facebook instagram twitter

Riska Ngilan

  • Home
  • About
  • Kategori
    • Pengalaman
    • Sponsored Post
    • Perempuan
  • Disclosure
Penerapan teknologi yang semakin ramai dikembang menjadi salah satu acuan betap pesatnya zaman berkembang. Saat ini sedang booming penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dijalankan oleh mesin dan diprogram supaya bisa berpikir layaknya manusia.

Bahkan, hamper semua tugas manusia nantinya bisa tergantikan oleh teknologi ini. Tentunya implementasi dan penggunaannya bisa memberikan berbagai keuntungan di berbagai aspek. Karena pemanfaatannya dengan bijak bisa memberi dampak yang signifikan, beberapa lini industri pun telah memanfaatkan AI.

Seperti otomotif, perbankan, kesehatan, manufaktur, media dan hiburan merupakan 5 sektor yang disebut-sebut paling banyak memanfaatkan teknologi ini. Selain meningkatkan kualitas kehidupan manusia, kehadiran teknologi nyatanya memudahkan berbagai hal yang dulu dirasa sulit dan tidak mungkin terwujud dalam sejarah peradaban manusia.

Asli Karya Anak Bangsa, Nodeflux


Di tengah ramainya perbincangan tentang Artificial Intelligence serta penerapannya ada satu perusahaan teknologi yakni Nodeflux yang telah membuktikan bahwa pengembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi solusi untuk membawa Indonesia ke masa depan yang lebih cerah.

Nodeflux sendiri resmi didirikan pada tahun 2016 oleh Meidy Fitranto. Meidy Fitranto adalah alumni Teknik Industri ITB, yang kini berprofesi sebagai Co-Founder dan CEO Nodeflux, sebuah perusahaan startup yang bergerak di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Intelligent Video Analytics dengan menggunakan teknologi machine learning dan deep learning.

Pada awalnya, Nodeflux tidak bergerak dalam bidang AI, melainkan distributed analytics platform yang lebih berfokus pada komputasi data universal dengan distributed system meskipun sejak awal memang sudah dekat dengan big data, Internet of Things (IoT), dan video analytics. Seiring dengan perjalanannya, akhirnya mulai mengembangkan produk teknologi berbasis AI.

Nodeflux menjadi salah satu startup yang menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi Artificial Intelligence di Indonesia. Asli hasil karya anak bangsa, Nodeflux berhasil mengembangkan teknologi dengan Intelligent Video Analytics dan Computer Vision produk Smart City.

Misi utama mereka adalah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengatasi berbagai masalah di berbagai sektor, termasuk perencanaan perkotaan, transportasi, dan pengawasan lingkungan. Core bisnis dari Nodeflux adalah providing efficiency menggunakan AI dengan basis computer vision, yang intinya adalah mengubah sebuah gambar atau video menjadi suatu data atau insight.

Teknologi Artificial Intelligence yang dikembangkan oleh Nodeflux telah membantu mendeteksi ketinggian air di sungai-sungai dan daerah yang berpotensi banjir. Tentunya dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Informasi ini disampaikan secara real-time kepada pejabat terkait, dan peringatan diberikan saat ketinggian air mencapai tingkat kritis.


Dengan begitu pemerintah bisa mengantisipasi dengan mengambil tindakan strategis untuk melakukan pencegahan demi meminimalkan potensi kerugian akibat banjir. Selain menjadi solusi manajemen perkotaan, Meidy melihat adanya permintaan yang tinggi terhadap sistem electronic Know your Customer (eKYC).

Pada layanan perbankan dan financial technology (Fintech), dalam masa pandemi pada saat itu. Sistem eKYC membuat proses verifikasi calon nasabah menjadi lebih mudah. Hal ini disebabkan karena KYC manual dapat memakan lebih banyak waktu dan terganjal sejumlah permasalahan.

Meidy melihat industri teknologi bidang AI terus berkembang, terlebih pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat investor tergiur untuk menanamkan modal. Nodeflux juga aktif dalam mengatasi masalah lalu lintas di Indonesia. Dengan mengembangkan program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Program ini menggunakan Teknologi Artificial Intelligence untuk mengawasi lalu lintas dan mendeteksi pelanggaran. Program ini berperan penting dalam menegakkan hukum lalu lintas dengan lebih efisien, yang memantau lalu lintas jalanan menjadi terawasi dengan baik. Bukan hanya itu saja, Nodeflux juga berkontribusi dalam sistem National Traffic Management Center (NTMC).

Sebuah sistem yang merupakan langkah penting dalam mengatur lalu lintas secara nasional. Teknologi Artificial Intelligence yang mereka miliki digunakan dalam mengumpulkan data lalu lintas dari berbagai sumber, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik untuk mengatasi kemacetan dan masalah lalu lintas lainnya.

Teknologi Artificial Intelligence buatan Indonesia ini tidak hanya bermanfaat dalam mengatur lalu lintas, tetapi juga dalam memantau jumlah kendaraan yang melintas. Hal ini membantu pemerintah dalam perencanaan pembangunan infrastruktur yang lebih baik sesuai dengan perkembangan lalu lintas yang dinamis.

Meidy Fitranto Terima Penghargaan SATU Indonesia Awards


Nodeflux adalah contoh sukses dari startup Artificial Intelligence asli Indonesia yang telah membuktikan dampak positif Teknologi AI dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. Dengan dedikasi dan tekad mereka, Nodeflux membawa harapan untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Berkat keberhasilan dan manfaat yang diberikan Nodeflux pada Indonesia, Meidy Fitranto berhasil menerima penghargaan SATU Indonesia Awards tahun 2018 di bidang teknologi. Lebih dari itu, kehadiran Nodeflux menjadi satu semangat baru yang membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa unggul dan bersaing di berbagai bidang, termasuk di dunia Artificial Intelligence.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Di sebuah desa di Lereng Gunung Raung, Kabupaten Banyuwangi mayoritas penduduknya berprofesi sebagai peternak sapi perah. Dari hasil perah tersebut roda perekonomian penduduk pun berputar. Namun sayangnya, banyak sekali peternak yang belum sejahtera hidupnya akibat terkendala susu sapi yang mudah basi.

Tanpa pengawetan, susu sapi usai diperah hanya mampu bertahan 5 jam saja sedangkan dengan pasteurisasi, ketahanan susu meningkat sampai 2 hari. Belum lagi masih minimnya pemanfaatan teknologi membuat para peternak harus rela produksi susu sapinya dijual dengan harga yang sangat murah.

