facebook instagram twitter

Riska Ngilan

  • Home
  • About
  • Kategori
    • Pengalaman
    • Sponsored Post
    • Perempuan
  • Disclosure
Perjalanan menuju Banyumas untuk mengikuti acara Juguran Blogger adalah pengalaman pertama untuk saya. Namun acara ini adalah pengalaman kedua kalinya bagi pasangan saya, sebelumnya dia pernah mengikuti acara Juguran Blogger Banyumas ini pada tahun 2012 lalu bersama teman-teman komunitas Blogger Plat-M lainnya. Seperti pada acara sebelumnya tahun ini perwakilan blogger Banyumas mengajak Plat-M untuk bergabung dalam acara ini. Ada 50 seat peserta yang disediakan oleh panitia, ketika Mas Wahyu men-share banner acara di grup WhatsApp semua teman-teman merasa tertarik dan antusias untuk ikut. Tapi karena jadwal acara yang berbenturan dengan beberapa kegiatan yang lain akhirnya dari perwakilan Plat-M hanya saya dan pasangan yang bisa berangkat.


Jum’at pagi tepatnya tanggal 13 Mei kemarin kami berdua berangkat dengan menggunakan kereta api dari stasiun Gubeng Surabaya menuju stasiun Purwokerto. Selama di perjalanan menuju Purwokerto saya yang paling semangat dan antusias sekali. Saya membayangkan bisa bertemu dan berkumpul bersama banyak blogger dari berbagai daerah yang ada di Jawa.


Perasaan khawatir dan nerveous sempat saya rasakan, ini kali pertama saya kumpul dengan blogger-blogger. Tapi saya berusaha menepis semua perasaan tersebut, ini kesempatan langka dan saya tidak boleh melewatkan dengan perasaan tidak percaya diri. Akan ada banyak ilmu dan pengalaman yang didapat nanti terutama mendapat teman-teman baru. Kereta api ekonomi Logawa membawa kami berdua dalam perjalanan panjang selama 9 jam lamanya.

Hari Pertama Tiba di Kota Purwokerto, Bahagia Rasanya!


Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya kami berdua sampai di stasiun Purwokerto, di stasiun inilah kami akan dijemput oleh panitia sesuai rundown acara yang ada di email. Jam menunjukkan pukul enam sore, Kota Purwokerto mulai gelap. Ketika tiba di Purwokerto rasa bahagia meliputi hati saya, maklum saja ini kali pertama saya pergi ke Purwokerto, kali pertama melakukan perjalanan jauh tanpa ditemani kedua orang tua, hehehe.

Dengan menggendong tas besar berisi pakaian selama 3 hari nanti kami berlari turun dari gerbong kereta api dengan penuh semangat. Teman-teman panitia Juguran Blogger Banyumas sudah menunggu di depan sebuah kafe dekat stasiun untuk menjemput kami dan peserta lainnya. Setelah menunggu selama 15 menit Mas Pradna salah satu panitia datang menjemput dengan mobil

Di dalam mobil ternyata sudah ada satu peserta lainnya, seorang blogger terkenal dengan banyak prestasi yakni mbak Anaz. Setelah bersalaman dan berkenalan kami berempat berangkat melanjutkan perjalanan dengan mobil. Malam itu Kota Purwokerto baru selesai turun hujan dan cuaca menjadi cukup dingin. Rasa lelah setelah melalui perjalanan panjang membuat saya tertidur di dalam mobil, setelah tiba di stasiun kami masih harus melanjutkan perjalanan menuju Desa Kalisari.

Baca Juga : Juguran Blogger, Persiapan Keberangkatan Hingga Manfaat Travelling Bersama Pasangan

Wisata Pengetahuan Desa Kalisari dan Tampannya Kepala Desa


Perjalanan menuju Desa Kalisari dari stasiun Purwokerto membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sekitar pukul tujuh malam kami berempat tiba di Desa Kalisari, desa ini merupakan desa pertama tempat Juguran Blogger Banyumas berlangsung. Sesuai rundown acara kami semua akan bermalam selama satu malam di desa ini dan keesokan harinya semua peserta akan diajak keliling Desa Kalisari.

Para peserta dan panitia Juguran Blogger akan bermalam di rumah penduduk desa, ada dua rumah penduduk yang sudah disediakan masing-masing untuk perempuan dan laki-laki. Sebelum diantar ke rumah salah satu penduduk yang akan ditempati bermalam peserta perempuan, kami berkumpul terlebih dahulu di tempat menginap peserta laki-laki. Benar saja, disana saya kembali nerveous dan gugup di dalam rumah sudah ada 15 blogger dan semua itu laki-laki hanya mbak Atanasia Rian yang sudah saya kenal sebelumnya.


