Hotel Ningrat Bangkalan | Arsitektur Etnis Khas Kraton Madura

Sabtu, Juli 23, 2016

Sejak mulai dikenal dengan objek wisata alam dan wisata religinya, Pulau Madura menjadi salah satu destinasi tempat berlibur yang banyak diminati. Salah satunya di Kabupaten Bangkalan ini, tempat saya lahir, besar dan tinggal. Kabupaten Bangkalan sendiri merupakan gerbang pulau Madura yang menjadi tempat pijakan salah satu ujung kaki jembatan Suramadu. Jadi, tidak heran kalau kota kelahiran saya ini mengalami perkembangan infrastruktur dan perekonomian yang lebih pesat jika dibandingkan dengan kota lainnya di Madura.

Nah, untuk mendukung pariwisata di Kabupaten Bangkalan pemerintah setempat cukup serius untuk mengerjakannya secara profesional. Keamanan dan kenyamanan para wisatawan selama berlibur menjadi point utama yang harus diperhatikan. Salah satunya dengan mendirikan losmen maupun hotel tempat untuk menginap.

Hari Kamis kemarin saya berkesempatan untuk bisa merasakan salah satu kamar hotel yang ada di Bangkalan. Tahu kah teman-teman kalau hotel ini merupakan satu-satunya hotel yang ada di Bangkalan yakni Hotel Ningrat. Jujur saja, selama 24 tahun tinggal disini saya baru kali ini tidur menginap di hotel yang penuh keunikan tersebut.


Akhirnya, Mimpi Untuk Menginap di Hotel Ningrat Terwujud


Meskipun mungkin akan terdengar sedikit berlebihan, saya senang bukan kepayang bisa menginap di Hotel Ningrat ini. Beberapa hari sebelum tahu kalau akan menginap disana saya pernah bilang kepada pasangan kalau saya ingin sekali menginap dan melihat-lihat keadaan di dalamnya. Alhamdulillah, akhirnya terkabul juga saya pun sangat antusias dan tidak sabar lagi.

Jadi ceritanya pasangan saya tiba-tiba mengajak untuk ikut acara pelatihan tentang pariwisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangkalan bersama Tim BPWS. Awalnya saya malas-malasan untuk ikut meskipun acaranya memang diadakan di Hotel Ningrat. Tapi saya tahu kegiatan pelatihan formal yang didatangi oleh orang pemerintah biasanya sedikit membosankan, hehehe.


Karena dipaksa untuk menemani akhirnya saya mau juga, meskipun acaranya akan berlangsung selama satu hari penuh. Singkat cerita, sampai di tempat registrasi kami mendapatkan informasi kalau kegiatan pelatihan ini akan diadakan selama dua hari dan semua peserta diminta untuk menginap di hotel supaya lebih fokus.

Mendengar informasi tersebut mendadak saya berubah menjadi senang sekali, akhirnya saya bisa menginap di Hotel Ningrat. Bukan hanya menginap tapi sekaligus bisa berkeliling ke semua area hotel dari bagian depan, samping dan belakang. Hotel Ningrat ini penuh dengan keindahan ukiran etnik Madura yang ada di semua bagian hotel.

Baik itu di depan papan tulisan, ruang tunggu, tempat informasi, ruang makan, kamar tidur, ruang pertemuan, musholla dan semua perabot yang ada di dalamnya. Semua ukiran yang ada di perabot didominasi warna merah, kuning dan hijau khas sekali dengan Madura. Berbanding terbalik dengan nuansa modern dan glamour yang biasa ada di hotel-hotel berbintang lainnya.


Sejarah Singkat Hotel Ningrat Bangkalan


Hotel yang berada tepat di tengah pusat kota Bangkalan ini memang bukan hotel berbintang dengan fasilitas mewah. Meskipun begitu Hotel Ningrat menyajikan pelayanan tradisional khas Madura selain itu yang tidak kalah lagi ada cerita sejarah dibalik berdirinya hotel tersebut. Sebagai orang Madura khususnya orang Bangkalan saya bangga dengan adanya bangunan hotel ini.

Konon, Hotel Ningrat sebelumnya adalah sebuah kediaman pemilik perkebunan yang ada sejak zaman penjajahan Belanda. Hal tersebut terlihat sekali dari ciri-ciri bangunan yang memiliki atap langit yang tinggi, tembok tebal, adanya jarak antara bagian rumah dan beberapa perabotan kuno yang masih tersimpan serta terawat rapi.


Setiap menginap di Hotel Ningrat teman-teman akan bisa merasakan betu hawa-hawa kraton zaman dahulu. Karena sudah lama tidak digunakan lagi akhirnya bangunan rumah tua tersebut dijadikan hotel dengan merenovasi dan menambah beberapa ruangan yang ada tanpa mengurangi sedikitpun ciri khas sebelumnya.

Baca Juga : Hotel Ciputra Jakarta | Jakarta's Most Convenient Hotel

Bermalam di Hotel Ningrat Bangkalan


Hotel Ningrat menjadi satu-satunya tempat menginap dengan fasilitas yang cukup baik jika dibandingkan dengan hotel yang ada di perkotaan. Fasilitas seperti tempat tidur yang bersih, lemari pakaian, kulkas kecil untuk menyimpan makanan, televisi, pendingin ruangan (AC), handuk bersih, air hangat, makanan yang enak juga khas Madura serta kamar mandi sudah terlengkapi disana.

