Teruslah Belajar Menjadi Seorang Ibu

Kamis, Januari 11, 2018

Belajar adalah kewajiban setiap manusia yang hidup di bumi ini. Setiap manusia harus belajar dan butuh belajar kalau tidak belajar maka mereka tidak bisa berkembang tidak bisa menjadi yang lebih baik versi mereka. Belajar disini bukan hanya belajar saat ada di bangku sekolah tapi juga belajar tentang kehidupan.

Dari rasa bahagia, dari rasa sedih, dari rasa kecewa bahkan dari rasa takut sekalipun kita bisa belajar, belajar menjadi sebenar-benarnya manusia. Lalu, sampai kapan kita harus belajar? Selamanya, selama nafas kita masih berhembus kita akan selalu belajar. Belajar juga merupakan cara kita mewujudkan rasa syukur atas nikmat hidup yang telah diberikan oleh Tuhan.

Melalui belajar pula Tuhan Yang Maha Esa menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang harus kita ketahui. Ya, pada intinya belajar adalah sebuah proses panjang yang harus dilalui oleh setiap manusia. Jangan sampai kita malas belajar karena sungguh yang rugi diri kita sendiri, sampai detik ini pun saya masih ingin belajar banyak hal terutama belajar menjadi seorang ibu dan saat ini juga saya sedang menjalani proses pembelajaran tersebut.


Belajar Menjadi Seorang Ibu


Tidak putus rasa syukur saya saat Tuhan mengabulkan doa saya untuk bisa menjadi seorang ibu, seorang ibu dari anak yang saya lahirkan sendiri. Saya sadar setelah doa terijabah kini waktunya bagi saya untuk memenuhi janji dan amanah yang dititipkan oleh Tuhan kepada saya. Saya pernah berjanji kalau kelak diizinkan untuk bisa menjadi ibu maka saya akan menjadi ibu yang baik untuk anak saya.

Menjadi seorang ibu yang baik itu tidak bisa dilakukan dalam sekejap mata. Harus melalui proses pembelajaran yang penuh dengan pengorbanan, yang memaksa saya untuk terus berjalan tanpa bisa meminta untuk berhenti. Takdir menjadi ibu sudah dimulai, waktunya bagi saya untuk belajar, belajar tentang apa saja yang bisa mengantarkan saya pada janji yang pernah terucap untuk bisa menjadi ibu yang baik.

Belajar mengurus anak, belajar mengatur emosi, belajar mengatasi rasa lelah yang tidak berkesudahan karena harus mengurus anak, belajar mendidik anak menjadi pribadi yang baik, dan belajar menikmati semua proses ini sampai kelak saya bisa menikmati hasilnya yakni seorang anak yang sholeh. Saya mulai memperbaiki diri saya, membuang semua hal-hal negatif dalam diri serta berdamai dengan setiap keadaan sulit yang akan ditemui nanti.

Ya, saya ingin kelak Mirza anak saya bangga memiliki ibu seperti saya. Saya ingin lebih bernilai dihadapan Mirza meskipun saya tahu bahwa setiap ibu akan selalu memiliki nilai lebih di dalam hati anaknya. Belajar menjadi ibu tidak akan pernah usai, sebab itu butuh kekuatan besar untuk bisa menjadi ibu khususnya ibu bagi anak laki-laki.

Baca Juga : Kekuatan Hati

Saya ingin bayi laki-laki saya yang akan menginjak usia 4 bulan ini kelak bisa menjadi pribadi yang penuh kasih, lemah lembut, tahu bagaimana memperlakukan perempuan dan pemberani. Orang bilang kalau ibu adalah cinta pertama anak laki-lakinya, hal tersebut yang kerap membuat perasaan saya menjadi bahagia mendengarnya.

Dicintai, dibutuhkan, selalu dicari, menjadi yang pertama ya itulah seorang ibu. Jadi, saya tidak boleh lelah untuk belajar, terus mengasah diri untuk mengeluarkan semua hal terbaik dalam diri saya supaya bisa menjadi ibu yang baik. Namun dibalik ini semua saya harus tetap menyadari kalau saya tetaplah manusia biasa yang memiliki kekurangan dan keterbatasan.

Orang kuat sekaliber Spiderman pun, Peter Parker tinggal bersama wanita tua yang dia anggap sebagai ibu, dan dia akan ikut merasa sakit ketika Neneknya, Aunt May diserang Doctor Octopus. Atau kisah tentang Harry Potter yang terbebas dari mantra mematikan Voldemort oleh lindungan dari ibunya, Lily Potter.

Pun kisah Asiah yang melindungi Musa a.s dari keganasan suaminya, Firaun, si pembenci bayi-bayi pria yang lahir dari rahim wanita di negerinya. Ah, itulah kekuatan dari cinta seorang ibu. Dia menyebabkan hati seorang anak menjadi tentram saat kelelahan menghampiri, saat kesakitan menguji diri.

Maka, teruslah belajar menjadi ibu, kamu tidak boleh lelah tidak boleh lemah. Anakmu membutuhkanmu melebihi semua kebutuhan lainnya.



Komentar Facebook

Tulisan lainnya

0 komentar

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.

Fanpage

Member of

Emak Emak Blogger
Blogger Perempuan
Komunitas Blogger Madura

Instagram