facebook instagram twitter

Riska Ngilan

  • Home
  • About
  • Kategori
    • Pengalaman
    • Sponsored Post
    • Perempuan
  • Disclosure
Bagi setiap anak di muka bumi ini terutama mereka yang masih diberikan nikmat dengan kehadiran orang tua yang masih lengkap adalah hal terindah. Titipan terbaik dari semua yang pernah di berikan oleh Tuhan dan tidak terkecuali dengan saya salah satunya. Sebagai seorang anak tunggal saya benar-benar mendapat kasih sayang dan perhatian penuh dari ke dua orang tua saya. Hal tersebut bisa saya rasakan betul dan bahkan salah seorang teman saya mengerti kalau perhatian orang tua saya kepada diri saya berlebihan. Terlihat sekali kalau ke dua orang tua saya terutama mama cukup berlebihan, bahkan untuk keluar dari rumah dengan waktu yang lama kecuali urusan pekerjaan mana mungkin saya mendapat izin. Namun itu dulu, sekarang semua mulai berubah sejak bertambahnya usia kedua orang tua saya sudah bisa memberikan kepercayaan lebih untuk keluar rumah seorang diri tanpa pengawalan mereka.

Dulunya, saya sempat merasa kalau ke dua orang tua saya ini terlalu over protektif kepada saya. Hingga satu waktu tepat di hari ulang tahun yang ke 20 tahun, saya mengerti betul semua perasaan mereka. Saya ini bukan terlahir dari keluarga berada bahkan untuk sekedar bisa makan di luar bertiga hampir tidak pernah, saya tahu betul rasanya memutar otak mengakali uang untuk supaya cukup di gunakan keperluan sehari-hari.




Sebuah Kejutan Kecil Memberikan Banyak Arti


Saya sudah kenyang dengan hal-hal sulit bahkan ketika saya tidak pernah mendapatkan kado atau merayakan hari ulang tahun seperti teman-teman saya lainnya. Hingga akhirnya sebuah kejadian manis terjadi waktu itu, sepulang dari tempat kerja sekitar 4 tahun yang lalu saya mendapatkan sebuah kejutan manis yang mampu membuat saya menangis. Sebuah Kue tart berukuran mini seharga 60 ribu menyambut kedatangan saya dari pulang kerja.

Kue tart tersebut pemberian dari orang tua saya, mereka membelinya dengan harapan penuh kepada Allah. Saya masih ingat, saat itu tidak ada satu pun pelanggan yang masuk di bengkel milik bapak untuk memperbaiki mobil. Kemudian tiba-tiba setelah lama menunggu akhirnya ada pelanggan yang masuk untuk memperbaiki mobil. Ongkos dari memperbaiki mobil itu cukup untuk di belikan kue tart, murah sekali ya harganya.

Sejak kejadian itulah saya mulai mengerti semua perasaan cinta dan sayang ke dua orang tua saya selama ini. Saat itu juga saya tidak mengeluh jika mereka berdua bersikap over protektif kepada saya. Bagi saya itu semua nikmat dari Allah dan itulah kebahagiaan sesungguhnya. Dulu saya sibuk sekali mencari kebahagiaan di luar sana hingga lupa bahwa di rumah ada kebahagiaan yang sesungguhnya, kebahagiaan yang terlahir dari kesederhanaan. Dengan sesuatu yang sederhana mampu memberikan kebahagiaan yang luar biasa.

Berbicara tentang sederhana, sering kali kita salah paham dengan makna sederhana itu sendiri. Banyak orang berpikir bahwa sederhana berarti miskin atau melarat padahal sebenarnya tidak seperti itu. Saya juga sempat berpikir sama dulunya. Saya pikir sederhana itu hidup yang berkekurangan atau di bawah kemampuan. Jelasnya adalah sederhana itu tidak punya apa-apa. Hingga pada suatu hari saya mendapat gambaran dan pemahaman baru bahwa apa yang saya pikirkan selama ini tentang sederhana salah total.

Sederhana itu bukan berarti miskin atau tidak punya. Menurut saya sederhana itu sebuah pilihan bagi siapa saja baik mereka itu yang hidupnya berkecukupan atau bahkan kaya bergelimang harta. Namun bagi orang yang hidupnya berkekurangan, gaya hidup sederhana itu adalah kewajiban. Rasanya tidak masuk akal jika ada orang masih berkekurangan dalam hal finansial tapi gaya hidupnya seperti orang kaya.

Dia yang hidup berkecukupan tidak selalu memilih gaya hidup yang mewah, ada banyak sekali orang yang Allah amanahkan harta yang berlebih memilih untuk hidup sederhana. Seorang yang bijak mengatakan bahwa ada beberapa kunci hidup dengan tenang dan salah satunya adalah hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan sekalipun kita mampu melakukannya.

Hidup Sederhana Untuk Menjaga Hati Mereka


Hidup memang tidak selalu menjanjikan sebuah kebahagiaan bagi setiap orang namun Allah tidak pernah meminta kita para hambaNya untuk berputus asa dari pertolongan, kebaikan serta rahmatNya. Ada yang Allah cukupkan hartanya dan ada pula yang Allah batasi hartanya, pasti ada hikmah di balik semua ini, ada sebuah pelajaran yang ingin Allah ajarkan pada kita. Tentang rasa syukur, bersabar, ikhlas, berbagi dan menjaga hati.

Ada banyak orang di luar sana memilih untuk hidup sederhana karena mereka paham dan sadar bahwa tidak semua orang dapat berada dalam kondisi hidup yang sama, berkecukupan. Memiliki harta yang berlebih itu sebuah amanah yang Allah titipkan untuk kita gunakan membantu kesulitan orang-orang yang berada di sekitar ita juga untuk di gunakan beribadah di atas jalan (karena) Allah. Namun, tugas tersebut bukanlah perkara yang mudah untuk di terapkan,kerap kali keegoisan, nafsu dan bisikan setan menjadi kendalanya.

Saya punya pengalaman yang begitu berharga, dulu saya memiliki kebiasaan stalking foto dan gambar dalam akun Instagram. Di akun Instagram saya berteman dengan banyak orang dari berbagai macam status sosial. Tidak jarang terlintas perasaan iri ketika melihat foto-foto barang mahal milik teman, lalu saya pun tidak mau kalah dengan ikut-ikutan mengunggah foto barang mahal milik saya. Padahal barang-barang tersebut saya beli dengan cara yang tidak mudah, karena harus menabung terlebih dahulu.

Sampai pada suatu ketika Allah mempertemukan saya dengan beberapa teman yang memiliki gaya hidup sederhana padahal harta mereka sebenarnya tidak sesederhana tampilan juga gaya hidupnya. Saat itu saya benar-benar merasa malu, harta belum seberapa sudah percaya diri untuk dipamerkan, mereka yang jauh berlimpahan kekayaan memilih tenang dengan cara sederhana. Padahal bukan hal yang mudah untuk bisa hidup sederhana ketika kita bergelimang harta dan kebahagiaan.

Lalu saya bertanya pada diri sendiri, saya yang di karuniakan Allah sebuah hidup yang berkecukupan saja merasa iri melihat foto-foto barang mahal milik teman. Apalagi orang-orang diluar sana yang hidup di bawah garis kemiskinan. Orang-orang tersebut untuk bisa makan saja harus berjuang keras dan bekerja membanting tulang bagaimana perasaannya? Bagaimana hatinya jika melihat barang-barang mewah atau makanan yang enak?.

Dalam salah satu ayat yang ada di Al Qur’an Allah berfirman untuk tidak pernah berlebih-lebihan dalam hal apa saja karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Menjaga hati juga perasaan orang di sekitar kita itu perlu, terutama menjaga hati mereka dari rasa rendah diri saat melihat kemewahan yang kita punya. Selain itu untuk menjaga hati kita sendiri dari perasaan sombong karena nafsu tidak pernah mau mengalah. Meskipun sejatinya kita tidak akan selalu bisa untuk terus menjaga hati orang lain karena tidak ada yang tahu dalamnya hati seseorang.

Sederhana sendiri sangat dekat dengan rendah hati, mereka yang sederhana biasanya juga bersikap rendah hati. Mereka menyadari bahwa di sekitar mereka masih ada banyak orang yang sangat membutuhkan dan apabila mereka memilih hidup dengan berlebih-lebihan khawatir akan melahirkan jarak antara mereka dengan orang-orang yang hidupnya masih berkekurangan.

Rasa sombong bisa begitu mudah menghampiri hati yang pada dasarnya memang mudah di bolak-balikkan dan seorang muslim tidak berhak untuk bersikap sombong. Maka, saya selalu percaya bahwa memilih untuk sederhana khususnya dalam gaya hidup adalah sebuah pilihan yang terbaik. Bersahaja itu indah dan sederhana akan selalu menjadi pilihan yang terbaik karena hidup sederhana mampu membuat hati kita menjadi tenang.

Selamat menjaga hati saudara-saudara kita yang lain di bulan Ramadhan ini :)
Share
Tweet
Pin
Share
17 komentar
Meskipun Ramadhan baru berjalan selama empat hari tapi saya sudah antusias sekali untuk menyambut ritual khas di hari lebaran nanti. Ritual khas apakah itu? jawabannya adalah mudik. Iya, saya sudah tidak sabar untuk bisa mudik ke kampung halaman bapak saya. Kebetulan bapak saya asli orang Banyuwangi dan setiap mudik ke Banyuwangi kami sekeluarga menyempatkan waktu untuk berlibur sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga yang ada di Bali. Tapi itu artinya saya sudah siap ditinggal pergi bulan Ramadhan? Tidak juga sih. Di bulan Ramadhan ini kita harus tetap bisa memaksimalkan setiap waktunya dengan banyak ibadah dan perbuatan yang baik.

Meskipun tetap saja euforia mudik itu tidak bisa terbantahkan, mulai dari menyiakan pakaian yang dibawa, membeli oleh-oleh untuk keluarga di Banyuwangi, memesan tiket, itu semua menyenangkan sekali. Padahal dari dulu sampai sekarang kalau mudik pasti jalanan macet dan berdesak-desakan untuk mengantri tiket pesawat maupun tiket kereta api.