Saat itu, satu liter susu perah hanya dibanderol sekitar Rp 4.000 - Rp 5.000 saja bila dijual ke Koperasi Unit Desa (KUD) ataupun perusahaan. Para peternak sapi perah ini juga masih harus bersabar menunggu pembayaran yang terkadang sampai seminggu setelah penyetoran susu.

Sejahterakan Peternak Sapi Perah Dengan Alat Kejut Listrik


Melihat kondisi yang begitu memprihatinkan tersebut Hadi Apriliawan yang merupakan salah satu pemuda asli desa tersebut memiliki ide untuk menciptakan sebuah inovasi baru demi bisa mensejahterakan kehidupan para peternak sapi perah. Ia berhasil menciptakan alat kejut listrik tegangan tinggi (50.000 volt) yang mampu mengawetkan susu hingga 7 hari.

Perjalanan dimulai, saat itu Hadi yang masih mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, berkesempatan untuk mengikuti Program Kreatif Mahasiswa (PKM). Bukan proses yang mudah, ia harus membaca puluhan jurnal penelitian sebagai referensi hingga bolak-balik berkonsultasi dengan dosen.

Hal tersebut ia lakukan untuk menemukan teknologi mesin yang pas. Sampai akhirnya, ia menemukan sebuah buletin dari Jepang tentang sushi. Dalam buletin tersebut, ternyata daging ikan sebagai bahan utama sushi disimpan dengan teknologi pasteurisasi kejut listrik bertegangan tinggi agar tidak mudah busuk.

Menurut Hadi, bila daging saja bisa diawetkan dengan pasteurisasi, susu yang sama-sama bersifat konduktor atau penghantar listrik harusnya juga bisa. Teknik kejut listrik untuk pengawetan produk makanan sebenarnya sudah populer dan banyak diterapkan di Jepang, terutama untuk mengawetkan ikan segar.

Sebab, warga Jepang terkenal sebagai konsumen ikan segar terbesar di dunia. Teknik pengawetan ikan segar dengan kejut listrik tegangan tinggi sangat diminati. Itu karena kualitas produk makanan relatif tetap, tanpa bahan tambahan, dan memiliki daya tahan cukup lama.

Hadi pun mempelajari teknologi kejut listrik tegangan tinggi untuk diterapkan pada pengawetan susu sapi sehabis diperah. ercobaan demi percobaan yang dilakukan sejak tahun 2007 itu pun akhirnya membuahkan sebuah prototype alat pasteurisasi plasma keju listrik.

Lalu, alat itu diberi nama Latte Electricity atau dikenal pula dengan julukan Susu Listrik (Sulis). Sebagai sebuah alat percontohan, saat itu Sulis hanya mampu menampung 5 liter susu sapi. Itu pun baru mampu memperpanjang masa simpan susu hingga seminggu. Inovasi pun terus disempurnakan hingga akhirnya Hadi berhasil menciptakan dua jenis mesin Sulis.

Kedua jenis mesin ini berkapasitas 20 liter dan 1,2 ton dengan tegangan 50kV-100kV melalui CV Inovasiana Anak Negeri. Selain kapasitas yang besar, keunggulan mesin pasteurisasi plasma listrik ciptaan Hadi juga memungkinkan 98 persen bakteri jahat pada susu perah terbunuh, tanpa merusak nutrisinya.


Selain itu, bisa memangkas waktu produksi sehingga bisa lebih cepat. Untuk kapasitas 5 liter hanya dibutuhkan waktu 5 menit sedangkan untuk kapasitas 100 liter hanya diperlukan waktu sekitar 15 menit.

Berbeda dengan mesin pasteurisasi termal yang menggunakan panas yang kerap membuat nutrisi di dalam susu berkurang. Kehadiran alat ini membawa harapan baru bagi peternak. Pasalnya, dengan metode kejut listrik hasil susu perah bisa bertahan lebih lama serta kandungan protein dan gizi dalam susu segar hasil perahan peternak tetap terjaga.

Setelah dirasa telah berhasil, ia pun kembali ke desanya untuk memperkenalkan inovasi Susu Listrik yang akhirnya membawa perubahan bagi kesejahteraan peternak sapi Banyuwangi dan sekitarnya. Bahkan berkat inovasi tersebut, banyak peternak yang dulu hanya bergantung pada KUD dan perusahaan, beralih menjual susu pasteurisasi dalam kemasan.

Alat ini telah teruji melalui Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Unibraw yang berstandar nasional. Tidak berhenti disitu saja, pada 2013 Hadi merintis PT MaxZer Solusi Steril dengan alat-alat serta fasilitas uji laboratorium yang lebih lengkap dan modern.

Hadi Apriliawan Terima Penghargaan Satu Indonesia Awards


Inovasi bisa datang dari mana saja. Bahkan, tidak jarang pula ide cemerlang justru muncul saat tengah berhadapan dengan masalah yang ada di lingkungan kita. Inovasinya dalam mengembangkan mesin pasteurisasi Sulis ini juga mengantarkan Hadi sebagai penerima apresiasi Satu Indonesia Awards tahun 2015 di bidang teknologi.

Kita berharap muncul sosok Hadi lain, perekayasa yang membuat inovasi berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, teknologi yang diciptakan tidak berhenti sebatas prototipe atau tulisan laporan saja. Namun, kita mampu menciptakan inovasi yang bisa membantu orang-orang sekitar.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Salah satu kebaikan yang tidak ternilai harganya adalah saat kita bisa membantu menyelamatkan nyawa orang melalui sekantong darah yang kita sumbangkan. Semakin majunya zaman dan banyaknya informasi membuat banyak orang mulai paham betapa pentingnya menjadi pendonor darah.

Orang-orang dengan sukacita mendonorkan daranya setiap tiga bulan sekali, hal ini bertujuan supaya stok darah yang dibutuhkan bisa tercukupi. Dari mulai diadakan kegiatan sosial donor darah hingga datang secara rutin ke PMI (Palang Merah Indonesia) untuk melakukan donor darah secara rutin.

Namun, dengan semua usaha yang telah dilakukan menurut data dari PMI menunjukkan bahwa baru 85% saja kebutuhan darah nasional yang bisa terpenuhi. Hal tersebut mengakibatkan para penerima darah masih kesulitan untuk mendapatkan donor darah. Sehingga aksi donor darah melalui carah “Jemput Bola” pun dilakukan demi tercukupinya kebutuhan darah.