Dari 50 blogger yang mendaftar ternyata yang bisa hadir dan mengikuti acara Juguran Blogger sekitar 20 peserta bersama panitia. Dari 20 orang tadi, peserta perempuannya cuma 4 orang saja termasuk saya dan satu panitia perempuan. Meskipun begitu tidak mengurangi sedikitpun kemeriahan acara Juguran Blogger sampai selesai.

Di rumah itu kami semua berkumpul, meskipun saya masih merasa asing ada ditengah-tengah mereka karena tidak ada satupun yang saya kenal kecuali mbak Rian dan jelas pasangan sendiri. Malam itu kami disuguhi makan malam khas Desa Kalisari, menu makanan sederhana tapi yang membuat tidak sederhana itu karena ada tahu goreng khas Kalisari dan Tempe Mendoan yang memang sudah terkenal menjadi panganan khas dari Purwokerto.


Obrolan dan guyonan kami malam itu semakin seru ketika teman-teman membicarakan sosok kepala desa Kalisari yang memiliki wajah tampan. Seorang kepala desa yang berusia cukup muda bernama Bapak Ardan Aziz. Serius, saya kaget sekali ternyata peserta Juguran Blogger ini banyak yang jahil dan kocak. Beberapa jam berkumpul dengan mereka semua saya sudah mulai bisa merasa nyaman meskipun belum kenal satu persatu.

Hangatnya tahu goreng Kalisari, tempe mendoan dan lalapan sayur membuat rasa lapar saya menjadi hilang dan berganti kenyang. Maklum saja, perjalanan jauh membuat saya lapar sekali belum lagi cuaca dingin Desa Kalisari setelah guyuran hujan. Pukul 9 malam, waktunya peserta perempuan untuk kembali ke rumah dan beristirahat.

Keesokan paginya saya, mbak Rian dan mbak Anaz bangun dengan kondisi tubuh yang sudah fresh dan siap berpetualang. Saat sarapan pagi kami kembali disuguhi tahu Kalisari, benar saja desa Kalisari merupakan produsen tahu kuning terkenal di Purwokerto. Hari itu adalah jadwal kami untuk pergi melihat langsung proses pembuatan tahu Kalisari dan kerupuk ampas tahu.

Bukan Hanya Tahu Kalisari Tapi Kerupuk Ampas Tahu!


Dengan menaiki bus berukuran sedang, 20 orang berangkat menuju tempat pertama menuju salah satu rumah penduduk yang membuat Kerupuk Ampas Tahu. Desa Kalisari ini tidak hanya terkenal dengan tahu kuningnya yang gurih tapi juga kerupuk ampas tahu juga menjadi favorit. Semua peserta Juguran Blogger antusias melihat proses pembuatan kerupuk ampas tahu ini.

Ternyata di desa Kalisari penduduk yang memproduksi tahu dan kerupuk ampas tahu dikelompokkan dalam beberapa grup yang diperhatikan langsung oleh perangkat desa setempat. Jadi, bisa dikatakan usaha rumahan ini juga menjadi mata pencaharian penduduk desa Kalisari. Menurut penjelasan dari bapak Ardan selaku kepala desa Kalisari yang menemani kami berkeliling, ada sekitar 240 pengrajin tahu.


Kerupuk Ampas Tahu ini pertama kali ditemukan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang kemudian dijadikan usaha rumahan oleh penduduk desa Kalisari. Cara pembuatan kerupuk ampas tahu ini masih menggunakan cara manual tanpa dibantu oleh mesin supaya bisa menghasilkan kerupuk ampas tahu yang gurih dan lezat. Cara ini juga digunakan oleh bapak Suwardi dan istri yang merupakan salah satu produsen kerupuk ampas tahu.

Menurut bapak Suwardi, pembuatan kerupuk ampas tahu masih menggunakan cara tradisional karena jika menggunakan mesin maka biaya operasional akan membengkak. Cara membuat kerupuk ampas tahu sebenarnya sama dengan cara membuat kerupuk pada umumnya. Kendalanya pun juga sama yakni pada cuaca, jika cuaca cerah dan matahari bersinar terang maka kerupuk akan cepat kering.