Jika teman-teman lebih nyaman menggunakan kereta api juga bisa lho, tapi hanya sampai Banyuwangi saja. Saya dan keluarga pun juga begitu, kalau tidak sedang membawa kendaraan pribadi seperti mobil. Maklum saja, bapak saya suka mengeluh capek kalau menyetir mobil sendiri karena jarak Surabaya Banyuwangi itu lumayan jauh sekitar 350 Km.


Jalan-Jalan di Bali Saat Lebaran


Setiap pulang ke Banyuwangi, Bali merupakan destinasi wisata utama yang selalu kami kunjungi setiap tahunnya. Selain untuk berkunjung ke sanak saudara, saya dan keluarga juga tidak mensi-siakan moment ini untuk liburan. Siapa yang tidak tahu Bali? Semua orang sudah tahu Bali, yang kata orang-orang disebut salah satu surga terindah di dunia.

Biasanya kami sekeluarga pergi ke Bali dari Banyuwangi dengan menggunakan dua buah mobil, karena kami keluarga besar dengan jumlah anggota yang banyak. Jarak antara Banyuwangi dan Bali sendiri tidak begitu jauh. Kami hanya butuh menyeberang sekitar satu setengah jam saja menggunakan kapal Ferry. Setiap pergi ke Bali saya sudah merencanakan tempat apa saja yang akan dikunjungi selama berada disana. Seperti pengalaman sebelum-sebelumnya kami baru bisa pergi ke Bali setelah H+4 lebaran karena khawatir akan macet di pelabuhan Ketapang.

Kira-kira apa yang terpikir oleh teman-teman jika mendengar kata Bali? Pasti teman-teman akan langsung terpikir dengan tempat wisata yang memamerkan keindahan alamnya seperti Pantai Kuta, Pantai Sanur, dan masih banyak yang lainnya. Selain keindahan alamnya, kekentalan adat juga masih terasa di Bali. Kesenian seperti Tari Kecak dan Tari Barong dan masih banyak tari yang lainnya yang masih dipergunakan oleh masyarakat di sana untuk upacara adat atau untuk penyambutan kedatangan tamu.

Memang benar, ada banyak objek wisata yang bisa teman-teman dan saya kunjungi di Bali salah satunya di Kuta. Di Bali terdapat banyak hotel, restauran dan cafe untuk menunjang fasilitas pariwisata. Sebelumnya pastikan terlebih dahulu ya teman-teman sudah memesan tiket transportasi dan penginapan. Hal itu penting untuk dilakukan sebelum berlibur supaya kita tidak kehabisan kamar hotel maupun tiket transportasi. Rasanya lucu saja kalau rencana liburan kita gagal karena kehabisan tiket, hehehe. :D

7 Cafe dan Restauran Keren di Kuta Bali


Sampai saat ini saya masih penasaran dengan beberapa restauran yang ada di salah satu kota di Pulau Dewata tersebut. Mungkin teman-teman juga penasaran karena tujuh restauran yang akan saya ceritakan ini sungguh keren sekali dan unik. Bisa untuk dijadikan sebagai referensi memilih restauran jika teman-teman sedang berada di Kuta. Dengan berkunjung ke restauran dan cafe tempat nongkrong anak muda di Bali ini sambil mencicipi menu hidangannya mungkin safari lebaran kami sekeluarga akan semakin menyenangkan.

1. Sea Circus

Jika dilihat, restauran ini berwarna-warni sesuai dengan mural-mural karakter yang biasa ada dalam sirkus. Sangat cocok dijadikan tempat untuk berkumpul bersama teman-teman. Restauran ini menyediakan banyak sekali makanan dan minuman. Salah satu minuman favorit yang ada di restauran ini adalah Kopi. Kopi dengan rasa yang sangat berbeda karena diracik dengan cara yang berbeda pula. Restauran Sea Circus ini terletak di Jalan Kayu Aya No. 22, Seminyak-Kuta, Bali. Jika teman-teman ingin mencicipi makanan yang ada di sini, restauran ini buka dari pukul 08.00 sampai pukul 22.30.


2. Revolver Espresso

Yang satu ini merupakan cafe dengan konsep ala Koboi. Bagi teman-teman pecinta koboi, mampirlah ke cafe ini. Cafe ini sebenarnya adalah kedai kopi yang cocok untuk teman-teman bersantai maupun untuk dijadikan sebagai tempat meeting pekerjaan. Masih dalam kawasan Seminyak di Kuta tepatnya di Jalan Kayu Aya No. 3.


3. The Coffee Library

Kalau Restauran yang satu ini benar-benar mengambil konsep dari perpustakaan. Terdapat banyak menu makanan mulai dari brunch, lunch sampai dinner pun tersedia di sini. Salah satu minuman andalannya adalah Kopi Cold Drip yang khas yang ada di sini. Restauran ini terletak di Jalan Kayu Aya No. 50. Dibuka pukul 08.00-23.00.


4. La Vavela

Cafe ini sebenarnya berkonsep outdoor. Namun, ada juga yang indoor. Tergantung selera teman-teman ingin makan di mana. Jika di luar banyak pohon-pohon rindang yang ditanam di area ini. Menu yang paling favorit di sini adalah Pirate of the Carribean, Salad Quinoa dan Nutella Coffee yang akan membuat lidah teman-teman bergoyang. Selain itu, akan membuat kenikmati teman-teman bersantai semakin bertambah. Cafe ini dibuka sore pukul 17.00 sampai dini hari pukul 01.00.


5. Seniman Coffee

Cafe yang satu ini sangatlah unik karena furnitur yang ada seperti bangkunya terbuat dari bahan-bahan yang bisa didaur ulang. Liat saja bangkunya ditambahkan dengan kayu sehingga bangku ini bisa bergoyang layaknya kursi goyang. Cafe ini terletak di Jl. Sriwedari No. 5. Perhatikan jam buka cafe pada saat teman-teman ingin mengunjunginya. Jam bukanya pukul 08.00-19.00.



6. Gardin Bistro

Restauran ini berkonsep rumah kaca dengan dikelilingi pepohonan sebagai konsep taman di luarnya. Terdapat menu dessert yang paling favorit dari restauran ini yaitu Green Tea Cake dan juga Escargot. Escargot ini merupakan makanan pembuka dengan berbahan dasar utamanya adalah daging bekicot. Makanan ini merupakan makanan khas dari Perancis, jadi penasaran sama rasa daging bekicotnya.


Dibelakang taman restauran ini ada tempat yang bernama Mirror. Ini merupakan tempat yang biasanya dijadikan anak muda dugem bersama teman-temannya pada malam hari. Restauran ini terletak di Jl. Petitenget No. 106. Waktu dibukanya adalah mulai dari pukul 11.00 sampai dini hari pukul 01.00, cafe ini menjadi tempat nongkrong malam hari di Bali.

7. Motel Mexicola

Restauran ini dipenuhi dengan warna yang beragam. Ketika teman-teman baru saja memasuki restauran ini terdapat altar dengan banyak foto-foto orang terkenal dan juga lilin yang berwarna-warni pula. Ini merupakan tempat untuk mengenang mereka yang sudah meninggal. Agak serem ya tapi kalau ke Bali kita harus coba cafe ini, penasaran.

Menu favorit yang terdapat di restauran ini adalah Quesadillas De Pollo dan Taco De Res sebagai makanannya dan untuk minumannya adalah Moktails Maraquya Passion. Temna-teman bisa menikmati makanan ini sembari mendengarkan musik up beat yang sedang dinyanyikan. Ajaklah kerabat dan keluarga teman-teman ke restauran yang terlihat sangat modern ini.


Selain itu, di restauran Motel Mexicola ini terdapat tempat makan outdoor dengan menyediakan kursi panjang dengan konsep yang berbeda dari indoor. Biasanya, anak muda lebih menyukai tempat terbuka ini daripada harus di dalam restauran. Karena di luar, teman-teman bisa berfoto bersama dengan terlihat bangunan dari Motel Mexicola tersebut. Restauran ini terletak di Kayujati No. 9 X Petitenget. Jadwal dibukannya restauran sama dengan Gardin Bistro, mulai dari pukul 11.00 sampai dini hari pukul 01.00.

Itulah beberapa restauran keren di Bali yang bisa menjadi referensi teman-teman untuk memanjakan perut kita semua bila berkunjung kesana. Bagaimana, teman-teman tertarik dan mulai penasaran untuk mencoba langsung ke tujuh cafe tersebut?. Saya sendiri juga sudah tidak sabar untuk bisa mudik ke Banyuwangi dan jalan-jalannya ke Bali, hehehe. Satu catatan lagi di sekitar restauran-restauran tadi, banyak sekali terdapat hotel-hotel berbintang yang bisa teman-teman pesan untuk tempat beristirahat dan melepas penat selama berwisata nanti.

Sumber Foto :

- http://www.seacircus-bali.com
- http://www.liburanbali.co.id
- http://www.thestar.co.my
- http://www.avrorauma.com
- http://www.yourlittleblackboo.me
- http://www.nelsonliaw.com
- http://www.travelmatekamu.com

Share
Tweet
Pin
Share
18 komentar
Cerita Ramadhan kali ini saya ingin bercerita tentang berbuat kebaikan yang tidak mudah untuk dikerjakan namun mampu memberikan kita rasa bahagia yang tiada tandingannya. Dalam Islam semua kaum muslimin adalah bersaudara, bila ada di antara mereka yang terluka maka yang lain bisa merasakannya juga. Kaum muslimin digambarkan seperti sebuah bangunan yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Di butuhkan rasa empati dan simpati yang tinggi untuk benar-benar bisa memahami juga menerapkan konsep bersaudara sesama muslim ini. Terutama butuh kualitas iman yang baik serta hati yang bersih.

Lalu, sama-sama kita menyadari bahwa diri kita ini di ciptakan ke bumi untuk menjadi wakil Allah dalam menyebarkan kebaikan. Memang ini sungguh bukan sesuatu yang mudah, ketika ada orang yang menyakiti kita dan kita ingin membalasnya dengan hal yang menyakitkan juga. Kalau sudah begitu bagaimana kita bisa belajar untuk menjadi wakil Allah dalam menyebarkan kebaikan ? :)

Ketika kita di sakiti sedikit saja rasanya hati bergemuruh untuk membalasnya. Oleh sebab itu saya tuliskan di awal-awal paragraf di atas bahwa untuk benar-benar bisa menerapkan konsep bersaudara ini ada banyak hal yang di butuhkan yakni, adanya rasa iman kepada Allah sebab dari sanalah mulai tercipta hati yang bersih. Kita harus terus berusaha untuk mensucikan hati supaya timbul rasa kebaikan, empati sehingga mampu bersimpati melihat kesulitan orang lain.