Jemput Bola Melalui Mesin Pencari Darah


Memiliki 270 juta jumlah penduduk, membuat Indonesia menjadi negara yang membutuhkan kantong darah yang bisa dibilang tidak sedikit. Dari jumlah penduduk atau sekitar 5,4 juta kantong darah setiap tahun, idealnya kita membutuhkan ketersediaan kantong darah sebanyak 2% menurut data standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Faktanya, tingkat kecukupan kantong darang di Indonesia belum terpenuhi. Masih banyak calon penerima darah yang kesulitan untuk menerima darah. Banyak keluarga penerima darah yang harus rela mengantri bahkan pulang dengan “Tangan Kosong”. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk bisa memenuhi kebutuhan kantong darah di Indonesia yang cukup tinggi.

Program donor darah rutin dari Palang Merah Indonesia (PMI) dirasa belum cukup untuk menjawab permasalahan ini. Diperlukan program jemput bola yang bisa menghubungkan para penerima darah dengan para pendonor secara langsung sehingga kebutuhan darah bisa dipenuhi sesegera mungkin.

Melihat fakta tersebut membuat Ahyar Muawwal menggagas kegiatan donor darah dan aksi jemput bola supaya masyarakat yang membutuhkan kantung darah bisa mendapatkannya segera. Berangkat dari pengalaman pribadinya , ia pernah kesulitan mendapatkan donor darah bagi temannya yang sedang sakit.

Meski sudah datang langsung ke PMI serta melakukan broadcast melalui Whatsapp dan sosial media, hasilnya tetap nihil. Dari pengalaman tersebut, ia bersama teman-temannya tergerak menciptakan aplikasi Darah Kita yang menjadi platform penghubung antara orang-orang yang membutuhkan darah dengan calon pendonor.

Aplikasi Darah Kita diciptakan dengan harapan tidak ada lagi orang-orang yang meninggal karena tidak mendapatkan donor darah. Dengan aplikasi ini calon pendonor darah dengan orang yang membutuhkan bantuan darah, dapat melakukan pencarian donor darah berdasarkan wilayah, dengan bantuan fitur chatting untuk berinteraksi dengan donor secara langsung.

Aplikasi Darah Kita bisa digunakan oleh pasien, keluarga, kerabat atau teman pasien yang membutuhkan darah untuk mencari calon pendonor berdasarkan golongan darah dan kota tempat tinggal terdekat di daerah Sulawesi Selatan. Aplikasi ini sangat berguna terutama dalam keadaan darurat melalui fitur utamanya, broadcast.



Sebanyak 5600 pengguna di Sulawesi Selatan dengan total broadcasting urgency kebutuhan darah mencapai 50-100 broadcast per hari berhasil ditemukan melalui mesin pencari kantong darah. Tidak berhenti disitu saja, Ahyar dan tim secara aktif menjalin kerja sama dengan PMI Kota Palopo, PMI Kota Makasar, dan sejumlah komunitas darah

Hal tersebut dilakukan untuk menyosialisasikan aksi donor darah serta memanfaatkan layanan yang disediakan oleh aplikasi Darah Kita. Selang beberapa tahun berkolaborasi dan bekerja sama dengan PMI, Ahyar dan tim mengikuti program inkubasi Grab. Melalui program ini, sejumlah bantuan dana dari CSR Grab berhasil didapatkan oleh Darah Kita.

Dana tersebut digunakan untuk melanjutkan kegiatan sosial dan melakukan ekspansi ke 24 Kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan. Meskipun saat ini aplikasi tersebut hanya tersedia untuk pengguna di Sulawesi Selatan, inovasi yang Ahwal bawa bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya.

Selain memudahkan orang-orang yang memerlukan darah untuk mendapatkan darah sesuai golongan darah dan tempat tinggal melalui aplikasi. Aplikasi Darah Kita juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat donor darah dan mengajak untuk saling menolong dengan mendonorkan darah.

Aplikasi Darah Kita Terima Penghargaan Satu Indonesia Award


Melalui pelaksanaan 13th Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards di tahun 2022, Astra kembali memberikan apresiasi kepada generasi muda yang tidak kenal lelah memberi manfaat bagi tanah air. Setelah melewati enam bulan masa penjaringan, terpilihlah kedua belas orang finalis 13th SATU Indonesia Awards 2022.

Salah satunya di bidang teknologi, penyambung Donor Darah via Daring, Ahyar Muawwal dari Sulawesi Selatan. Harapannya, dengan kemunculan ‘mesin pencari kantong darah’ ini kesadaran masyarakat akan manfaat dan pentingnya mendonorkan darah bisa semakin meningkat.

Aplikasi ini memang belum bisa diakses di seluruh Indonesia dan masih difokuskan untuk memaksimalkan penggunaannya di satu provinsi saja. Namun ke depannya akan direplikasi ke provinsi lain sehingga semakin banyak orang yang sadar pentingnya integrasi teknologi serta kerja sama antar pihak untuk bisa segera memenuhi kebutuhan darah di Indonesia.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Air merupakan salah satu kebutuhan utama manusia untuk hidup di bumi, tanpa adanya air rasanya mustahil kita bisa hidup. Sedangkan di dalam tubuh kita saja 70% tersisi air, lalu bagaimana jadinya apabila air tidak ada di saat musim kemarau melanda? Atau kesulitan mendapatkan air akibat tempat yang ditinggali air sulit dialiri air?

Saat musim kemarau melanda menyebabkan timbulnya kekeringan dimana-mana, hal tersebut tentu saja memberi dampak pada cadangan air tanah yang akan habis akibat proses penguapan yang terjadi secara terus menerus, belum lagi penggunaan air oleh manusia akan membuat stok air bersih yang bisa digunakan habis.

Lagi-lagi, karena kekeringan menyebabkan timbulnya masalah lain. Tidak ada air bisa mengakibatkan perekonomian terganggu, padi-padi yang ditanam di sawah banyak gagal panen karena kurangnya pasokan air. Masyarakat butuh air untuk kehidupan sehari-hari, mulai dari mandi, memasak, mencuci baju, dan lain sebagainya.

Menyulap Air Tanah Kapur untuk Daerah Kekeringan


Bagaimana rasanya jika tidak bisa mandi setiap hari karena kekurangan air? Itu salah satu hal yang dirasakan oleh 544 kepala keluarga atau 2.350 jiwa di desa Pucung, kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Padahal normalnya di Indonesia, mandi sehari dua kali apalagi kalau cuaca lagi panas-panasnya bisa lebih dari dua kali sehari karena tubuh berkeringat.

Fyi, Kabupaten Gunung Kidul secara geografi termasuk dalam kawasan karst (pegunungan kapur) Gunung Sewu, sehingga identik dengan lingkungan yang kering dan gersang di mana kondisi tanah banyak mengalami rekahan. Masyarakat wilayah Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya seperti Wonogiri, air untuk kebutuhan domestik berasal dari air tanah dan air hujan.