Kerupuk ampas tahu ini sudah dijual ke beberapa daerah di Purwokerto dan luar Purwokerto seperti Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap. Setelah satu jam lebih kami melihat proses pembuatan kerupuk ampas tahu dan mengobrol bersama bapak Suwardi akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju tempat kedua. Tidak lupa tiga bungkus besar kerupuk ampas tahu kami bawa pulang sebagai oleh-oleh pemberian bapak kepala desa.

Tahu Kuning Kalisari, Gurih dan Bertekstur Padat


Tempat wisata selanjutnya di desa Kalisari adalah rumah salah satu warga yang menjadi produsen tahu Kalisari. Sejak semalam tiba di desa ini dan dua kali disuguhi makanan dengan menu tahu, saya sudah penasaran ingin melihat langsung proses pembuatannya. Tahu kuning Kalisari ini enak sekali, rasanya gurih dan teksturnya lebih padat bila dibandingkan dengan tahu kuning lainnya.

Hingga akhirnya bus pun berangkat membawa kami semua, berjarak tidak sampai satu kilometer kami tiba di tempat wisata kedua. Usut punya usut ternyata salah satu rumah penduduk yang memproduksi tahu ini adalah rumah bapak kepala desa. Di sebuah ruangan khusus yang terletak bersebelahan dengan rumah yang berukuran tidak terlalu besar itu tahu kuning gurih dibuat.

Ada sekitar lima orang pekerja yang berada di dalam ruangan, mereka semua sedang sibuk membuat tahu saat rombongan blogger datang dan masuk untuk melihat. Karena ruangan tempat membuat tahu tidak terlalu besar, bapak Ardan selaku kepala desa menyarankan untuk bergantian masuk. Melihat proses pembuatan tahu kuning Kalisari sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan tahu lainnya.


Kami masuk ke dalam ruangan ditemani oleh salah satu penduduk sambil menjelaskan cara pembuatan tahu secara detail. Akhirnya dari penjelasan yang saya terima, tahu kuning Kalisari bisa memiliki tekstur yang lebih padat karena di press sebanyak dua kali. Bukan menggunakan campuran Formalin, sama sekali tidak ada. Semua bahan yang digunakan terbuat dari bahan-bahan alami termasuk pewarna tahu yang berasal dari kunyit.

Setelah puas melihat proses pembuatan tahu, kami keluar dari ruangan sambil bergantian dengan teman-teman lainnya. Kemudian bapak Ardan mempersilahkan kami untuk duduk di ruang tamu rumah beliau. Ternyata di ruang tamu sudah disediakan sepiring tahu kuning yang sudah digoreng, langsung saja kami berebut mengambil tahu sambil malu-malu, hehehe.

Di ruang tamu itulah kami semua kembali bercanda dan mengobrol, sesekali kali kami membully bapak Ardan yang ternyata masih pengantin baru. Bapak Ardan, sosok kepala desa yang baik dan bisa dekat dengan teman-teman blogger, selama di desa Kalisari kami semua disambut dan dilayani dengan sangat baik dan nyaman.

Bukan Hanya Tahu, Desa Kalisari Memiliki Pusat Biogas


Setelah puas melihat proses pembuatan tahu, mengobrol dan bercanda sambil menikmati tahu kuning goreng, rombongan blogger kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata ketiga. Tempat wisata ketiga masih berada di kawasan desa Kalisari yakni pusat Biogas desa. Jaraknya juga dekat dari rumah bapak Ardan, tidak sampai dua menit perjalanan.

Desa Kalisari memang memiliki luas yang tidak terlalu besar tapi kalau saya perhatikan desa ini memiliki banyak potensi terutama dalam pembuatan tahu yang sudah menjadi mata pencaharian sebagain besar penduduk. Sebelum sampai di pusat Biogas kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama di Monumen Tahu desa Kalisari yang sudah berdiri sejak tahun 1990.


Hari mulai terasa semakin panas dan kami langsung menuju pusat Biogas dengan berjalan kaki melewati persawahan. Setelah sampai di pusat Biogas langsung saja bau busuk tercium dari hidung kami masing-masing. Bau busuk itu berasal dari limbah cair sisa proses pembuatan tahu, kemudian dari rumah pembuat tahu dialirkan melalui pipa-pipa yang tersedia dan dikumpulkan pada satu bak yang besar untuk diendapkan.