Semua Mudah Jika Kita Memiliki Iman yang Tinggi


Saya masih ingat jelas saat itu iman saya sedang menurun sekali, saya sedang futur. Sholat saya sembarangan dan tidak bisa khusyuk hanya sebatas gerakan yang tidak memiliki makna. Al Qur’an tidak pernah saya baca lagi sehingga hal itu membuat emosi saya mudah meletup. Tiba-tiba saja ada kejadian yang tidak mengenakkan hati, karena sebuah kesalah pahaman saya dicaci maki dengan kalimat yang sangat kasar.

Seketika itu rasa marah di hati saya bergemuruh hebat, ingin rasanya saya membalas ucapannya yang begitu kasar. Kemudian pasangan saya mengingatkan saya, apa gunanya membalas sesuatu yang tidak benar. Kita ini berasal dan terbuat dari tanah, tanah itu terbiasa diinjak juga direndahkan. Mendengar ucapannya rasa marah dalam hati saya sedikit berkurang tapi tetap saja belum bisa hilang.

Sungguh, kebaikan itu membutuhkan hati yang bersih dan hati yang bersih berasal dari kualitas keimanan yang tinggi. Teman-teman pasti pernah merasakan damainya hati ketika iman sedang tinggi, bukan?. Saya punya prinsip bahwa semua akan terasa mudah jika kita memiliki iman yang tinggin. Kita menjadi mudah untuk beribadah, mudah berbuat kebaikan, mudah untuk istiqomah dan mudah dalam melakukan banyak hal.

Sebagai seorang anak tunggal yang tidak mengenal kata berbagi sayapun pernah mengalami kesulitan yang sama ketika ingin berbagi dan berbuat baik dengan orang lain. Saya butuh waktu yang tidak sedikit untuk bisa mencairkan keegoisan dalam diri saya yang sudah tumbuh sejak saya masih kecil. Karena tidak ada orang yang “mengambil milik saya”, kala itu saya tidak harus berbagi segala hal yang saya miliki dengan saudara.

Sungguh saya merasakan betul bahwa tidak ada ketenangan dan kebahagiaan ketika kita tidak mampu berbuat baik kepada orang lain. Saya pun masih dan terus belajar untuk bisa menjadi orang baik. Saya memiliki pengertian sendiri akan makna dari "menjadi orang baik" ialah ketika saya mampu untuk terus membersihkan hati. Maka secara bersamaan kebaikan dari Allah itu akan hadir di dalam hati saya yang kemudian saya salurkan kebaikan itu kepada orang lain.

Hingga tiba di satu waktu dimana saya menyadari bahwa terkadang ketika saya sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik ada kalanya mereka belum bisa menerimanya sebagai suatu kebaikan. Namun tidak mengapa, saya sadar bahwa saya ini hidup dan tinggal di atas bumi yang begitu luas, dimana begitu banyak sekali orang, banyak sekali karakter, banyak sekali pemikiran juga pendapat dan banyak sekali cerita hidup yang berbeda-beda.

Dari begitu banyaknya perbedaan itu secara tidak langsung saya akan belajar untuk memahami dan mengerti keadaan orang lain. Kalau seandainya suatu waktu mereka belum mampu mengartikan kebaikan yang saya coba berikan, saya bisa mengerti itu. Saya akan terus meningkatkan kualitas hati dan kualitas kebaikan diri saya yang masih bocah ini.

Walaupun tidak mudah untuk tetap terus memahami dan mengerti keadaan orang lain. Namun, saya kembali ingat akan tujuan Allah menciptakan saya untuk menjadi wakilNya dalam menyebar kebaikan dan kebajikan di atas bumi ini. Saya ingin menjadi tempat untuk bisa beristirahat sebentar bagi orang-orang yang saya temui ketika mereka kelelahan menjalani cerita kehidupan ini. Sekalipun saya hanya bisa memberikan senyuman yang tulus atau kata-kata yang bisa menenangkan hati mereka.

Karena Kebaikan Itu Harus Diusahakan


Bagi saya pribadi ketika saya bisa berbuat baik kepada orang lain maka saya sedang berbuat baik kepada diri saya sendiri. Ketika saya mencoba untuk menenangkan gemuruh kegelisahan, kemarahan dan perasaan buruk di dalam hati orang lain maka saat itu pula saya juga sedang menenangkan hati saya sendiri. Bukankah semakin baik seseorang jika bisa bermanfaat untuk orang lain ?.

Bulan Ramadhan seperti saat ini menjadi salah satu waktu dan moment yang tepat untuk bisa memaksimalkan kebaikan dalam diri. Di bulan yang suci ini segala kebaikan kita akan Allah lipat gandakan pahalanya. Setiap waktu di bulan ini penuh dengan kebaikan dan berlimpah pahala juga ridho Allah. Selain itu, di bulan Ramadhan ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengecas keimanan yang ada di dalam hati.

Saya selalu percaya bahwa, mungkin mudah sekali untuk berbuat keburukan tapi kita harus mengeluarkan usaha yang lebih untuk berbuat kebaikan. Sama seperti pikiran dan prasangka buruk yang tiba-tiba saja muncul di dalam otak kita tanpa diminta. Sedangkan untuk bisa berpikir baik kita masih harus berusaha untuk itu.

Saya selalu meyakini bahwa, seorang muslim yang baik itu adalah ketika saudaranya selamat dari keburukan sikap juga lisannya. Semakin banyak saya bertemu orang lain dan semakin banyak saya bisa melakukan kebaikan semoga terus membersihkan hati saya dari segala macam keburukan.

Perasaan nyaman itu hadir ketika saya bisa menggenggam tangan mereka, mengusap air mata mereka, memeluk tubuh mereka dan menenangkan mereka. Saya merasa sangat bahagia dan beruntung ketika saya mampu berbuat kebaikan kepada orang lain. Ada yang bilang bahwa tidak mudah untuk berbuat baik tapi ketika sudah berhasil berbuat baik tidak ada kebahagiaan di dunia ini yang mampu melebihi rasa bahagia karena sudah berbuat baik.

Sekali lagi, semoga setiap niat baik di dalam hati akan tetap lurus karena mengharapkan keridho-anNya kepada kita. Semoga Allah yang Maha mengetahui selalu menjaga keikhlasan di dalam hati kita semua supaya selalu utuh karenaNya. Semoga tulisan ini tidak membelokkan niat baik yang sedang saya usahakan. Semoga Allah melindungi kita semua dari perasaan sombong serta merasa diri paling bersih dan menjaga iman yang ada di dalam hati kita.

Demikianlah tulisan ini saya buat sebagai bahan intropeksi serta sekaligus mengisi hari-hari saya di bulan Ramadhan ini. Saya sama seperti teman-teman yang lain yang akan terus belajar untuk bisa selalu memberikan kebaikan kepada orang lain. Oh iya, hari ini teman-teman sudah berbuat kebaikan ? kalau sudah, mari tidur dengan tenang bersama doa orang-orang yang bahagia mendapat kebaikan dari kita hari ini. :)
Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Saya masih ingat jelas saat itu, saat dimana saya sedang terbaring lemas melawan sakit dengan selang infus yang terpasang di tangan sebelah kiri. Betapa saya sangat terkejut sekali ketika pasangan saya datang dan duduk di dekat tubuh saya yang sedang berbaring. Dengan pelan-pelan dia berusaha untuk menjelaskan sesuatu kepada saya, bahwa kamera SLR miliknya hilang. Mendengar hal tersebut rasanya degup jantung saya berhenti seketika, saya masih belum percaya dan berusaha untuk meyakinkan lagi kalau dia sedang bercanda saja. Tetapi dengan tegas dia menjelaskan lagi kepada saya bahwa kamera mahal miliknya tersebut memang benar-benar hilang.

Kamera SLR itu hilang begitu saja dicuri dari dalam rumahnya, entah siapa orang yang tega mengambil barang kesayangan milik pasangan saya itu. Kamera SLR lengkap dengan tiga buah lensa diambil begitu saja, meskipun itu bukan milik saya tapi hati saya merasa sedih sekali. Kamera tersebut adalah salah satu alat kami untuk bekerja, untuk mengambil foto-foto dan membuat postingan dalam website yang kami kelola bersama.

Sejak memutuskan untuk memulai hubungan yang serius sejak satu tahun yang lalu, kami berkomitmen untuk bekerja sama mengembangkan website PulauMadura.com dan beberapa usaha lainnya. Kami ingin merintis bersama dari nol, kami ingin menabung untuk masa depan kelak, kami memiliki cita-cita untuk tidak lagi merepotkan kedua orang tua.

Oleh karena itu, kami berdua sangat bersemangat untuk bekerja guna mengumpulkan uang. Sekarang kamera hitam yang biasa menemani kami bekerja kemana-mana sudah hilang. Rasanya hati saya tidak ikhlas, saya marah, saya kecewa, apalagi saya tahu bagaimana usaha pasangan saya untuk bisa memiliki kamera tersebut dulunya.

Jujur, saya sempat marah kepada Tuhan kenapa ujian ini datang bertubi-tubi. Saya yang sedang sakit Demam Berdarah dan membutuhkan biaya, kamera kami hilang ditambah dia yang juga sakit. Tidak sedikit biaya yang sudah kami keluarkan untuk biaya berobat berdua waktu itu.




Mari Temukan Hati yang Luas untuk Sabar Tak Berbatas


Orang bilang kita akan baru bisa benar-benar beristirahat setelah nanti kita sudah di surgaNya. Itu berarti selama masih hidup, selama nafas masih berhembus, selama darah masih mengalir kita tetap berjalan menyusuri waktu dan berbagai macam keadaan dalam hidup. Berbicara tentang keikhlasan bagi saya pribadi sama saja saya membicarakan tentang derajat tertinggi seorang manusia. Tidak mudah untuk bisa menjadi ikhlas, benar-benar ikhlas di hadapan Allah SWT, terkadang sakit sedikit saja kita sudah merintih tidak kuat dan ingin menyerah.

