikan rata-rata pasien yang datang itu dari golongan mampu lho jadi berapa saja biayanya akan dibayar asal pelayanan memuaskan.

Saya juga sempat kesal saat banyak yang bilang, “Aku dulu hamil kontrolnya disini aja dan nggak harus ke Surabaya..”. Ah rasanya saya gemes dibilang begitu, ya biarlah ini anakku juga kalau ada apa-apa kan aku yang yang paling sedih bukan kamu! Sebel. Ya sudah mungkin segitu saja alasan saya pindah dokter kandungan, hehehe.

Buat teman-teman yang sedang hamil dan penasaran gimana rasanya kontrol ke dr. Harno bisa datang langsung ke Rs. PHC Surabaya kemudian menuju Poli Kandungan dan daftar ya nanti disana insya Allah dapat pelayanan yang memuaskan. Mahal sedikit bukan masalah kok yang penting anak sehat, atau bisa lho nabung buat biaya kontrol saya juga begitu menahan untuk membeli sesuatu demi bisa kontrol di dokter spesialis yang oke.



Komentar Facebook

Tulisan lainnya

7 komentar

  1. PHC emang rumah sakit bgs sih. Cuma jauh dari rumah, mls jauh2, soalnya klo priksa bawa si gembil. RS Muhamadiyah lebih murah juga, hihi. Dan dokternya cewe itu penting bgt :D

    BalasHapus
  2. Aku yang hamil si kakak dan adik kontrol di dokter yang sama.. Selain sudah nyaman, beliau sudah paham sama riwayat kehamilan sebelum2nya, jadi gak perlu cerita ulang hehe. Sehat2 ya ibu dan bayinya.

    BalasHapus
  3. bagusss ruang tunggu dan dokternya.. enak kalo dah cocok dengan dokternya krn melahirkan itu butuh kenyamanan juga biar ga stress menahan sakit krn melahirkan.

    BalasHapus
  4. Wuaaah ruangan itu, mengingatkanku pas kehamilan pertama dulu. Aku dihandle dr. Eighty dr PHC jg, care banget kek sama adeknya sendiri kalo ngobrol.

    Dan emang di phc gk enaknya daftar sedari pagi, kalo gk da yg daftarin alamat pulang malam hihi

    BalasHapus
  5. Ris mau nanya dunk,oot dikit si, kali ada yang punya pengalaman sama , itu fase muntah muntah berlangsung sampe berapa lama ya? Cz kadang aku ngerasa bersalah karena perasaan yang masuk ke perut tu dikit hiks, pernah nanya ini ke dokternya g, kira2 wajar ga ya? Trus gimana menyiasatinya?

    Sama eyke klo mw kontrol juga musti nabung dulu huhuhu
    Rata2 biayanya mang segitu, di sini juga

    BalasHapus
  6. wuih jauh ya mba kontrolnya...moga2 terus sehat ya sesama bumil..hehe doakan saya juga sehat lagi hamil juga :)

    BalasHapus
  7. Semogà kehamilannya sehat selalu Mba, saya dulu juga kontrol ke Obgyn laki-laki heheu

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.

Fanpage

Member of

Emak Emak Blogger
Blogger Perempuan
Komunitas Blogger Madura

Instagram