Dalam bak kedua terdapat ribuan bakteri yang ditempatkan pada bambu, bakter-bakteri tersebut memakan ampas tahu yang berasal dari limbah cair tadi. Kemudian bakteri-bakteri tersebut mengeluarkan gas yang digunakan menjadi Biogas. Setelah itu sisa air limbah disaring beberapa kali hingga tidak lagi mencemari lingkungan desa.


Menurut informasi dari bapak Ardan, Biogas yang dihasilkan ini digunakan semua penduduk desa Kalisari dengan cukup membayar biaya sebesar 15 ribu saja. Jauh lebih hemat bila membeli gas biasanya, apalagi selain digunakan untuk memasak sehari-hari Biogas menjadi bahan bakar pembuatan tahu dan kegiatan dapur lainnya.

Balik Ke Balai Desa Kalisari dan Kembali Makan Tahu!


Perjalanan wisata di desa Kalisari akhirnya selesai juga, tiba waktunya kembali ke balai desa untuk sholat dan makan siang. Lagi-lagi tahu goreng menjadi menu makan siang kami, pokoknya selama berada di Kalisari kami semua kenyang makan tahu, hahaha. Oh iya, saya sampai lupa desa Kalisari punya salam khusus lho yakni salam tahu!.

Setelah sholat Dzuhur dan makan siang, saatnya berkumpul bersama penduduk desa untuk menghadiri kegiatan pentingnya penggunaan internet untuk usaha rumahan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pandi.id dan balai desa Kalisari, penduduk desa antusias mendengarkan penjelasan dari Pandi. Mereka tertarik untuk bisa menggunakan internet dan mempromosikan tahu Kalisari melalui dunia maya.


Kegiatan wisata pengetahuan di desa Kalisari selama satu hari kemarin sungguh sangat menyenangkan dan memberi kami banyak pengalaman baru. Meskipun capek setelah berkeliling desa tapi kami semua puas apalagi puas makan tahu Kalisari yang gurih sekali. Penduduk desa yang baik dan ramah, bapak Ardan yang begitu memberi perhatian besar pada pembangunan desa serta kesejahteraan penduduknya bisa menjadi contoh untuk desa-desa lainnya.

Sekian cerita pengalaman saya selama berada di desa Kalisari bersama teman-teman Juguran Blogger Banyumas. Sebenarnya satu tulisan saja tidak cukup untuk mewakili semua pengalaman yang sudah saya dapatkan disana. Kalau teman-teman pensaran bisa langsung datang ke desa Kalisari Kecamatan Cilongok Banyumas. Wisata pengetahuan sekaligus wisata makan tahu, terima kasih bapak Ardan, semua penduduk desa sekarang waktunya kami menuju desa Dermaji.

Ada apa di desa Dermaji ? ada horornya, hehehe. Tunggu cerita saya selengkapnya ya di tulisan selanjutnya. :)
Share
Tweet
Pin
Share
9 komentar
Menjalankan marketing di era digital seperti saat ini sedang menjadi salah satu pilihan terbaik yang banyak dipilih oleh para pelaku marketing. Internet menjadi kunci pemasaran dalam dunia digital, bila kita coba ingat berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam sehari untuk memegang gadget ?. Hal tersebut sudah menjadi suatu bukti kalau dunia digital telah dipilih sebagai dunia kedua bagi masyarakat luas.

Dari mulai bangun tidur, melakukan aktivitas pagi, pergi bekerja atau ke sekolah dan sampai sehari penuh kita banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Kita tertawa, kita saling bertukar pendapat, kita mencari informasi, kita melakukan jual beli, kita memberi simpati dan semua hal lainnya dalam dunia digital.


Hypepotamus.com

Blog Dalam Marketing Digital

Dalam dunia marketing digital blog menjadi salah satu kekuatan besar untuk memperluas sebuah market dan brand tertentu. Menjadi seorang blogger tidak lagi berputar hanya karena sebuah hobi menulis semata, namun juga sebagai penghasil pundi - pundi rupiah. Para blogger dituntut untuk memiliki kredibilitas yang mumpuni supaya bisa dilirik oleh pelaku marketing konvensional.

Walaupun begitu membangun sebuah kredibilitas blog bukanlah suatu hal yang mudah, dibutuhkan sebuah konsistensi dan taktik jitu yang bisa membuat blog memiliki konten berkualitas serta layak. Para masyarakat digital sudah semakin aktif, terbukti dengan banyaknya pencarian sebuah informasi di mesin pencarian dan blog menjadi salah satu target yang menyajikan informasi yang dicari.