Berbicara tentang keikhlasan, saya langsung teringat akan keikhlasan Nabi Muhammad SAW jujungan kita yang ikhlasnya tiada tertandingi itu. Saya malu, sangat malu ketika saat-saat dimana saya berujar ikhlas di lisan saja namun hati entah bagaimana. Saya malu pada Beliau sebagai umatnya saya masih jauh untuk bisa mengikuti setiap sunnahnya dan mencontoh perilakunya.

Namun, saya selalu percaya sekalipun ikhlas itu sulit untuk diraih tapi bila ada usaha bukan tidak mungkin ikhlas akan terselip di dalam hati. Saya ingin sedikit mengingat masa lalu saya, mengingat kembali setiap episode kehidupan yang pernah Allah gariskan dalam hidup saya. Allah menguji kita pada titik terlemah dan sebagai seorang manusia biasa terlebih lagi sebagai seorang perempuan dimana hati menjadi tumpuan hidup, Allah uji saya pada bagian tersebut.

Allah yang Maha membolak balikkan hati setiap hambaNya juga membolak balikkan hati saya kala itu. Awal mula saya serius untuk bisa istiqomah mengenal agama ini, Allah mengharuskan saya untuk mengikhlaskan sesuatu kepada pemilik sesungguhnya. Betapa saat itu terasa berat, perih dan sedihnya hati saya dan itu terjadi tidak hanya sekali, ternyata saat itu Allah ingin perkenalkan saya dengan awal dari sebuah keikhlasan.

Dan sekarang saat dimana saya benar-benar telah sampai pada titik ini saya mencoba untuk kembali melihat kebelakang walaupun saya sedikit ragu untuk kembali menoleh namun saya beranikan diri. Entah saya harus berkata apa, jalan yang dulu pernah saya lewati sangat berliku, terjang dan curam, terbesit dalam hati, "saya bisa melewatinya..".

Karena kasih sayang Allah saya mengenal arti kejujuran, keikhlasan, ketulusan, kebaikan, kebijaksanaan, empati, simpati, kasih sayang, kedamaian, ketenangan dan segala pernik-pernik kebaikan dalam hidup. Karena Allah juga saya mengerti pentingnya memiliki tubuh yang sehat, akal yang lurus, rasa haus akan ilmu dunia dan akhirat. Dari semua hal tersebut ada satu titik puncak kehidupan yang masih akan terus saya telusuri dan entah kapan saya bisa tiba di puncak tersebut yakni keikhlasan.

Sesulit apapun saya harus bisa bertahan sambil terus belajar untuk memiliki pemahaman yang lebih baik, saat ikhlas mulai tergerus waktu saya terus berusaha bertahan supaya tidak semakin tergerus. Saya hanya ingin Allah tidak kecewa melihat saya, orang tua saya bahagia melihat saya, suami saya kelak bangga karena telah bisa memiliki saya dan anak-anak saya percaya bahwa mereka memiliki ibu yang terus berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka.

Saya ingin tertawa kecil, saya malu, ternyata saya masih suka mengeluh, saya ingin ikhlas menjalani setiap episode hidup ini. Begitu juga ikhlas menerima kenyataan kalau kamera yang biasa kami gunakan untuk bekerja itu sudah tidak ada lagi. Setiap malam saya berdoa supaya kamera tersebut bisa kembali ke tangan kami, segera!.

Baca Juga : Sahabat Terbaik, Sahabat yang Tidak Pernah Membuat Bersedih

Berdoa adalah bentuk kepasrahan bukan bentuk paksaan


Saya terdiam langsung dan benar-benar terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata ketika menemukan penggalan kalimat di atas. Seketika itu otak saya kembali mengingat-ingat apakah selama ini saya berdoa dengan penuh kepasrahan atau sebaliknya hanya penuh kepaksaan saja ? Apa benar bentuk kepasrahan itu belum sepenuhnya hadir di setiap bingkaian doa-doa yang saya panjatkan selama ini ?.

Jadi, selama ini saya masih memaksa kehendak saya kepada Allah ? Padahal Dia-lah satu-satunya yang Maha Mengetahui setiap hal terbaik bagi semua hambaNya. Dalam salah satu firmanNya di katakan bahwa, "belum tentu apa yang kau sangka baik itu baik bagimu dan belum tentu apa yang kau sangka buruk itu buruk bagimu.." kembali saya mengelus-ngelus dada.

Ternyata memiliki hati yang ikhlas penuh kepasrahan kepada Allah itu bukanlah suatu hal yang mudah untuk bisa dimiliki. Ketika berdoa saja saya kerap kali belum bisa pasrah dan mungkin saja sangat memaksakan kehendak pribadi saya, lantas bagaimana bisa saya bersikap ikhlas menerima setiap ujian atau keadaan sulit ? Badan saya mulai melemas bila mengingatnya.

Bukankah pasrah itu adalah buah dari keikhlasan, bagaimana mungkin saya bisa ikhlas kalau pasrah saja saya tidak sepenuhnya bisa melakukannya ? saya pun semakin larut dalam diam. Kembali dan terus bertanya-tanya apakah mungkin selama ini saya sudah benar-benar ikhlas mencintai Allah ? Kemudian saya tidak kuasa membendung air mata saya yang memaksa untuk menetes sejak tadi.

Sekarang saya masih terus berusaha untuk ikhlas menerima kenyataan bahwa kamera mahal itu sudah hilang. Pasangan saya selalu bilang, “Kalau kamera itu masih rezeki kita pasti akan kembali, entah bagaimana caranya..” tapi tetap saja saya masih bingung, bagaimana bisa kami bekerja tanpa kamera tersebut ?.

Hilangnya kamera jelas membuat kami mendapatkan banyak hal, rasa sedih sudah pasti tapi ada yang lebih dari itu. Kami berdua terutama saya kembali untuk mengenal kata ikhlas, Ramadhan kali ini lagi-lagi Allah ingin mengenalkan saya pada rasa ikhlas yang lebih mendalam yaitu ikhlas beribadah karenaNya di saat dimana sepertinya ibadah tidak lagi terasa ikhlas karenaNya sebab ada hal lain yang di inginkan.

Ikhlas untuk menerima segala ketetapan dariNya dan semua keadaan yang Dia berikan. Ketika semua keadaan sulit harus tetap saya lewati Allah terus saja menuntun saya, menguatkan hati, membuat saya kembali berdiri dan kembali yakin untuk bisa segera menyelesaikan ujian ini dengan baik seperti apa yang Allah inginkan.
Share
Tweet
Pin
Share
9 komentar
Entah ada fenomena apa sekarang ini Kota Bangkalan mulai ramai dengan muncul kafe-kafe tempat nongkrong. Bukan hanya satu dua kafe tapi sudah sekitar belasan kafe yang ada di Kota Bangkalan, kota kelahiran saya ini. Selain itu ada banyak banyak macam kafe yang dibagi sesuai jenis menu yang disediakan dan tentunya harga. Mulai dari kafe yang menawarkan menu makanan dengan harga agak mahal sampai yang hemat dikantong terutama kantong anak pelajar juga mahasiswa. Mungkin karena Kota Bangkalan bersebelahan dengan Kota besar seperti Surabaya jadi secara tidak langsung gaya hidup kota besar ada dan mulai menjadi trend di Bangkalan. Padahal sebelum-sebelumnya Bangkalan terkenal dengan Kota Santri, tapi perlahan sebutan tersebut sepertinya mulai berganti.

Entah saya harus sedih karena Bangkalan tidak lagi sereligius dulu atau malah senang dengan banyaknya kemajuan infrastruktur dan teknologi di kota kecil ini. Tapi apapun perubahan yang sedang dialami kota kelahiran saya ini, saya akan selalu merasa senang jika perubahan itu baik bagi kemajuan Bangkalan. Apalagi dengan munculnya berbagai macam usaha kafe seperti sekarang akan berpengaruh juga dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat Bangkalan.

Itu artinya pengangguran akan semakin berkurang dan masyarakat mulai belajar kreatif dalam dengan membuka usaha. Secara tidak langsung juga hal tersebut akan membuat para wisatawan yang datang ke Bangkalan merasa nyaman dengan segala fasilitas yang disediakan. Setidaknya para wisatawan itu tidak perlu repot mencari tempat makan atau nongkrong bila sedang berada di Bangkalan.




Soghi Kafe, Tempat Nongkrong yang Asyik


Kembali ke cerita pengalaman saya yang lagi hobi banget datang sekaligus mencicipi menu makanan yang ada di kafe-kafe Bangkalan. Kali ini tepatnya hari Kamis malam kemarin saya bersama pasangan sengaja datang ke salah satu kafe dekat rumah. Namanya Soghi Kafe, nama Soghi sendiri jika dalam bahasa Madura berarti kaya.

Mungkin si pemilik Soghi Kafe sengaja memilih nama tersebut dengan harapan akan bisa selalu kaya, kaya secara finansial, kaya kebahagiaan dan kaya segalanya. Sok tahu sekali saya ini, tadi itu cuma tebakan saya saja kok teman-teman. Sebenarnya saya sudah cukup lama mengetahui keberadaan Soghi Kafe ini, cuma belum ada waktu dan kesempatan saja untuk datang mencicipi menu-menunya.



Berawal ketika akun Instagram Soghi Kafe memfollow akun Instagram Pulau Madura milik kami berdua, entah kenapa tiba-tiba jadi penasaran untuk main-main kesana. Oh iya, sekarang ini hampir semua kafe yang ada di Bangkalan pasti mempunyai akun Instagram. Mungkin ini salah satu cara marketing mereka supaya bisa dikenal banyak orang.

Selain itu kafe-kafe tersebut seperti berlomba-lomba menyediakan tempat yang bagus untuk difoto dan foto selfie istilahnya itu Instagramable, hehehe. Cara seperti ini berhasil membuat para anak muda Bangkalan tertarik dan beramai-ramai datang ke kafe tersebut. Begitu juga di Shogi Kafe, pertama kali masuk saya memperhatikan betul ornamen yang ada di bagian dalam.

Dengan luas tempat yang tidak begitu besar, kafe ini bisa dikatakan cukup nyaman sebagai tempat berkumpul dengan teman, keluarga maupun pasangan. Sebelum datang ke Shogi Kafe saya sempat stalking akun Instagramnya, pertama yang saya lihat adalah daftar menu makanan dan minumannya. Untuk daftar menu yang disajikan di Soghi Kafe sendiri menurut saya standart dan banyak ditemukan di kafe-kafe lainnya, belum ada satu menu yang unik juga spesial.