Joko Sulistyo adalah salah satu anggota pencinta alam KMP Giri Bahama, Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Solo yang membantu warga Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah yang kesulitan air bersih. Dengan memanfaatkan kawasan karst yang memiliki potensi sumber air tanah yang sangat melimpah.

Air tanah tersebut terkonsentrasi pada retakan dan sungai-sungai bawah tanah yang ada di gua ataupun jauh di bawah tanah. Salah satu keunggulan dari mata air karst adalah waktu tunda yang panjang antara hujan hingga keluar ke mata air sehingga beberapa mata air karst akan memiliki debit yang cukup besar saat musim kemarau.

Banyaknya gua yang berada di daerah Gunung Kidul diketahui memiliki potensi sumber air di dalamnya atau sungai bawah tanah warga bisa mengakses sumber mata air ini. Ada 13 gua yang berhasil dijelajah oleh Joko dan di Gua Suruh ia berhasil menemukan mata air yang airnya bisa diangkat ke atas.

Namun karena lokasi airnya di bawah permukaan dan Gua Suruh tersebut merupakan jenis gua vertikal yang curam, maka Joko dan warga desa juga kebingungan untuk mengalirkan air tersebut ke permukaan. Lewat proposal pengajuan bantuan dan penggalian informasi tentang pengangkatan air sungai bawah tanah di berbagai literatur, Joko tidak pantang menyerah menyampaikan gagasannya tersebut dan berupaya mewujudkannya.

Joko menyelidiki potensi gua karst, termasuk mengidentifikasi keberadaan air di gua tersebut, apakah berbentuk kolam, sungai bawah tanah, atau aliran saat musim hujan. Usaha Joko Sulistyo untuk membantu warga Desa Pucung tidak berjalan mulus. Baru sepuluh tahun kemudian, setelah ia dan kawan-kawannya menyampaikan penemuannya.

Gagasan tersebut didanai dengan dana alokasi khusus Desa Pucung dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Bekerja sama dengan para warga desa dan rekan sejawatnya, Joko kemudian membuat bendungan di dalam gua, memasang pompa, dan pipa. Proses tersebut memakan waktu lama, perlu ketekunan dan kesabaran.



HIngga pada akhirnya di tahun 2013 air berhasil diangkat ke permukaan dan para warga Desa Pucung kemudian bisa mengonsumsi air dari Gua Suruh. Joko Sulistyo berhasil menyebarkan wawasan tentang pentingnya menjaga karst dan menjaga ketersediaan air, serta menjaga ekosistem yang ada di gua tersebut.

Sehingga tidak rusak, karena semuanya berkaitan. Ia masih sering menengok untuk melihat kondisi pipa dan tower air tersebut. Upayanya ini menumbuhkan keseriusan pemerintah untuk membuat pemetaan sungai bawah tanah. Apabila air di sungai bawah tanah di daerah karst bisa diangkat, maka persoalan kekeringan di daerah Pegunungan Sewu dan daerah karst lainnya akan bisa teratasi.

Kerja Keras Joko Sulistyo Diapresiasi Satu Indonesia Awards


Belasan tahun lamanya Joko Sulistyo bekerja keras untuk bisa membantu warga desa Pucung, kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah mendapatkan apresiasi dari Satu Indonesia Awards di bidang Lingkungan pada tahun 2013 lalu. Joko menjadi salah satu pemuda-pemudi inspiratif yang memiliki semangat yang sejalan dengan PT Astra International Tbk.

Berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar serta membawa semangat perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Semoga ke depan semakin banyak lagi sosok seperti Joko Sulistyo yang rela mengorbankan waktu dan tenaga selama belasan tahun untuk kepentingan masyarakat banyak.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Gizi buruk masih menjadi salah satu masalah besar di Indonesia. Gizi buruk bisa terjadi pada anak karena tubuh anak tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan melalui makanan. Ada banyak orang tua diluaran sana yang sudah tidak lagi sempat memikirkan bagaimana cara agar kebutuhan nutrisi anaknya tercukupi.

Jangankan memikirkan nutrisi anak, hari ini bisa makan saja sudah sangat bersyukur. Ya, kemiskinan menjadi penyebab utama banyak anak di Indonesia mengalami gizi buruk, kesehatan tubuh dan kecerdasannya pun ikut menurun. Kalau dibiarkan begini terus, maka jangan kaget jika sumber daya manusia (SDM) di Indonesia terus melemah.

Kondisi prihatin inilah menjadi fokus Idho Meilano Kurniawan Putra yang berhasil menyalurkan bantuan untuk anak-anak yang kekurangan gizi. Dia membentuk komunitas dan mencari sponsor untuk mendistribusikan nutrisi dan susu. Perusahaan dan individu yang bersimpati memberikan donasi untuk menolong ribuan anak yang menderita gizi buruk.

Nutrisi untuk Anak Penyandang Gizi Buruk


Berawal dari pengalamannya yang pernah menjadi relawan food bank di Kanada, Idho Meilano tergerak untuk melakukan hal yang sama di negeri sendiri. Sepulangnya dari Kanada, dia dihadapkan dengan kondisi kekurangan pangan yang banyak terjadi pada anak dan keluarga di Indonesia.

Sehingga dia pun berinisiatif untuk mendirikan komunitas Indonesia Food Bank (IFB) yang berfokus pada anak-anak dengan status gizi buruk. Cara kerjanya dengan mengumpulkan makanan layak makan dari berbagai pihak dan menyalurkannya ke orang yang membutuhkan.

Indonesia Food Bank mengumpulkan data dan informasi mengenai anak gizi buruk di suatu daerah. Setelah itu, tim Indonesia Food Bank bersama ahli gizi akan menyambangi kediaman anak tersebut dan melakukan pendampingan bagi orang tua untuk memperbaiki status gizi anak, semua dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu anak yang pernah dipantau langsung oleh Indonesia Food Bank adalah Yusrina Ainiah Putri usia 3 tahun, anak penyandang status gizi buruk yang berat badannya hanya 7 kilogram saja. Bahkan untuk menopang berat badannya sendiri saja tidak mampu, apalagi digunakan untuk berjalan dan berlari layaknya anak normal pada usianya.

Orangtua Yusrina sendiri bukan berasal dari kalangan berada. Ayah Yusrina hanya bekerja sebagai penjual pulsa, aksesoris, dan kartu telepon seluler. Bahkan mirisnya lagi, Ibu Yusrina tidak tahu berapa penghasilan suaminya alias tidak tentu. Bisa dilihat kalau kemiskinan memang menjadi salah satu penyebab utama gizi buruk.