Campaignindonesia.com

Selain itu Blog memiliki persentase yang lebih banyak dibandingkan Bintang olahraga, aktor, politikus, presenter televisi dan jurnalis dalam jumlah follower. Itu berarti Blog tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat dalam mencari informasi, peringkatnya berada dibawah brand yang akan dibeli.

Apa Itu Marketing Digital ?

Bila mengingat niat pertama seseorang ketika masuk dalam dunia blogger adalah untuk berbagi, dengan menuliskan apa saja yang mampu menjadi informasi menarik dan bermanfaat. Tidak heran kalau blog menyumbang nilai terbanyak dalam dunia marketing digital. Hal ini dimanfaatkan betul oleh para marketing konvensional untuk meningkatkan penjualan brand mereka dengan mengajak kerjasama para blogger ternama yang sudah memiliki kredibilitas.

Digital marketing merupakan cara pemasaran sebuah produk atau brand dengan memanfaatkan berbagai media digital seperti televisi, radio dan internet.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/melancholia/menjalankan-strategi-marketing-modern-di-era-digital_552a75ccf17e616c0fd6242f
Digital marketing merupakan cara pemasaran sebuah produk atau brand dengan memanfaatkan berbagai media digital seperti televisi, radio dan internet.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/melancholia/menjalankan-strategi-marketing-modern-di-era-digital_552a75ccf17e616c0fd6242f
Marketing digital merupakan cara pemasaran sebuah produk ataupun brand dengan memanfaatkan berbagai media digital seperti televisi, radio dan internet.


Dengan meningkatnya pengguna internet membuat para pelaku marketing perusahaan berpindah pada marketing digital yang dirasa lebih mampu membantu mereka menjangkau pasar. Ada banyak sekali acara - acara besar dari sebuah perusahaan atau brand tertentu yang melibatkan peran blogger. Mulai dari adanya berbagai macam lomba menulis tentang sebuah brand, mereview sebuah produk dan diundang hadir untuk meramaikan acara Grand Opening.

Lalu, Content Marketing Itu Apa ?


Pada dasarnya konsep sebuah produk melalui marketing digital dengan internet yakni pengembangan strategi pemasaran online yang salah satunya menitik beratkan pada Content Marketing. Banyak sekali artikel yang bisa kita temukan di dalam internet. Tapi hanya artikel yang memiliki konten menarik dan solutif lah yang banyak dipilih oleh para pembaca.

"Content Marketing adalah sebuah jalan untuk mencapai dan menarik target konsumen yang ada maupun yang potensial melalui penciptaan konten/isi. Pesan-pesan marketing, cerita-cerita yang menggerakkan kepercayaan, perasaan, opini dan emosi bisa dikategorikan sebagai content marketing. " - Dan Bergeon, Likeable Media.
Semakin jelas terlihat disini peran dari blog menyumbang konten marketing, para blogger dituntut aktif dan kreatif dalam membuat sebuah konten. Dimana di dalam konten tersebut mengandung pesan - pesan marketing, cerita - cerita yang menggerakkan kepercayaan, perasaan, opini dan perasaan bagi target pangsa pasar dalam marketing digital.

Menurut Top 10 Research channels menyebutkan fakta lain tentang peran blog dalam pencarian sebuah brand atau produk. Dalam diagram ini digambarkan bahwa blog berada di posisi kedua setelah mesin pencarian dengan persentase Search engines ( Mesin Pencarian ) sebesar 60 % index 1.22 dan Blogs on products / brands sebesar 53 % index 2.16.

Campaignindonesia.com

Misal saja ketika seorang blogger dipilih sebuah perusahaan atau brand untuk mereview salah satu produk mereka dituntut sekali membuat konten yang menarik pada artikel mereka. Para blogger bisa menggunakan bahasa sehari - hari yang ringan dan mudah dipahami oleh para pembaca. Selain itu konten yang menarik juga bisa dari berupa foto - foto dan video tutorial ataupun video review serta ilustrasi.

Blog sendiri cukup efektif dan bisa dikatakan sangat efisien dalam menyumbang sebuah konten marketing. Blog lebih murah dan di setiap kontennya bisa diselipkan foto - foto pendukung, video tutorial, ebook dan ilustrasi menarik agar semakin membuat menarik para pembaca. Jadi, dalam satu kali postingan di blog bisa menghasilkan bermacam variasi tampilan yang informatif dan lengkap.