Untuk tempatnya sendiri Soghi Cafe cukup Instagramable dengan hiasan dinding yang banyak ditempel dan beberapa ornamen kayu yang digunakan sebagai tempat duduk. Warna dindingnya juga berwarna warni, kesan cerah mewakili bagian interior Soghi Kafe ini dengan ditambah cahaya terang dari lampu utama juga lampu-lampu ornamen yang ditempel pada bagian dinding kafe. Bagi teman-teman yang berencana datang ke Soghi Kafe harap diperhatikan betul untuk keamanan kendaraannya terutama bagi yang membawa sepeda motor. Karena masih belum ada petugas parkir yang menjaga, belum lagi lokasi shogi Kafe yang tepat berada di pinggir jalan.

Tapi saya masih penasaran, pasti ada sesuatu yang menjadi ciri khas kafe ini dan akhirnya saya tahu juga. Ternyata Soghi Kafe ini menawarkan harga yang sangat terjangkau dan murah, jadi bila teman-teman sedang ingin nongkrong dan ngemil-ngemil tapi budget menipis bisa datang langsung kesini. Selain itu makanan dan minuman tersebut menggunakan bahan yang enak dan tidak murahan sepertinya. Oke, sekarang saya akan mereview beberapa makanan dan minuman yang ada di Soghi Kafe ini sesuai pendapat saya ya.



Menu Sederhana Shogi Kafe, Super Murah


Malam itu kami berdua sengaja datang ke Soghi Kafe untuk merayakan ulang tahun pasangan saya, karena saat itu perut kami sedang kenyang karena baru selesai makan, hahaha. Akhirnya kami memutuskan memesan menu yang tidak berat diperut, tapi memang di kafe ini menu-menu yang disajikan tidak jauh-jauh dari mie, kentang, sosis, nugget dan sejenisnya.

Setelah memperhatikan menu yang ada, saya memesan empat menu yang terdiri dari satu porsi kentang goreng dengan saus tomat dan mayonaise, satu porsi sosis keju juga dengan saus plus mayonaise. Untuk minumannya, saya memesan satu Blue Floth dan satu Ice Cream Vanilla Cheese cukup itu saja.

Seperti menu kentang goreng atau French Fries pada umumnya, kentang goreng yang ada di Soghi Kafe tidak jauh berbeda rasanya. Tapi seperti yang saya jelaskan di awal tadi bahwa Soghi Kafe ini harganya murah dan terjangkau. Untuk satu porsi kentang goreng seharga 6000 ribu dan itu porsinya lumayan banyak, cukup lah untuk mengganjal perut. :D


Untuk menu sosis keju dengan saus tomat dan mayonaise, meskipun termasuk salah satu makanan junk food tapi rasanya enak dan gurih. Keju yang ditabur diatas sosisnya terasa sekali, sepertinya pemilik kafe menggunakan keju kualitas menengah yang biasa ditemukan iklannya di televisi itu. Rasanya mungkin memang seikit membuat “Eneg” tapi tetap masih favorit untuk menu camilan apalagi kalau bawa anak keci pasti langsung lahap makannya. Harganya pun sama dengan harga kentang goreng yakni 6000 ribu, murah sekali bukan ?.


Sekarang Blue Floth yang saya pesan, Blue Float ini terbuat dari minuman bersoda biru, yang di dalamnya diisi dengan jelly dan biji buah Naga. Kemudian untuk pemanisnya ditambah Ice cream vanilla di atas Blue Floth sehingga tampilannya menjadi sangat cantik. Untuk rasa, masih juara dan segar sekali sekaligus manis. Harganya juga tidak kalah juara, masih dengan harga yang masih sangat terjangkau 8000 ribu saja, jika dibandingkan dengan Blue Floth  yang ada di kafe lainnya disini yang paling murah. :D


Menu terakhir kami adalah Ice Cream Vanilla Cheese, ini menu yang paling kami suka sampai-sampai berebut makannya. Menu desert dari Soghi Kafe ini terdiri dari ice cream vanilla sepertinya ice cream dari W*lls, bisa ditebak rasanya yang lumer di mulut. Di atas ice ceam ditaburi keju yang banyak dan choco balls kemudian ditambah susu coklat sebagai penghias. Harga satu porsi Ice Cream Vanilla Cheese ini sama dengan harga Blue Float 8000 ribu.


Dari keempat menu yang kami pesan tadi, total harga yang harus dibayar adalah 28 ribu saja, super murah. Meskipun dibandrol dengan harga murah tapi rasanya enak-enak semua, cocok untuk masyarakat Bangkalan yang sepertinya belum terbiasa jika diberi harga mahal, hehehe.

Untuk keseluruhannya Soghi Kafe ini nyaman dan cozy untuk berkumpul atau sekedar nongkrong. Dengan menu sederhana yang tidak membuat perut kekenyangan ditambah lagi harganya yang murah meriah. Alamat Soghi Kafe berada di Jl. Kh. Moch Kholil Gang 5 No. 100 Bangkalan, daerah ini cukup mudah ditemukan atau teman-teman bisa stalking langsung di akun Instagramnya @shogicafe.

Well, cukup sekian review Soghi Kafe dari saya, masih ada banyak kafe di Bangkalan yang penasaran untuk saya datangi sekaligus review. Sampai jumpa pada review kafe selanjutnya ya :)
Share
Tweet
Pin
Share
7 komentar
Setiap pemberian pasti memiliki arti dan mempunyai kenangan tersendiri yang tidak bisa diganti dengan apapun juga. Ingatan saya pergi ke masa lalu tepatnya sekitar 5 tahun yang lalu saat kedua orang tua saya datang dan masuk ke dalam kamar memberikan sebuah bingkisan kecil yang dibungkus dengan selembar kertas dari koran. Sebenarnya menulis tentang kenangan ini saja kedua mata saya tidak mampu membendung air mata yang seakan ingin tumpah keluar. Namun, saya rindu untuk kembali mengingat-ingat kenangan pada waktu itu. Sebuah bingkisan kecil yang sudah membuat saya bahagia tiada terkira, sebelum membuka bingkisan tersebut sebenarnya hati saya sudah tahu apa isi di dalamnya.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, perlahan-lahan saya membuka bingkisan yang dibungkus rapi tersebut. Isinya adalah sebuah Al Qur’an berukuran kecil sekitar 10 x 8 cm dengan sampul kuning keemasan. Beberapa minggu sebelum mendapatkan Al Qur’an ini saya sempat meminta secara langsung kepada kedua orang tua untuk dibelikan.

Iya, dibelikan. Meskipun pada saat itu saya baru beberapa bulan diterima bekerja menjadi karyawan pada salah satu perusahaan swasta. Kalau menurut logika, saya bisa dan sangat mampu untuk membeli Al Qur’an tersebut tapi entah kenapa saya ingin sekali kedua orang tua yang membelikan khusus untuk saya.


Saya masih ingat jelas, harga Al Qur’an kecil bersampul kuning emas cantik itu sekitar 25 ribu, tidak mahal. Akhirnya secara mengejutkan kedua orang tua saya membelikan untuk saya dan memberikannya tepat sehari sebelum bulan Ramadhan tiba. Hari ini, sehari sebelum bulan Ramadhan tiba Al Qur’an kesayangan milik saya itu kembali ditemukan setelah hampir 8 bulan lamanya hilang begitu saja.

Ketika Hidayah Datang, Al Qur’an Kecil Menemani


Saya ingin bercerita tapi semoga ini tidak dinilai sebagai bagian pamer atau riya’ maupun istilah lainnya. Mungkin teman-teman sudah tahu kalau saya adalah anak tunggal dan seperti yang pernah teman-teman baca sebelumnya dalam postingan di blog ini saya pernah menjadi anak tunggal yang super menyebalkan bagi semua orang.

Entah kenapa istilah “Anak Tunggal” kerap memiliki stigma dan penilaian yang buruk, anak tunggal dikenal sebagai sosok yang manja, egois, ceroboh dan tidak bisa diandalkan. Semua stigma tersebut sempat melekat dalam diri saya beberapa tahun yang lalu sebelum akhirnya doa-doa malam mama dikabulkan Tuhan.

Hidayah itu datang menyapa relung hati saya tepat 6 tahun silam, sebelumnya hari-hari saya dipenuhi dengan kelakuan yang tidak menyenangkan. Tidak jarang saya membuat menangis kedua orang tua ketika melihat tingkah laku saya yang suka seenaknya saja. Sungguh, doa-doa itu tidak pernah meninggalkan kita, dia pergi melesat cepat menuju Tuhan.



Sama seperti doa-doa yang mama saya panjatkan disetiap malamnya, untuk anak perempuannya ini. Sejak hidayah itu datang kehidupan saya berubah seketika, tidak ada lagi tingkah menyebalkan yang saya lakukan dan tidak ada lagi tetesan air mata yang membasahi pipi kedua orang tua saya. Memang benar bahwa hanya Tuhan yang mampu membolak-balikkan hati setiap hambaNya.

Sejak saat itu, bukan hanya tingkah laku saya yang berubah tapi perlahan demi perlahan cara berpikir dan ibadah sayapun juga ikut berubah. 6 tahun yang lalu tepat pada tanggal kelahiran saya memutuskan untuk menggunakan kerudung. Keputusan tersebut sempat diragukan oleh banyak orang terutama keluarga sendiri, mereka khawatir saya akan menggunakan kerudung jika lagi kepengen saja.

Tapi tidak apa-apa, waktu itu saya berpikir bahwa setiap orang hanya mampu menilai bagian luar saja mereka tidak mampu melihat setiap niat baik yang ada di dalama hati. Sejak saat itu juga kehidupan saya berbalik 360 derajat menjadi jauh lebih religius, sholat tidak pernah lagi bolong, sholat sunnah, puasa sunnah, membaca Al Qur’an sampai memutuskan untuk kembali belajar mengaji secara mendalam selama satu tahun.

Al Qur’an Kecil Sahabat Terbaik Bagi Saya


Masjid Agung Bangkalan menjadi salah satu saksi bisu perjalanan hijrah saya saat itu, setiap waktu jika tidak sedang ada pekerjaan di rumah saya pergi ke masjid sebelum adzan dengan sepeda. Jarak antara rumah saya dengan masjid sekitar satu kilometer, sambil melewati panas terkadang menembus hujan gerimis tidak sekalipun menyurutkan langkah saya pergi ke masjid.