Dari IFB, Yusrina mendapatkan bantuan makanan seperti biskuit dan susu secara rutin. Kondisinya terus dipantau setiap minggu sampai berat badannya berhasil naik ke angka 11 kilogram. Tubuh Yusrina pun mulai kuat dan bisa kembali berjalan maupun berlari seperti anak-anak normal lainnya.

Anggota Indonesia Food Bank berkeliling setiap hari Minggu untuk mengunjungi anak-anak yang kekurangan gizi. Idho menggerakkan generasi muda untuk peduli terhadap gizi buruk dengan membentuk IFB pada 21 Februari 2016. Jumlah anggota IFB sekitar 500 orang, di Banten, jumlah anggota IFB sekitar 250 orang. Mereka tersebar di Cilegon, Serang, Pandeglang, Tangerang, dan Lebak.



Tidak hanya anak gizi buruk, Indonesia Food Bank juga menyalurkan makanan untuk lansia yang tinggal sendirian, dan masyarakat tidak sejahtera. Puluhan ribu orang telah menjadi penerima manfaat dari kegiatan Indonesia Food Bank ini. Termasuk juga relawan yang secara berkelanjutan menjadi donatur tetap dalam gerakan ini.

Terkadang karena kesulitan jarak dan waktu untuk mendonasikan makanan, banyak donatur yang memberikan uang. Akan tetapi, Indonesia Food Bank akan menggunakan uang itu untuk pembelian bahan makanan untuk disalurkan kembali. Idho mengatakan bahwa sekalipun donatur memberi dalam bentuk uang, bentuk donasi yang diterima oleh penerima manfaat dari gerakan ini selalu berbentuk pangan.

Idho percaya bahwa untuk mencapai tujuan yang lebih besar dalam menangani masalah pangan dan gizi, kolaborasi dengan berbagai pihak sangatlah penting. Bekerja sama dengan organisasi lain, pemerintah, dan masyarakat luas adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang nyata.

Dengan sinergi yang baik, gerakan ini bisa lebih luas menjangkau anak-anak yang membutuhkan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi. Melalui Indonesia Food Bank, Idho berharap masa depan pangan dan gizi di Indonesia bisa menjadi lebih baik.

Sukses Terima Penghargaan Satu Indonesia Award


Berkat inisiatif ini, Idho pernah mendapatkan penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Award 2018 kategori kesehatan pada tahun 2018 oleh PT Astra International Tbk. Idho menjadi salah satu dari ratusan pemuda yang menginspirasi dan memberikan dampak positif ke masyarakat.

Semoga kedepannya Indonesia Food Bank terus melangkah maju dengan komitmen untuk memerangi kelaparan dan gizi buruk di Indonesia, memberikan harapan kepada ribuan anak-anak untuk hidup lebih sehat dan berdaya di masa depan. Semoga komunitas ini bisa menginspirasi banyak masyarakat untuk peduli pada gizi buruk di Indonesia.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Disaat banyak orang terfokus tentang parenting dan stunting, pernahkan terbesit dari benar kita bagaimana keadaan lansia di sekitar kita saat ini? Akankah kehidupan mereka terawat? Apakah mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik? Sudahkah mereka bisa menikmati masa tua dengan layak?

Sejak tinggal bersama bapak yang sudah mulai memasuki fase lansia, saya tahu betul betapa berat hidup sebagai lansia. Betapa mereka sangat membutuhkan cinta, kasih sayang dan perhatian dari orang-orang sekitar. Daya pikir yang mulai menurun, perasaan yang sangat sensitif dan gejolak emosi yang naik turun.

Darisanalah sudah waktunya kita mulai memberi perhatian lebih pada lansia, dan inilah yang dilakukan oleh salah satu bidan berhati emas yang bertugas di salah satu desa terpencil di Pulau Sumatera. Resmi diterima sebagai ASN membuat bidan ini awalnya merasa kaget bahkan tempat tugasnya pun ia belum pernah tahu.

Mengenal Sosok Hardinisa Syamitri, Bidan Berhati Emas Sahabat Lansia


Siapa yang tidak terkejut saat mengetahui penempatan tugas berada di tempat pelososk dan terpencil? Inilah yang dirasakan oleh Hardinisa Syamitri, atau yang akrab dipanggil dengan Bu Icha. Ia adalah seorang bidan yang diterima sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah Luak Bega.

Sangat mengejutkan disana tidak ada signal handphone maupun listrik, ditambah dengan kondisi jalanan yang memperihatinkan. Selain rusak, jalanan ini menjadi sangat becek ketika turun hujan sehingga sulit untuk dilewati oleh kendaraan. Bukan hanya itu saja, kedatangan Bu Icha tidak serta langsung diterima oleh masyarakat setempat dan beliau dianggap aneh.

Namun, di Jorong Luak Begak, pilihan utama saat sakit adalah pergi kepada dukun kampung, bukan tenaga kesehatan. Bahkan ketika ada tenaga kesehatan yang ditugaskan di daerah ini, mereka seringkali meragukan kemampuannya. Karenanya keberadaan tenaga Kesehatan pada tahun 2006 masih kalah pamor daripada dukun beranak.

Apalagi untuk daerah Luak Bega ini memang baru ada Bidan yang ditempatkan disana setelah sekian lama. Bahkan setelah beberapa bulan berada disana, Bu Icha masih belum bisa diterima oleh masyarakat dan mereka masih saja menganggap bahwa jika mau berobat atau melahirkan datang saja ke dukun dan tidak perlu ke Bidan.

Tidak menyerah begitu saja, Bu Icha tetap mencari cara agar masyarakat mau menerimanya dan mereka bisa mendapat penanganan medis dengan benar. Hingga beberapa waktu berselang, akhirnya beliau menemukan akar permasalahan yang menjadi penyebab masyarakat ini lebih memilih dukun daripada Bidan untuk penanganan medis.

Ternyata penyebab masyarakat disana lebih memilih melahirkan ke dukun bernaka dibandingkan ke bidan adalah anjuran dari orang tua yang menganggap melahirkan ke dukun beranak lebih hebat daripada ke bidan. Dari situlah Bu Icha, berinisiatif untuk mencoba mendekati para orang tua dan lansia di daerah tersebut.

