Kekuatan Hati

Kamis, Januari 11, 2018

Orang bilang kalau rumput tetangga jauh lebih hijau, peribahasa tersebut sering kali saya dengar tapi sering kali juga berlalu bak angin di telinga saya. Sebagai seorang manusia dan hamba Allah salah satu kewajiban kita adalah mensyukuri semua nikmat dan ujian yang diberikan oleh Allah. Salah satunya hal terberat yang pernah terjadi dalam hidup saya yakni mama yang harus jatuh sakit.

Tadi siang saya harus kembali ke rumah sakit untuk mengurus claim kwitansi pembelian darah sekitar 3 bulan yang lalu. Ya, hidup kami sekeluarga berubah dalam sekejap mata saat mama tidak lagi seperti dulu. Mulai dari urusan sepele, urusan rumah tangga, pengaturan ekonomi dan mengurus bayi berusia 3,5 bulan harus saya lakukan berdua bersama suami.

Sungguh, saya hampir lupa bagaimana caranya untuk bisa bahagia bahkan saya tidak lagi ingin bersyukur saat itu. Ini ujian hidup terberat rasanya hati seperti diperas-peras dan rasanya seperti sudah tidak ada lagi celah untuk bahagia bagi saya. Iri, iri sekali melihat kehidupan orang lain yang terlihat begitu bahagia bersama keluarga mereka. Sampai saya bertanya pada diri sendiri, "Apa enaknya jadi aku? Nggak ada baik-baiknya pun nggak ada yang istimewa juga..".



Sadarlah, Hidupmu Ini Berarti!


Mungkin Allah memilih orang yang suka memberi, untuk diberi rezeki, agar ia bisa memberikan rezekinya kepada orang lain. Maka mungkin Allah memilih orang yang suka memberi, untuk diberi hikmah, juga agar ia bisa memberikan hikmahnya pula kepada orang lain.

Sama halnya saat kita mengalami sesuatu yang berat, apapun itu, mungkin itu pertanda, bahwa kita ditakdirkan agar suatu hikmah bisa kita berikan kepada orang lain. Sebagai pelajaran, bahwa suatu hal yang berat, mampu untuk dilalui dengan baik, dengan izinNya, dengan pertolonganNya. Pasca keadaan terberat itu perlahan saya mulai sadar bahwa saya harus kuat.

“Ya, itulah hebatnya kamu. Kamu anak tunggal tapi ujianmu sudah seperti ini. Itu tandanya kamu kuat, Cha dan kamu pu bisa lewati ini tanpa ada saudara..”. (Sebuah pesan BBM teman)

Pasti ada sesuatu dalam diri saya yang mungkin saja tidak bisa ditemukan pada diri orang lain. Ada kekuatan lebih yang sebenarnya sudah saya miliki namun memang harus dikeluarkan dengan cara yang tidak mudah bahkan sangat berat. Saya seperti terlahir kembali dengan semangat baru, dengan pemikiran dan pemahaman yang lebih baik lagi dalam memandang kehidupan.

Ya, saya terlahir istimewa saya dilahirkan untuk menjadi wanita yang kuat. Terlahir tanpa adanya saudara serahim diam-diam membuat saya menjadi wanita yang kuat dan tidak akan pernah mengalah pada keadaan betapapun sulitnya. Saya hanya sibuk membanding-bandingkan diri dengan orang lain yang sebenarnya bukanlah bandingan saya.

Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing, mereka pasti punya keadaan terberatnya sendiri. Tidak perlu dibanding-bandingkan lagi, karena ujian itu memang sesuai dengan kemampuan si penerimanya. Mungkin saya bisa melewati keadaan ini tapi belum tentu orang lain bisa dan begitu pula sebaliknya saya belum tentu bisa ada di posisi orang lain.

Mulai dari mengurus suami, mengurus anak yang masih bayi, merawat mama yang sakit, menjaga bapak agar tidak ikut sakit, mengatur perekonomian rumah tangga, bekerja untuk membantu suami mendapatkan tambahan uang dan semua itu bisa saya lakukan seorang diri. Ya, saya bisa melakukan itu semua dan saya bisa bertahan sampai detik ini.

Kadang kita tidak menyadari hal istimewa apa yang ada dalam diri kita karena terlalu sibuk membanding-bandingkan dengan keadaan orang lain. Jadi, kalau ada yang tanya hal istimewa apa yang ada dalam diri saya? Kekuatan hati. Kekuatan hati yang berasal dari pemilik hati yang dengan kehendakNya bisa kapan saja dibolak balikkan.



Komentar Facebook

Tulisan lainnya

0 komentar

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.

Fanpage

Member of

Emak Emak Blogger
Blogger Perempuan
Komunitas Blogger Madura

Instagram