Sampai-sampai saya hafal dan kenal betul secara pribadi dengan jama’ah masjid dan seorang ibu yang sukarela mengurus kebersihan masjid bagian wanita. Sama halnya seperti masjid agung di daerah lainnya, Masjid Agung Bangkalan memiliki ukuran yang cukup luas dan atap yang tinggi dengan pintu-pintu besar yang selalu terbuka lebar.

Atap yang tinggi dan pintu-pintu yang terbuka lebar itu seakan menyambut kedatangan setiap jama’ah yang ingin beribadah di dalamnya. Saya masih ingat, setiap selesai sholat dzuhur saya selalu duduk di dekat salah satu pintu masjid, angin berhembus sepoi-sepoi membuat hati saya menjadi semakin damai. Di dekat pintu besar masjid itulah saya biasa mengahbiskan beberapa lembar juz Al Qur’an, saya menghayati setiap hurufnya sesekali saya berhenti karena menangis jika mengetahui artinya.


Al Qur’an kecil bersampul kuning emas itu menjadi sahabat saya sejak lima tahun yang lalu, bersama dia saya tidak pernah merasa kesepian. Hati saya tidak pernah bersedih karena hal duniawi, saya tidak pernah marah ketika banyak dihujat orang-orang dan bersama Al Qur’an kecil pemberian kedua orang tua itulah saya seakan sedang berbicara dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Pada setiap lembar Al Qur’an itulah menjadi tempat air mata saya jatuh menetes terutama di akhir surat Al Kahfi. Semua itu menjadi bukti bahwa hati yang dulunya keras bisa berubah menjadi lembut dengan datangnya Hidayah. Setiap selesai sholat atau disaat waktu luang dimana saja saya gunakan untuk membaca Al Qur’an kecil itu.

Dulu, saya masih ingat ketika pergi bekerja ke luar kota di dalam bus sambil mengantuk saya menyempatkan waktu untuk membaca Al Qur’an. Kemanapun saya pergi, Al Qur’an kecil bersampul emas itu tidak pernah lupa untuk dibawa. Memang benar saya akui, bahwa ada kenikmatan yang luar biasa ketika hati kita sudah mendapat HidayahNya.

8 bulan yang lalu Al Qur’an kesayangan saya itu sempat hilang padahal sudah dicari kemana-mana dan tidak ketemu juga. Sampai akhirnya satu jam sebelum menulis tulisan ini Al Qur’an milik saya ditemukan. Diam-diam mama tahu kalau beberapa waktu belakangan ini saya sedang gelisah dan sedih karena Al Qur’an itu hilang.

Tiba-tiba kejadian lima tahun yang lalu kembali terulang, kali ini mama datang ke kamar untuk memberikan Al Qur’an kesayangan milik saya itu tepat sehari sebelum bulan Ramadhan tiba. Padahal sebelumnya saya dan kedua orang tua sama-sama mencarinya di setiap sudut rumah tapi tetap saja hasilnya nihil. Sekarang dengan izin Allah, Al Qur’an itu kembali dan akan menemani hari-hari saya dalam bulan Ramdhan tahun ini. Saya bahagia, sangat bahagia sampai-sampai menetes air mata saya. Teman-teman, saya percaya sekali bahwa Hidayah itu bisa datang kepada siapa saja dengan izinNya.


Jangan lelah untuk terus berdoa supaya selalu diberikan Hidayah kerena kita tidak tahu kapan Hidayah itu bisa diambil dari diri kita. Setiap pemberian dan kenangan memiliki arti tersendiri, begitupula dengan pemberian Al Qur’an kecil dari kedua orang tua dan cerita kenangan perjalanan hijrah saya selama ini, semua itu mahal harganya.

Hari ini, semua umat muslim di belahan dunia manapun sedang bersuka cita menyambut bulan Ramadhan tiba. Nanti malam sholat Tarawih akan dimulai, hati senang tiada terkira, semua kebaikan dunia Allah hadirkan pada Ramadhan yang mulia ini. Jangan sampai setiap waktunya dilewatkan dengan hal buruk yang penuh kesia-siaan.

Selamat berpuasa teman-teman, saudara seiman saya. Mohon maaf lahir dan batin, maafkan bila ada salah juga khilaf, terima kasih sudah membaca tulisan saya ini. Semoga ada manfaat dan pelajaran yang bisa diambil, semoga saya juga dijauhkan dari niat pamer atau Riya’. Alhamdulillah, saya siap menyambut bulan Ramadhan bersama Al Qur’an kecil bersampul kuning emas kesayangan. Semoga bisa tetap terus istiqomah sampai akhir bulan Ramadhan nanti. Aamiinn :)
Share
Tweet
Pin
Share
13 komentar
Perjalanan menuju Banyumas untuk mengikuti acara Juguran Blogger adalah pengalaman pertama untuk saya. Namun acara ini adalah pengalaman kedua kalinya bagi pasangan saya, sebelumnya dia pernah mengikuti acara Juguran Blogger Banyumas ini pada tahun 2012 lalu bersama teman-teman komunitas Blogger Plat-M lainnya. Seperti pada acara sebelumnya tahun ini perwakilan blogger Banyumas mengajak Plat-M untuk bergabung dalam acara ini. Ada 50 seat peserta yang disediakan oleh panitia, ketika Mas Wahyu men-share banner acara di grup WhatsApp semua teman-teman merasa tertarik dan antusias untuk ikut. Tapi karena jadwal acara yang berbenturan dengan beberapa kegiatan yang lain akhirnya dari perwakilan Plat-M hanya saya dan pasangan yang bisa berangkat.


Jum’at pagi tepatnya tanggal 13 Mei kemarin kami berdua berangkat dengan menggunakan kereta api dari stasiun Gubeng Surabaya menuju stasiun Purwokerto. Selama di perjalanan menuju Purwokerto saya yang paling semangat dan antusias sekali. Saya membayangkan bisa bertemu dan berkumpul bersama banyak blogger dari berbagai daerah yang ada di Jawa.


Perasaan khawatir dan nerveous sempat saya rasakan, ini kali pertama saya kumpul dengan blogger-blogger. Tapi saya berusaha menepis semua perasaan tersebut, ini kesempatan langka dan saya tidak boleh melewatkan dengan perasaan tidak percaya diri. Akan ada banyak ilmu dan pengalaman yang didapat nanti terutama mendapat teman-teman baru. Kereta api ekonomi Logawa membawa kami berdua dalam perjalanan panjang selama 9 jam lamanya.

Hari Pertama Tiba di Kota Purwokerto, Bahagia Rasanya!


Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya kami berdua sampai di stasiun Purwokerto, di stasiun inilah kami akan dijemput oleh panitia sesuai rundown acara yang ada di email. Jam menunjukkan pukul enam sore, Kota Purwokerto mulai gelap. Ketika tiba di Purwokerto rasa bahagia meliputi hati saya, maklum saja ini kali pertama saya pergi ke Purwokerto, kali pertama melakukan perjalanan jauh tanpa ditemani kedua orang tua, hehehe.

Dengan menggendong tas besar berisi pakaian selama 3 hari nanti kami berlari turun dari gerbong kereta api dengan penuh semangat. Teman-teman panitia Juguran Blogger Banyumas sudah menunggu di depan sebuah kafe dekat stasiun untuk menjemput kami dan peserta lainnya. Setelah menunggu selama 15 menit Mas Pradna salah satu panitia datang menjemput dengan mobil

Di dalam mobil ternyata sudah ada satu peserta lainnya, seorang blogger terkenal dengan banyak prestasi yakni mbak Anaz. Setelah bersalaman dan berkenalan kami berempat berangkat melanjutkan perjalanan dengan mobil. Malam itu Kota Purwokerto baru selesai turun hujan dan cuaca menjadi cukup dingin. Rasa lelah setelah melalui perjalanan panjang membuat saya tertidur di dalam mobil, setelah tiba di stasiun kami masih harus melanjutkan perjalanan menuju Desa Kalisari.

Baca Juga : Juguran Blogger, Persiapan Keberangkatan Hingga Manfaat Travelling Bersama Pasangan

Wisata Pengetahuan Desa Kalisari dan Tampannya Kepala Desa


Perjalanan menuju Desa Kalisari dari stasiun Purwokerto membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sekitar pukul tujuh malam kami berempat tiba di Desa Kalisari, desa ini merupakan desa pertama tempat Juguran Blogger Banyumas berlangsung. Sesuai rundown acara kami semua akan bermalam selama satu malam di desa ini dan keesokan harinya semua peserta akan diajak keliling Desa Kalisari.

Para peserta dan panitia Juguran Blogger akan bermalam di rumah penduduk desa, ada dua rumah penduduk yang sudah disediakan masing-masing untuk perempuan dan laki-laki. Sebelum diantar ke rumah salah satu penduduk yang akan ditempati bermalam peserta perempuan, kami berkumpul terlebih dahulu di tempat menginap peserta laki-laki. Benar saja, disana saya kembali nerveous dan gugup di dalam rumah sudah ada 15 blogger dan semua itu laki-laki hanya mbak Atanasia Rian yang sudah saya kenal sebelumnya.


Dari 50 blogger yang mendaftar ternyata yang bisa hadir dan mengikuti acara Juguran Blogger sekitar 20 peserta bersama panitia. Dari 20 orang tadi, peserta perempuannya cuma 4 orang saja termasuk saya dan satu panitia perempuan. Meskipun begitu tidak mengurangi sedikitpun kemeriahan acara Juguran Blogger sampai selesai.

Di rumah itu kami semua berkumpul, meskipun saya masih merasa asing ada ditengah-tengah mereka karena tidak ada satupun yang saya kenal kecuali mbak Rian dan jelas pasangan sendiri. Malam itu kami disuguhi makan malam khas Desa Kalisari, menu makanan sederhana tapi yang membuat tidak sederhana itu karena ada tahu goreng khas Kalisari dan Tempe Mendoan yang memang sudah terkenal menjadi panganan khas dari Purwokerto.