Bu Icha menginisiasi Seroja (Sehat Rohani Jasmani) pada tahun 2010, yaitu kegiatan senam yang bertujuan untuk mengurangi potensi penyakit degeneratif pada warga yang telah lanjut usia atau lansia. Bu Icha juga memberikan sosialisasi mengenai penyakit yang rawan dialami oleh lansia seperti jantung dan rematik juga pemeriksaan kesehatan secara rutin.


Setelah program Seroja berjalan manfaatnya mulai dirasakan oleh warga lansia, salah satunya yaitu Ibu Suwarni. Menurut Ibu Suwarni bahwa sebelumnya badannya sakit-sakit semua dan setelah mengikuti kegiatan ini sakit itu sudah tidak ada lagi. Selain itu Bu Icha juga membuat program lain agar lebih variatif dan warga lansia tidak bosan.

Yaitu pelatihan untuk memanfaatkan barang-barang bekas yang diubah menjadi beragam kerajinan tangan dan dapat dijual atau dijadikan hiasan rumah. Upaya ini juga sebagai salah satu tindakan preventif untuk menunda kepikunan pada warga lansia.

Seperti yang kita ketahui, negara maju umumnya memiliki sistem perawatan kesehatan yang lebih baik, jaringan dukungan sosial yang lebih kuat, dan tingkat kemiskinan yang lebih rendah di kalangan lansia. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap negara memiliki tantangan unik dalam merawat populasi lansia mereka, dan Indonesia memiliki potensi untuk memperbaiki kondisi lansia melalui upaya kolaboratif dari pemerintah, organisasi masyarakat, dan individu seperti Hardinisa Syamitri.

Hardinisa Syamitri Terima Penghargaan SATU Indonesia Award 2013


Dengan berbagai kegiatan dan program yang berhasil dilakukan oleh Bu Icha untuk masyarakat Luak Bega. Membawa ia menjadi salah satu pemenang pada apresiasi SATU Indonesia Award di bidang kesehatan pada tahun 2013 dan menjadi satu-satunya perempuan pada acara tersebut.

Hardinisa Syamitri adalah contoh nyata seorang pahlawan kesehatan yang gigih dan peduli akan kesehatan masyarakatnya. Melalui dedikasinya yang tinggi, dia berhasil merubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat, mengarahkan mereka untuk mempercayai tenaga kesehatan dan merawat kesehatan mereka.

Pengabdian tanpa pamrihnya dan semangat untuk memajukan kesehatan masyarakatnya adalah inspirasi bagi kita semua, mengingatkan bahwa siapapun bisa menjadi pahlawan dalam melayani kepentingan bersama dan kesejahteraan masyarakat. Jadi, mulai sekarang yuk belajar memperhatikan dan peduli pada lansia di sekitar kita!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Terobosan baru di dunia skincare kembali hadir demi memberikan solusi dari bermacam permasalahan kulit wajah. Fakta mengejutkan, Ion negatif yang merupakan salah satu unsur alam ternyata mampu membuat kulit wajah “Self Healing”. Fyi, bepergian ke gunung, pantai dan air terjun ternyata bisa menjadi pilihan self healing, lho.

Itu karena alam merupakan penghasil ion negatif berlimpah yang dibutuhkan kulit wajah. Dimana kita tahu setiap hari kulit wajah terpapar polusi udara, dan perubahan iklim yang sedang terjadi beberawa waktu terakhir ini benar-benar membuat kulit wajah kusam, berjerawat dan jauh dari kata kulit sehat.

Menurut riset pakar biologi molekuler dalam International Journal of Molecular Sciences, perubahan iklim dapat merusak skin barrier atau lapisan terluar kulit yang menjadi pertahanan pertama tubuh, sehingga meningkatkan risiko iritasi dan infeksi kulit. Paparan polusi di kota-kota besar mempercepat kerusakan skin barrier.

Self Healing Kulit Dengan Ionic Skincare System


Skin barrier di kulit manusia bisa melakukan self healing ketika diberi perlakuan yang tepat. Menggabungkan antara kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) di level kulit secara seimbang. Berfungsi untuk menjaga kondisi kulit agar terhindar dari radikal bebas penyebab peradangan.

Dengan kadar ion yang seimbang inilah, calsium skincare dan magnesium skincare akan membantu sel kulit untuk melakukan self healing kulit. Selain itu juga memperkuat skin barrier, mengunci kelembaban, dan melindungi kulit dari bakteri penyebab infeksi dan jerawat.

Interbat Aesthetic resmi meluncurkan rangkaian produk pertamanya di bawah brand Xtracare sebagai Ionic Skincare System pertama di dunia. Produk ini diklaim merupakan Ionic Skincare System pertama di dunia. Formulasi Xtracare adalah kombinasi antara Ion Balancing Minerals dan Intercellular Lamellar Emulsion.

Produk ini menjawab kebutuhan kita semua atas produk skincare yang tidak hanya merawat tapi juga mengembalikan kesehatan kulit. Sudah teruji klinis dan teknologinya canggih, namun menggunakan unsur alam. Aman untuk kulit sensitif dan bermasalah. Xtracare terdiri dari dua rangkaian kategori yaitu Xtrabarrier dan Xtrawhite.

Rangkaian Xtracare Xtrawhite Formula
Source : Doc. Pribadi

Review Xtracare dengan Xtrawhite Formula Perawatan Tepat untuk Self Healing Kulit


Bertambahnya usia membuat saya semakin sadar kalau kulit wajah bukan cuma dirawat namun juga dikembalikan kesehatannya. Saya ini tipe perempuan yang kurang suka pakai make up dan lebih PD kalau tampil natural dengan kulit sehat dan cerah. Pas keluar rumah saya lebih nyaman pakai sunscreen saja, lho.

Untuk bisa tampil dengan wajah natural, maka saya harus memastikan kalau kondisi kulit saya sedang baik-baik saja. Formula Xtrawhite dari Xtracare benar-benar merawat dan mengembalikan kesehatan kulit wajah saya. Kusam, warna kulit tidak merata, dan muncul jerawat kecil terlebih saat mendekati hari haid.

Rangkaian formula Xtracare yang saya pakai beberapa waktu terakhir ini adalah

  • Ionic Brightening Cleanser
  • Ionic Refining Toner
  • Ionic Radiance Serum

Ionic Brightening Cleanser


Ionic Brightening Cleanser adalah Sabun Cuci muka lembut dengan Formula XtraWhite Formula berbahan dasar aqua (watery) yang mengandung bahan aktif Ion Balancing Minerals (ion Kalsium & Magnesium) dan Phyto-Lightening Complex. Sabun pembersih ini bisa digunakan untuk semua tipe kulit, berfungsi :

  1. Membersihkan kulit wajah secara tuntas, dengan kemampuan mengeliminasi kelebihan minyak, kotoran dan kulit mati yang menempel di kulit wajah.
  2. Mengurangi kesan warna kulit yang tidak merata.
  3. Mencerahkan kulit wajah.
  4. Mengurangi kemerahan kulit wajah dan menenangkan kulit yang mengalami iritasi dan sensitif.
  5. Mempersiapkan kulit wajah dalam kondisi yang bersih untuk menerima bahan aktif dari krim pagi dan malam.