Tips Menghasilkan Konten Berkualitas

Lalu bagaimana cara agar konten yang kita hasilkan berkualitas dan banyak dicari oleh pembaca di internet ?. Berikut saya akan berikan tips membuat konten menurut pengalaman pribadi saya.

1. Kita Harus Paham Benar Konten yang Ditulis

Apapun konten yang kita tulis sangat penting sekali untuk memahami sepenuhnya dengan detail mengenai isi konten. Rasanya sedikit aneh kalau kita tidak paham dengan konten yang kita tulis sendiri. Kalau kita tidak paham bagaimana kita bisa menjawab komentar dari para pembaca blog kita.

2. Lakukan Riset Untuk Konten Blog

Hal ini masih berhubungan dengan tips pertama, untuk benar - benar bisa paham dengan konten blog yang kita tulis disarankan untuk melakukan riset terlebih dahulu. Riset yang kita lakukan berguna untuk menambah hal apa saja yang harus kita tambahkan dalam konten yang kita buat. Agar konten semakin berkualitas dan tentu solutif bagi para pembaca.

3. Jujur Dalam Menulis Konten

Sikap jujur ketika menulis konten merupakan hal yang utama, kalau konten kita berkualitas tapi banyak menjiplak atau membohongi pembaca maka hal itu akan membuat konten kita tak lagi dipercaya oleh para pembaca.

4. Gunakan Bahasa dan Alur yang Mudah Dipahami

Semakin tinggi tingkat kesibukan masyarakat maka semakin terbatas waktu yang mereka miliki untuk membaca sebuah artikel. Dengan menulis konten yang mudah dipahami dan sesuai alur maka hal tersebut akan membuat pembaca merasa lebih nyaman.

5. Selipkan Foto, Video Tutorial atau Ilustrasi

Adanya tambahan foto, video tutorial atau ilustrasi dalam sebuah konten menjadi nilai lebih. Ketika para pembaca blog kita merasa bosan membaca artikel yang kita tulis ketiga komponen tambahan ini mampu menghilangkan rasa bosan dan jenuh pembaca. Konten yang kita tulis selain solutif dan bermanfaat harus juga kreatif agar semakin menambah rasa nyaman ketika dibaca.

Because Content Is King


Ada sebuah kalimat fenomenal dari Bill Gates yang menyebutkan bahwa Content Is King, bagaimanapun menariknya tampilan blog yang kita miliki tetap saja konten yang menjadi fokus utama pembaca. Kembali pada fungsi awal blog untuk menyampaikan pesan - pesan agar didengar oleh banyak orang dan membuat kita semakin terkenal. Karena itu pastikan selalu ya konten kita baik, bermanfaat dan berkualitas.

Jadi, pendapat saya tentang peran blog dalam marketing adalah sebagai kunci utama melalui konten yang para blogger hasilkan, tentunya harus Love Konten ya. Semakin menarik dan humanis sebuah konten yang dibuat maka semakin besar saja peran blog dalam menjangkau pasar marketing digital.
Share
Tweet
Pin
Share
15 komentar
Older Posts

Pencarian

About me

About Me

Halo, perkenalkan saya Riska, seorang istri dan ibu dari satu putra. Suka menulis tentang hal apa saja khususnya yang saya pahami. Selengkapnya

Follow Us

  • facebook
  • instagram
  • twitter

Labels

Kecantikan Kesehatan Keuangan Opini Parenting Pengalaman REVIEW Sponsored Post wisata

recent posts

Komunitas

About Me

Blog Archive

  • ►  2015 (39)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  November (10)
  • ►  2016 (84)
    • ►  Januari (8)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Juni (20)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Desember (10)
  • ►  2017 (68)
    • ►  Januari (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (5)
    • ►  Mei (13)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Desember (10)
  • ►  2018 (102)
    • ►  Januari (6)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (11)
    • ►  April (12)
    • ►  Mei (11)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Agustus (10)
    • ►  September (11)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  November (12)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2019 (71)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  April (7)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (4)
  • ►  2020 (41)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Maret (2)
    • ►  April (5)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2021 (67)
    • ►  Januari (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (2)
    • ►  April (8)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  September (5)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  November (4)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2022 (67)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (6)
    • ►  April (11)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (9)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  September (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2023 (43)
    • ►  Januari (3)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (7)
  • ►  2024 (29)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  November (5)
    • ►  Desember (3)
  • ▼  2025 (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  Agustus (1)
      • Cara Praktis dan Aman dari Gangguan Spam Call

Created with by BeautyTemplates