Obrolan dan guyonan kami malam itu semakin seru ketika teman-teman membicarakan sosok kepala desa Kalisari yang memiliki wajah tampan. Seorang kepala desa yang berusia cukup muda bernama Bapak Ardan Aziz. Serius, saya kaget sekali ternyata peserta Juguran Blogger ini banyak yang jahil dan kocak. Beberapa jam berkumpul dengan mereka semua saya sudah mulai bisa merasa nyaman meskipun belum kenal satu persatu.

Hangatnya tahu goreng Kalisari, tempe mendoan dan lalapan sayur membuat rasa lapar saya menjadi hilang dan berganti kenyang. Maklum saja, perjalanan jauh membuat saya lapar sekali belum lagi cuaca dingin Desa Kalisari setelah guyuran hujan. Pukul 9 malam, waktunya peserta perempuan untuk kembali ke rumah dan beristirahat.

Keesokan paginya saya, mbak Rian dan mbak Anaz bangun dengan kondisi tubuh yang sudah fresh dan siap berpetualang. Saat sarapan pagi kami kembali disuguhi tahu Kalisari, benar saja desa Kalisari merupakan produsen tahu kuning terkenal di Purwokerto. Hari itu adalah jadwal kami untuk pergi melihat langsung proses pembuatan tahu Kalisari dan kerupuk ampas tahu.

Bukan Hanya Tahu Kalisari Tapi Kerupuk Ampas Tahu!


Dengan menaiki bus berukuran sedang, 20 orang berangkat menuju tempat pertama menuju salah satu rumah penduduk yang membuat Kerupuk Ampas Tahu. Desa Kalisari ini tidak hanya terkenal dengan tahu kuningnya yang gurih tapi juga kerupuk ampas tahu juga menjadi favorit. Semua peserta Juguran Blogger antusias melihat proses pembuatan kerupuk ampas tahu ini.

Ternyata di desa Kalisari penduduk yang memproduksi tahu dan kerupuk ampas tahu dikelompokkan dalam beberapa grup yang diperhatikan langsung oleh perangkat desa setempat. Jadi, bisa dikatakan usaha rumahan ini juga menjadi mata pencaharian penduduk desa Kalisari. Menurut penjelasan dari bapak Ardan selaku kepala desa Kalisari yang menemani kami berkeliling, ada sekitar 240 pengrajin tahu.


Kerupuk Ampas Tahu ini pertama kali ditemukan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang kemudian dijadikan usaha rumahan oleh penduduk desa Kalisari. Cara pembuatan kerupuk ampas tahu ini masih menggunakan cara manual tanpa dibantu oleh mesin supaya bisa menghasilkan kerupuk ampas tahu yang gurih dan lezat. Cara ini juga digunakan oleh bapak Suwardi dan istri yang merupakan salah satu produsen kerupuk ampas tahu.

Menurut bapak Suwardi, pembuatan kerupuk ampas tahu masih menggunakan cara tradisional karena jika menggunakan mesin maka biaya operasional akan membengkak. Cara membuat kerupuk ampas tahu sebenarnya sama dengan cara membuat kerupuk pada umumnya. Kendalanya pun juga sama yakni pada cuaca, jika cuaca cerah dan matahari bersinar terang maka kerupuk akan cepat kering.


Kerupuk ampas tahu ini sudah dijual ke beberapa daerah di Purwokerto dan luar Purwokerto seperti Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap. Setelah satu jam lebih kami melihat proses pembuatan kerupuk ampas tahu dan mengobrol bersama bapak Suwardi akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju tempat kedua. Tidak lupa tiga bungkus besar kerupuk ampas tahu kami bawa pulang sebagai oleh-oleh pemberian bapak kepala desa.

Tahu Kuning Kalisari, Gurih dan Bertekstur Padat


Tempat wisata selanjutnya di desa Kalisari adalah rumah salah satu warga yang menjadi produsen tahu Kalisari. Sejak semalam tiba di desa ini dan dua kali disuguhi makanan dengan menu tahu, saya sudah penasaran ingin melihat langsung proses pembuatannya. Tahu kuning Kalisari ini enak sekali, rasanya gurih dan teksturnya lebih padat bila dibandingkan dengan tahu kuning lainnya.

Hingga akhirnya bus pun berangkat membawa kami semua, berjarak tidak sampai satu kilometer kami tiba di tempat wisata kedua. Usut punya usut ternyata salah satu rumah penduduk yang memproduksi tahu ini adalah rumah bapak kepala desa. Di sebuah ruangan khusus yang terletak bersebelahan dengan rumah yang berukuran tidak terlalu besar itu tahu kuning gurih dibuat.

Ada sekitar lima orang pekerja yang berada di dalam ruangan, mereka semua sedang sibuk membuat tahu saat rombongan blogger datang dan masuk untuk melihat. Karena ruangan tempat membuat tahu tidak terlalu besar, bapak Ardan selaku kepala desa menyarankan untuk bergantian masuk. Melihat proses pembuatan tahu kuning Kalisari sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan tahu lainnya.


Kami masuk ke dalam ruangan ditemani oleh salah satu penduduk sambil menjelaskan cara pembuatan tahu secara detail. Akhirnya dari penjelasan yang saya terima, tahu kuning Kalisari bisa memiliki tekstur yang lebih padat karena di press sebanyak dua kali. Bukan menggunakan campuran Formalin, sama sekali tidak ada. Semua bahan yang digunakan terbuat dari bahan-bahan alami termasuk pewarna tahu yang berasal dari kunyit.

Setelah puas melihat proses pembuatan tahu, kami keluar dari ruangan sambil bergantian dengan teman-teman lainnya. Kemudian bapak Ardan mempersilahkan kami untuk duduk di ruang tamu rumah beliau. Ternyata di ruang tamu sudah disediakan sepiring tahu kuning yang sudah digoreng, langsung saja kami berebut mengambil tahu sambil malu-malu, hehehe.

Di ruang tamu itulah kami semua kembali bercanda dan mengobrol, sesekali kali kami membully bapak Ardan yang ternyata masih pengantin baru. Bapak Ardan, sosok kepala desa yang baik dan bisa dekat dengan teman-teman blogger, selama di desa Kalisari kami semua disambut dan dilayani dengan sangat baik dan nyaman.

Bukan Hanya Tahu, Desa Kalisari Memiliki Pusat Biogas


Setelah puas melihat proses pembuatan tahu, mengobrol dan bercanda sambil menikmati tahu kuning goreng, rombongan blogger kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata ketiga. Tempat wisata ketiga masih berada di kawasan desa Kalisari yakni pusat Biogas desa. Jaraknya juga dekat dari rumah bapak Ardan, tidak sampai dua menit perjalanan.

Desa Kalisari memang memiliki luas yang tidak terlalu besar tapi kalau saya perhatikan desa ini memiliki banyak potensi terutama dalam pembuatan tahu yang sudah menjadi mata pencaharian sebagain besar penduduk. Sebelum sampai di pusat Biogas kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama di Monumen Tahu desa Kalisari yang sudah berdiri sejak tahun 1990.


Hari mulai terasa semakin panas dan kami langsung menuju pusat Biogas dengan berjalan kaki melewati persawahan. Setelah sampai di pusat Biogas langsung saja bau busuk tercium dari hidung kami masing-masing. Bau busuk itu berasal dari limbah cair sisa proses pembuatan tahu, kemudian dari rumah pembuat tahu dialirkan melalui pipa-pipa yang tersedia dan dikumpulkan pada satu bak yang besar untuk diendapkan.

Dalam bak kedua terdapat ribuan bakteri yang ditempatkan pada bambu, bakter-bakteri tersebut memakan ampas tahu yang berasal dari limbah cair tadi. Kemudian bakteri-bakteri tersebut mengeluarkan gas yang digunakan menjadi Biogas. Setelah itu sisa air limbah disaring beberapa kali hingga tidak lagi mencemari lingkungan desa.


Menurut informasi dari bapak Ardan, Biogas yang dihasilkan ini digunakan semua penduduk desa Kalisari dengan cukup membayar biaya sebesar 15 ribu saja. Jauh lebih hemat bila membeli gas biasanya, apalagi selain digunakan untuk memasak sehari-hari Biogas menjadi bahan bakar pembuatan tahu dan kegiatan dapur lainnya.

Balik Ke Balai Desa Kalisari dan Kembali Makan Tahu!


Perjalanan wisata di desa Kalisari akhirnya selesai juga, tiba waktunya kembali ke balai desa untuk sholat dan makan siang. Lagi-lagi tahu goreng menjadi menu makan siang kami, pokoknya selama berada di Kalisari kami semua kenyang makan tahu, hahaha. Oh iya, saya sampai lupa desa Kalisari punya salam khusus lho yakni salam tahu!.

Setelah sholat Dzuhur dan makan siang, saatnya berkumpul bersama penduduk desa untuk menghadiri kegiatan pentingnya penggunaan internet untuk usaha rumahan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pandi.id dan balai desa Kalisari, penduduk desa antusias mendengarkan penjelasan dari Pandi. Mereka tertarik untuk bisa menggunakan internet dan mempromosikan tahu Kalisari melalui dunia maya.


Kegiatan wisata pengetahuan di desa Kalisari selama satu hari kemarin sungguh sangat menyenangkan dan memberi kami banyak pengalaman baru. Meskipun capek setelah berkeliling desa tapi kami semua puas apalagi puas makan tahu Kalisari yang gurih sekali. Penduduk desa yang baik dan ramah, bapak Ardan yang begitu memberi perhatian besar pada pembangunan desa serta kesejahteraan penduduknya bisa menjadi contoh untuk desa-desa lainnya.

Sekian cerita pengalaman saya selama berada di desa Kalisari bersama teman-teman Juguran Blogger Banyumas. Sebenarnya satu tulisan saja tidak cukup untuk mewakili semua pengalaman yang sudah saya dapatkan disana. Kalau teman-teman pensaran bisa langsung datang ke desa Kalisari Kecamatan Cilongok Banyumas. Wisata pengetahuan sekaligus wisata makan tahu, terima kasih bapak Ardan, semua penduduk desa sekarang waktunya kami menuju desa Dermaji.