Pembersih wajah dari Xtracare ini mampu membersihkan kotoran di wajah saya dengan sempurna tanpa meninggalkan kesan kering dan kusam. Setelah memekainya kulit wajah saya menjadi bersih, halus dan lembabnya tahan lama. Dipakai sedikit dan diratakan ke seluruh bagian wajah dengan busa yang lembut dan ada sensasi dingin di wajah saya.

Source : Doc. Pribadi

Sungguh nyaman sekali saat diaplikasikan ke kulit wajah terutama kulit wajah yang lelah dan butuh self healing. Kulit wajah saya terasa sangat dimanjakan, ini kali pertama bagi saya menggunakan sabun pembersih yang senyaman ini. Tidak ada wangi yang menyengat, wanginya menyegarkan dan membuat wajah terasa lebih fresh namun tetap lembab.

Ionic Refining Toner

Step kedua setelah menggunakan cleanser yakni toner. Kalau teman-teman terbiasa menggunakan toner yang bikin wajah menjadi segar. Ionic Refining Toner ini berbeda, Waktu saya aplikasikan ke wajah, wajah saya langsung terasa lembab dan sedikit berminyak pada awalnya. Namun, lama-lama berubah menjadi kenyal saat dipegang.

Source : Doc. Pribadi

Pemakaiannya juga tidak perlu terlalu banyak, saya biasa pakai 2 tetes sudah cukup untuk meng-cover seluruh area wajah. Tidak ada wangi yang menyengat, dan wanginya sama dengan wangi sabun pembersihnya. Kulit wajah saya nampak halus, kenyal dan lembabnya tahan lama.

Ionic Radiance Serum

Ionic Radiance Serum adalah Serum Xtrawhite Formula berbahan dasar aqua (watery) yang mengandung kombinasi bahan aktif Ion Balancing Minerals (ion Kalsium & Magnesium), Pytho-Lightening Complex (Niacinamide, Licorice) dan Asam Hyaluronat. Dengan tambahan bahan aktif Madecossaside (bahan alami aktif dari Centella Asiatica) berfungsi mengurangi kemerahan peradangan, membantu mengurangi luka dan bekasnya di kulit wajah.

  1. Meningkatkan kadar air (hidrasi) dan kelembaban kulit wajah sehingga skinbarrier dan imunitas kulit tetap terjaga dengan baik.
  2. Meningkatkan proses regenerasi kulit wajah secara teratur (sebagai antiaging).
  3. Mengurangi spot-spot kecoklatan dan meratakan warna kulit wajah dan leher.
  4. Mencerahkan kulit wajah sehingga kulit terlihat sehat bercahaya.

Step terakhir adalah menggunakan Ionic Radiance Serum, bagian yang paling membuat saya penasaran. Masih sama dengan tonernya, serum dari Xtracare ini membuat wajah saya lembab, teksturnya sedikit agak lengket di tangan tapi setelah digunakan secara merata serumnya bisa diserap kulit secara sempurna.

Source : Doc. Pribadi

Amazing, keesokan pagi saat bangun tidur kulit wajah saya berubah menjadi bersih, kusam mulai berkurang dan lembab. Tidak ada lagi yang namanya kulit kering. Ketiga rangkaian Xtracare dengan Xtrawhite Formula ini benar-benar bekerja merawat dna mengembalikan kesehatan kulit wajah saya.

Ketiga item skincare Korea ini juga dikemas menggunakan kemasan yang kokoh, dengan kesan mewah berwarna putih silver. Saya paling suka dengan kemasan serumnya, bentuknya pump namun jangan khawatir tumpah karena pada bagian atas belakangnya terdapat pengunci yang membuat isi serum tidak mudah tumpah.

Xtracare merupakan Dermatologist product yang menggunakan kalsium dan magnesium di dunia. Rangkaian skincare holistik terbaru dari Xtracare ini tersedia secara terbatas di klinik-klinik dermatologi terkemuka di Indonesia. Salah satunya yang ada di Eons Clinic Surabaya, teman-teman bisa datang untuk mendapatkan rangkaian produknya atau kunjungi website Xtracare.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Siapa sih yang tidak kesal kalau lagi enak-enak tidur atau lagi santai tiba-tiba digigit nyamuk? Bukan cuma satu atau dua nyamuk tapi banyak nyamuk yang mengganggu. Padahal rumah sudah dibersihkan dan genangan air sudah tidak ada, tapi ternyata nyamuk masih betah-betah saja di rumah.

Sudah pakai berbagai obat pengusir nyamuk ternyata efeknya cuma sebentar, obatnya habis nyamuknya kembali lagi. Seperti dendam kesumat sama nyamuk, itulah yang banyak orang rasakan termasuk saya sendiri saat digigit nyamuk. Gigitannya yang membuat gatal di kulit ditambah suaranya yang cukup melengking di telinga.

Bahayanya lagi, jika gangguan nyamuk ini tidak segera diatasi maka akan menimbulkan penyakit yang bisa fatal akibatnya, lho! DBD (Demam Berdarah Dengue) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, penyakit ini samar-samar mematikan, telat mendapat penanganan maka nyawa jadi taruhannya.

Ciptakan Alat Pengusir Nyamuk, Sebab Dendam Pada Nyamuk


Pernah terkena penyakit demam berdarah saat kecil ternyata membuat Andy Suryansyah dendam pada nyamuk. Gara-gara penyakit tersebut dirinya sampai tidak enak hati pada orang tua, dan keluarganya yang bingung serta kalut melihat kondisinya waktu itu. Ditambah munculnya gerombolan nyamuk yang datang saat musim hujan menginspirasinya untuk membuat alat pengusir nyamuk.

Semua berawal di Kampung Dupak Rukun, salah satu kampung yang ada di Kota Surabaya. Pada saat itu di daerah perkampungannya banyak warga yang menderita sakit demam berdarah. Semakin hari semakin banyak saja warga yang menderita penyakit akibat dari gigitan nyamuk tersebut.