Selama dua hari saya menginap di hotel milik salah satu keturunan Kraton Ningrat Bangkalan ini saya cukup menikmati dan mendapat pelayanan yang baik. Walaupun tidak bisa saya pungkiri tetap ada yang harus diganti maupun ditambahkan. Tinggal untuk menginap di hotel ini salah satu kelebihannya adalah kita seperti bisa merasakan suasana Kraton Bangkalan di zaman dulu.

Terdiri dari empat tipe kamar yang bisa teman-teman pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan jika sedang akan menginap disana. Pilihan kamarnya seperti Suite Room, VIP, Superior dan yang standart, untuk harganya pun tergantung dari masing-masing tipe kamar yang dipilih. Berkisar dari harga Rp. 75.000 sampai Rp. 750.000.




Berbicara tentang harganya sendiri saya sempat kaget karena bagi saya pribadi harga segitu cukup mahal juga untuk hotel yang tidak terlalu luas dan fasilitas yang masih biasa. Selain beberapa fasilitas yang saya sebutkan tadi Hotel Ningrat juga menyediakan tempat untuk acara resepsi pernikahan. Area yang digunakan untuk tempat resepsi adalah di bagian depan sampai parkir mobil, biasanya ditambah tenda-tenda pesta yang besar dan mewah.

Untuk harga sewa tempat resepsi Hotel Ningrat mematok harga sebesar 4 juta untuk 4 jam acara resepsi dengan tambahan fasilitas seperti kamar rias pengatin, dapur untuk katering, dan ruang keluarga. Meskipun harganya lumayan mahal untuk fasilitas seperti itu namun suasana kental Kraton Bangkalan belum bisa kita temukan selain di hotel ini.


Untuk suasananya sendiri sangat nyaman dan tenang, maklum saja Bangkalan ini masih kota kecil dan jauh dari kebisingan. Bentuk bangunannya pun tidak seperti hotel lainnya yang bertingkat, bahkan lebih seperti penginapan-penginapan yang kamarnya berjejer. Untuk tipe kamar Suite berada di tengah ruangan utama dan dekat dengan ruang makan serta tempat informasi.

Malam itu saya mendapat jatah menginap di kamar Superior yang letaknya di depan dekat dengan pos penjagaan. Jujur, saat pertama kali menuju kamar No.11 yang menjadi kamar tempat saya tidur suasana sepi dan sedikit senyap langsung saya rasakan. Saya yang awalnya bersemangat untuk menginap di hotel ini pelan-pelan merasa sedikit takut. Saya tidak tahu apa penyebabnya, mungkin karena suasananya yang lumayan sepi atau memang saya saja yang mentalnya penakut, entahlah.


Namun, saat malam tiba dan lampu-lampu ruangan dihidupkan saya mulai kembali senang dan semangat lagi. Dibawah penerangan lampu yang terang saya memperhatikan betul setiap sudut yang ada di hotel ini. Menikmati makanan yang khas Bangkalan sambil duduk-duduk santai di ruang tamu yang disulap menjadi ruang santai para tamu hotel.

Bagi teman-teman yang berminat dan tertarik dengan arsitekstur kraton hotel Ningrat ini bisa dijadikan pilihan untuk memuaskan minat kalian. Selama dua hari menginap disana saya bisa tidur nyenyak dan nyaman tanpa terganggu sedikitpun. Kalau teman-teman mempunyai rencana untuk berkunjung dan berwisata di Bangkalan jangan ragu ya untuk mencoba menginap di hotel Ningrat.

Hotel Ningrat Bangkalan
Jl. KH. Moch Kholil No. 113 Bangkalan Madura
No. Telp : 031 3095388



Komentar Facebook

Tulisan lainnya

9 komentar

  1. indah sekali ornamen-ornamennya, serasa di madura baca artikelnya
    terima kasih tulisannya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali mas, sudah mau mampir untuk baca :)

      Hapus
  2. langsung deg-degan saya mbak lihat bangunan kunonya. serasa singup gitu. tapi aman ya ternyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mbak, memang agak singup dan senyap gitu tapi aman kok :)

      Hapus
  3. Setuju, utk harga dgn interior yg masih oldies begitu, agak kemahalan ya mbak :).. tapi aku suka ornamen2nya yg berkesan etnik di lobby dan ruangan tamu ya itu? khas bgt :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo coba ke Bangkalan mbak, biar nggak penasaran :)

      Hapus
  4. Hotelnya bagus interiornya, hiasan-hiasannya itu saya suka sekali. Apakah itu semacam menggambarkan isi istana raja gitu ya, kan namanya Ningrat. Btw, Madura salah satu tempat yang ingin saya kunjungi, terlebih setelah punya teman akrab di Sumenep. Insya Allah bisa segera terwujud. Amin.

    BalasHapus
  5. Akhirnya, artikel yang saya cari2 ketemu juga

    BalasHapus
  6. Itu harga 75rb seriusan? Kok saya pernah dikasih tau, katanya 300-400an untuk yang standard

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.

Fanpage

Member of

Emak Emak Blogger
Blogger Perempuan
Komunitas Blogger Madura

Instagram