Ada apa di desa Dermaji ? ada horornya, hehehe. Tunggu cerita saya selengkapnya ya di tulisan selanjutnya. :)
Share
Tweet
Pin
Share
9 komentar
Memasuki usia yang ke 24 tahun ini rasanya seperti telah membawa saya melangkah sangat jauh. Setiap bulan Juni tiba saya biasa melakukan intropeksi dan mengingat-ingat kembali semua pelajaran yang saya peroleh dalam hidup. Karena di bulan Juni ini saya dilahirkan dan itu artinya usia saya akan bertambah. Dari hitungan tahun yang tidak terlalu lama Tuhan percayakan kepada saya banyak sekali keadaan dan peristiwa hidup yang harus dilewati. Mempertemukan saya dengan banyak sekali orang dengan berbagai macam bentuk karakter kepribadian mereka masing-masing dan semua hal yang semakin di rasa mengantarkan saya menuju dunia yang lebih luas lagi.

Satu dari berbagai macam bentuk fenomena yang akhir-akhir ini suka sekali menggelitik pikiran saya adalah sebuah kejadian dimana wanita akan selalu berada dalam lingkaran persaingan demi mendapatkan sebuah pengakuan yang terhebat. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada wanita-wanita muda yang masih bergelayut nyaman juga manja dengan dunia mudanya, namun hal ini juga banyak terjadi pada wanita dewasa dalam hal usia juga pemikiran maupun wawasannya.

Mungkin hanya demi mendapatkan sebuah pengakuan yang terhebat, tidak jarang mereka bisa merasa tahan dengan ucapan ataupun perkataan yang bisa saja pahit dirasakan wanita lainnya. Mereka sepertinya sedang lupa bahwa sesama wanita harus saling mendukung satu dengan yang lain, saling berempati juga berbagi kebaikan. Oh iya, mereka disini juga termasuk saya, karena tulisan ini tidak sedikitpun bermaksud menggurui. Kelak suatu waktu mungkin saja saya bisa ada dalam salah satu posisi yang tidak mengenakkan.

Wanita Dalam Kemelut Pemikiran Saya


Saya sendiri sempat bertanya-tanya dan mungkin sedikit kaget bahwa ternyata sejak lahir, tumbuh menjadi remaja lalu menjadi dewasa dan kelak menua, wanita masih saja betah untuk terus tetap berkompetisi, bersaing demi sebuah pengakuan terhebat di antara wanita lainnya. Bersaing dengan wanita lain, apa tidak capek ya? Bukankah lebih baik kita fokus saja pada kelebihan yang dimiliki.


Bersaing dalam urusan keluarga, mengurus buah hati, mendidik buah hati, karir, kemampuan di berbagai macam bidang yang berbeda, pendidikan, koleksi barang branded dan hal sepele seperti aksesoris kesukaan. Percayalah, hanya untuk hal seperti itu wanita bisa bersaing!. Bahkan untuk urusan dimana manusia tidak memiliki andil sedikitpun untuk mengaturnya, mereka (saya dan wanita lainnya) masih saja meinginkan sebuah pembuktian yang terhebat itu.

Sebagian dari mereka yang bisa melahirkan bayinya melalui proses normal merasa bangga sudah menjadi ibu yang sesungguhnya dan terkadang secara tidak langsung mengecilkan wanita lain yang melahirkan bayinya melalui operasi sesar. Apa mereka sedang lupa bahwa keinginan untuk bisa melahirkan secara normal adalah mimpi semua para wanita?.

Untuk bisa benar-benar merasakan sakit yang tidak terkira, berjuang demi sebuah pengakuan menjadi ibu sesungguhnya. Walaupun diluar sana masih ada banyak wanita yang tidak kuat menahan sakit sehingga memutuskan untuk melahirkan melalui proses operasi sesar. Atau alasan-alasan medis lainnya yang memaksa mereka menjalani proses kelahiran dengan operasi sesar.

Mereka yang bisa mengurus urusan rumah tangga tanpa bantuan dari adanya pembantu merasa bangga dan kembali mengecilkan mereka yang belum bisa mengurus urusan rumah seorang diri. Apa mereka sedang lupa ya atau tidak tahu bahwa tidak semua dari kita (wanita) memiliki keadaan finansial yang sama ?. Mungkin mereka lupa kalau dalam hati wanita lain pasti juga ada keinginan kuat untuk bisa bekerja namun dengan segenap daya dan tenaga mereka berikan segala hal yang terbaik demi keluarga. Memilih mengurus keluarga di rumah padahal mereka memiliki kemampuan untuk bekerja dan berkarya.

Mereka yang memiliki gelar pendidikan tinggi dan memilih untuk melanjutkan dunia karir kemudian merasa bangga dan mengecilkan wanita lain yang juga memiliki gelar pendidikan tinggi namun lebih memilih mengurus keluarga. Bahwa percuma saja memiliki gelar pendidikan tinggi namun semua itu hanya menjadi sia-sia belaka karena sebagian dengan memilih menjadi seorang ibu rumah tangga sepenuhnya.

Saya pernah membaca sebuah artikel tentang peran utama sebagai seorang istri dan terlebih lagi peran sebagai seorang ibu itu sangat membutuhkan wanita pintar untuk bisa mendidik dan memberikan yang terbaik bagi buah hati. Jadi, saya rasa tidak akan sia-sia gelar sarjana yang diperoleh jika hanya digunakan untuk mendidik anak dan mengurus keluarga.

Mereka yang sibuk mengurus keluarga menjadi seorang ibu rumah tangga merasa bangga dan memandang sebelah mata wanita yang memutuskan untuk terjun dalam dunia karir karena tuntutan perekonomian keluarga. Mereka berpikir dan menilai kalau para wanita karir hanya mensia-siakan keluarga dan sibuk memenuhi keegoisan pribadi. Kalau suami bisa menjamin kebutuhan keluarga tidak apa-apa, tapi kalau suami masih belum bisa menunjang ekonomi keluarga bagaimana ?.

Dan semua, semua hal yang sedang mereka pikirkan pada wanita lain yang berbeda dengan pikiran mereka sendiri. Saya katakan tetap saja kita sesama wanita tidak berhak menilai wanita lain terlalu jauh melebihi apa yang sedikit kita ketahui. Mari saling berempati, mari saling mendukung, mari saling berbagi kebaikan dan mari bersama-sama tunjukan kepada dunia bahwa bagaimanapun perbedaan di antara kita, kita adalah wanita terhebat.

Wanita itu seperti rumah, rumah sebagai tempat kembali bagi suami dan buah hati. Rumah tempat mereka beristirahat dari semua kepenatan dunia. Rumah tempat orang yang tersayang kembali mencari cinta, kebahagiaan, ketenangan, ketulusan dan kekuatan.

Mereka bilang bahwa wanita selalu iri pada banyak hal yang ada pada wanita lainnya. Dari mulai anak kecil, remaja, dan dewasa pasti ada saja hal yang membuat mereka saling iri. Baik itu tentang barang pribadi, barang fashion, materi, kecantikan, badan yang sempurna, pasangan, karir, kesholehan, sikap dan masih banyak sekali.

Tapi sebelum mereka merasa iri dan membicarakan kekurangan yang ada pada wanita yang lain pernahkah mereka sekali saja berfikir tentang apa saja hal yang telah di korbankan?. Apa saja usaha keras yang telah dilakukan dan apa saja hal yang telah di ambil dalam hidup wanita lain sebelum memiliki hal-hal yang kerap dibuat iri ?.

Itu baru tentang rasa iri yang dimiliki oleh wanita, ada satu sikap lainnya yang begitu dekat dengan diri para wanita yaitu mereka senang menilai. Mereka senang berpendapat namun dalam sudut pandang masing-masing. Meskipun terkadang tidak cukup sebatas itu saja sebagian dari mereka begitu mampu memberi cap pada sesama, cap negatif ? Ya, tapi mereka para wanita beruntungnya telah di ciptakan oleh Tuhan dari semua sari kebaikan.

Wanita adalah cinta, kasih sayang, kepedulian, kepekaan, ketulusan, keikhlasan, kekuatan, keberaniaan, kesetiaan, kehormatan dan wanita adalah wakil dari semua kebaikan Tuhan di bumi ini. Wanita terkadang hanya lupa untuk menempatkan diri mereka pada posisi sesama, ya mungkin karena mereka terlalu asyik melihat segala hal dalam sudut pandang masing-masing.

Namun, percayalah cinta yang ada di dalam hati setiap wanita itu selalu mampu membantu diri mereka sendiri untuk bangun dan berkata cobalah hidup "dalam sepatu" wanita lainnya. Wanita mempunyai kemampuan untuk memberdayakan, membantu wanita lain untuk mampu melakukan hal yang lebih, melihat semua hal lebih dalam lagi dan keajaiban lainnya yang mampu mereka ciptakan. Oleh sebab itu, jangan biarkan perasaan buruk, keegoisan dan segala bentuk ketidak baikkan menghampiri kita.

Rasanya tidak ada habisnya bila saya menulis segala hal tentang wanita, saya senang karena diciptakan menjadi wanita. Sekarang saya belajar tentang banyak hal dan akan terus selalu begitu sampai saya menjadi wanita yang penuh rasa bahagia bagaimanapun keadaannya.
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Newer Posts
Older Posts

Pencarian

About me

About Me

Halo, perkenalkan saya Riska, seorang istri dan ibu dari satu putra. Suka menulis tentang hal apa saja khususnya yang saya pahami. Selengkapnya

Follow Us

  • facebook
  • instagram
  • twitter

Labels

Kecantikan Kesehatan Keuangan Opini Parenting Pengalaman REVIEW Sponsored Post wisata

recent posts

Komunitas

About Me

Blog Archive

  • ►  2015 (39)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  November (10)
  • ►  2016 (84)
    • ►  Januari (8)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Juni (20)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Desember (10)
  • ►  2017 (68)
    • ►  Januari (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (5)
    • ►  Mei (13)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Desember (10)
  • ►  2018 (102)
    • ►  Januari (6)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (11)
    • ►  April (12)
    • ►  Mei (11)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Agustus (10)
    • ►  September (11)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  November (12)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2019 (71)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  April (7)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (4)
  • ►  2020 (41)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Maret (2)
    • ►  April (5)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2021 (67)
    • ►  Januari (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (2)
    • ►  April (8)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  September (5)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  November (4)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2022 (67)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (6)
    • ►  April (11)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (9)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  September (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2023 (43)
    • ►  Januari (3)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (7)
  • ►  2024 (29)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  November (5)
    • ►  Desember (3)
  • ▼  2025 (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  Agustus (1)
      • Cara Praktis dan Aman dari Gangguan Spam Call

Created with by BeautyTemplates