Hal ini membuat Andy merasa resah dan terdorong membantu dengan membuat alat yang dapat mengusir hingga membunuh nyamuk. Berbekal ilmu yang dia dapat saat memempuh ilmu di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan jurusan Teknik Komputer. Membantu Andy merakit alat yang sudah menciptakan wabah di kampungnya itu.

Awalnya dia meletakkan alat pengusir nyamuk di salah satu warung favoritnya, ternyata hal tersbut berhasil mengusir nyamuk namun nyamuk-nyamuk itu malah pindah ke rumah-rumah tetangganya. HIngga dia pun mendapat protes dari para tetangga dan menuruhnya untuk membuat ala penangkap nyamuk saja.

Di saat itulah dia mulai terinspirasi untuk membuat Falle. Banyak riset yang telah dia lakukan demi membuat Prototipe Falle selama kurang lebih dua tahun. Berkat keuletan dan kegigihan mencari tambahan ide yaitu membaca literatur dan bertanya dosen yang berkaitan dengan alat pembasmi nyamuk.



Membaca berbagai literatur, hanya sedikit yang bisa digunakan untuk menambah keberhasilan pembuatan alat. Selain itu juga dia mencari cara menirukan suara nyamuk untuk menarik perhatian dengan alat yang dibuatnya. Setelah membaca berbagai literatur, Andy menemui fakta bahwa sumber berkembangbiaknya nyamuk adalah nyamuk betina.

Dengan bukti yang ditemukan Andy, target yang harus dicapai yaitu bagaimana cara mendatangkan nyamuk betina dan membinasakan semua nyamuk yang ada. Dia berusaha memancing nyamuk betina dengan meniru suara nyamuk jantan di alat yang dia buat. Andy memanfaatkan gelombang elektromagnetic dari suara nyamuk jantan dan lampu ultraviolet.

Suara nyamuk jantan dimanfaatkan untuk memikat pasangannya agar mau mendekat. Karena, nyamuk betina itu pasti datang apabila mendengar suara nyamuk jantan. Alat itu bermanfaat untuk mengurangi jumlah populasi nyamuk betina, yang setiap hari mengganggu dan menggigit manusia.

Faktanya, nyamuk betina membutuhkan darah manusia untuk pembentukan telur dan perkembangbiakan. Berbeda dengan nyamuk betina, nyamuk jantan memiliki bentuk mulut yang panjang dan berbulu. Namun tidak berfungsi sebagai penghisap darah. Antena yang dimiliki nyamuk jantan lebih berfungsi menarik perhatian lawan jenisnya.

Andy juga mempelajari bagaimana kebiasaan nyamuk yang menyukai Cahaya dan suara nyamuk jantan. Riset dan mempelajari hal baru selama kurang lebih satu tahun, tanpa menyerah demi Masyarakat bebas dari ancaman nyamuk yang tiap musim selalu mengakibatkan warga sakit.

Kerja keras dan kegigihannya membuahkan hasil, alat pemusnah nyamuk berbentuk kotak terbuat dari kayu jati dan dialasi oleh kasa telah jadi, dan dinamai Falle. Falle mengusung konsep penggabungan dua teknologi yaitu Audiosonik dan Ultraviolet. Alat tersebut harus selalu tersambung listrik agar berfungsi dan memiliki dua tombol.

Tombol pertama untuk menghidupkan lampu ultraviolet dan tombol kedua untuk menghidupkan suara audiosonik. Saat suara audiosonik dan lampu dihidupkan, maka nyamuk betina pasti datang. Setelah nyamuk betina hinggap ke kawat kasa, maka rangkaian penyengat akan bekerja dan membasmi nyamuk.

Sekarang alat itu diproduksinya secara mandiri dan dipasarkan pada khalayak ramai. Berbagai modifikasi dilakukan dari pertemuan pertama untuk memenuhi selera konsumen. Proses pemasaran dilakukan secara online dan penjualan langsung. Ada tiga jenis kotak yang diproduksi, warna Hitam 350 Ribu, Batik harga 400 Ribu dan tekstur Kayu 500 Ribu.

Falle aman digunakan karena tidak mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan tubuh manusia. Sekarang nyamuk sedikit demi sedikit musnah, dan tidak meresahkan kembali karena ada alat Falle buatan Andy. Meskipun begitu dia tetap berusaha untuk berinovasi mengembangkan alat yang dibuatnya.

Andy Suryansah Terima Penghargaan dari Satu Indonesia Award


Tidak ada proses yang mengkhianati hasil, kerja keras dan kegigihannya selama hitungan tahun membuahkan hasil yang manis. Meskipun diawali dari rasa dendamnya terhadap nyamuk-nyamuk tetapi mengantarkan dia hingga berhasil meneri penghargaan dari Satu Indonesia Award tahun 2013 di bidang teknologi oleh PT Astra International.

Dengan semangat yang dibuatnya dia berkeinginan untuk melanjutkan dan mengembangkan Alat Falle melalui dana tambahan yang dia dapat dari kemenangannya tersebut. Well, Memelihara amarah hingga menjadi sentimen itu ternyata tidak selalu berdampak buruk. Jika dendam itu bisa diarahkan ke kegiatan yang positif, bisa menuai hasil yang baik serta bermanfaat pula bagi diri sendiri dan sesama.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Pencarian

About me

About Me

Halo, perkenalkan saya Riska, seorang istri dan ibu dari satu putra. Suka menulis tentang hal apa saja khususnya yang saya pahami. Selengkapnya

Follow Us

  • facebook
  • instagram
  • twitter

Labels

Kecantikan Kesehatan Keuangan Opini Parenting Pengalaman REVIEW Sponsored Post wisata

recent posts

Komunitas

About Me

Blog Archive

  • ►  2015 (39)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  November (10)
  • ►  2016 (84)
    • ►  Januari (8)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Juni (20)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Desember (10)
  • ►  2017 (68)
    • ►  Januari (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (5)
    • ►  Mei (13)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Desember (10)
  • ►  2018 (102)
    • ►  Januari (6)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (11)
    • ►  April (12)
    • ►  Mei (11)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Agustus (10)
    • ►  September (11)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  November (12)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2019 (71)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  April (7)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (4)
  • ►  2020 (41)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Maret (2)
    • ►  April (5)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2021 (67)
    • ►  Januari (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (2)
    • ►  April (8)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  September (5)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  November (4)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2022 (67)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (6)
    • ►  April (11)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (9)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  September (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2023 (43)
    • ►  Januari (3)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (7)
  • ►  2024 (29)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  November (5)
    • ►  Desember (3)
  • ▼  2025 (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  Agustus (1)
      • Cara Praktis dan Aman dari Gangguan Spam Call

Created with by BeautyTemplates