Tampil Biasa Namun Bahagianya Luar Biasa

Tampil cantik di depan suami adalah kewajiban bagi setiap istri, agama bilang kalau mencari istri itu salah satu syaratnya adalah kecantikan wajahnya. Serius, ketika mendengar hal tersebut saya lumayan minder. Merasa kurang percaya diri, kurang sempurna mungkin bahkan saya sampai merasa tidak bisa memenuhi “Persyaratan” tersebut.

Sering kali saya bertanya pada suami, apakah dia merasa bahagia dan puas hidup bersama saya?. Padahal saya bukan wanita dengan paras cantik yang katanya bisa meneduhkan dan menenangkan segala resah juga lelah pasangan yang melihatnya. Kadang saya jadi merasa kalau saya ini kurang bersyukur dengan apa yang diberikan Allah untuk saya.

Ditambah sekarang, pasca hamil dan melahirkan saya benar-benar merasa tidak percaya diri dengan wajah dan tubuh saya. Apa mungkin ini yang disebut gejala syndrome baby blues ya?. Suami saya sampai bosan menjelaskan kepada saya bahwa dia bisa memaklumi keadaan saya saat ini. Tapi, namanya juga perempuan rasa minder itu pasti akan ada.


Haruskan Perempuan Menjadi Cantik?


Jadi, kegelisahan saya tentang hal ini semakin menjadi ketika saya selesai membaca sebuah postingan facebook yang isinya kalau istri yang cantik itu karena suaminya mampu membahagiakannya. Deng. Saya mulai bertanya pada diri saya sendiri, apakah selama ini suami saya kurang dalam membahagiakan istrinya ini?.

Saya rasa tidak kok, memang sih ekonomi keluarga kami masih belum stabil ditambah lagi kewajiban suami yang harus menanggung biaya hidup kedua orang tua saya dan biaya pengobatan mama. Karena alasan itulah saya dan suami harus pandai berhemat dan memprioritaskan apa yang benar-benar memang kami butuhkan.

Perawatan wajah dan tubuh bagaimana? Sama sekali saya belum pernah menikmati hal tersebut semenjak selesai melahirkan. Teman-teman pasti tahu betul kalau kebutuhan bayi itu lumayan banyak, mau tidak mau saya harus mengalah demi kebutuhan Mirza. Setiap bulan saya selalu terima penuh gaji suami dan mulai membagi-bagikannya untuk kebutuhan kami sekeluarga.

Hampir bisa dipastikan tidak tersisa sepeserpun untuk perawatan kecantikan. Begitu pula dengan kebutuhan suami, palingan dia cuma minta uang untuk bulutangkis dan bensin motor. Meskipun keadaan perekonomian kami masih belum stabil tapi untuk urusan kebutuhan anak saya selalu mengusahakan memberi yang terbaik yang anak kami butuhkan.

Tapi walaupun begitu kami berdua masih bisa bahagia dan tertawa. Kami terima kekurangan masing-masing. Suami yang pakaiannya itu-itu saja serta saya pun yang bajunya bisa dihitung dengan jari, hehehe. Orang bilang kalau memperhatikan tampilan diri adalah salah satu cara mensyukuri apa yang telah diberi oleh Tuhan.

Tampilan Biasa Tapi Bahagianya Luar Biasa


Mengingat keadaan ekonomi yang ngepas begini mana mungkin kami memilih hidup bergaya, malu lah, hehehe. Akhir-akhir ini santer sekali terdengar sepasang suami istri yang harus berpisah karena adanya pihak ketiga (Pelakor). Rata-rata orang yang memberi komentar lebih menyalahkan istrinya yang kurang pandai merawat diri sehingga suami mudah bosan dan berpaling pada wanita lain.

Karena itu, sebagai seorang istri wajib untuk selalu berpenampilan cantik dan menarik hati suami. Lagi-lagi saya membombardir suami dengan semua kekhawatiran saya kalau semisal dia kecantol dengan wanita lain. Akhirnya dia memberikan jawaban yang realistis menurut saya, dengan jujur dia bilang kalau wajar dia bertemu dengan wanita yang cantik tapi itu hanya penilaian sesaat.

“Aku sudah punya kamu di rumah, buat apa aku cari yang lain? Memang dia cantik tapi belum tentu hatinya juga cantik. Sekarang aku cuma mau fokus sama kerjaanku, sama keluargaku dan akhiratku..”. Seketika itu saya langsung mewek mendengar penjelasannya, saya langsung minta maaf karena belum bisa membahagiakan dia sepenuhnya.

Suami juga tidak suka saya berpenampilan terlalu mencolok, asalkan rapi dan pantas dilihat dia sudah senang. Saya juga jarang sekali keluar rumah memakai makeup karena pasti dia akan protes, “Buat apa dandan gitu? Aku lebih suka kamu apa adanya, aku udah hafal betul sama semua yang ada di kamu!..”. “Oke, baiklah!..” hehehe.

Klise memang, tapi rasa bahagia itu ada di hati yang selalu bersyukur. Bagi kami berdua rasa bahagia itu adalah saat hati kami bisa dekat dengan Allah. Ya, bahagia menurut setiap orang memang berbeda-beda. Ternyata istri yang penampilannya biasa saja belum tentu rasa bahagianya biasa saja, bahkan rasa bahagianya bisa jadi luar biasa.

Jadi, kapan mau perawatan? Kapan mau beli baju baru, kerudung baru atau parfum? Ya nanti saja kalau ada rejeki lebih. Sekarang untuk anak dulu, siapa tahu saja nanti ada rejeki banyak turun dari langit, hehehe. Well, yang terakhir semoga keluarga kita semua diberi kebahagiaan yang berlimpah serta rasa syukur yang tidak ada batasnya.

1 komentar:

  1. Dulu saya pernah juga terpengaruh dengan pendapat kalau di rumah istri harus cantik. Malah sebaiknya dandan itu untuk di rumah saja. Tapi baru juga lipstikan, suami udah nanya ngapain di rumah aja pakai lipstik hahaha. Setelah saya jelasin alasannya, suami malah bilang gak perlu.

    Memang gimana hubungan suami istri juga, sih. Saya termasuk yang santai kalau di rumah suami cuma pakai celana pendek dan kaos oblong yang lusuh. Begitupun suami saya. Yang penting sama-sama mengerti aja :D

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.