Jalin Kedekatan Dengan Si Kecil Bentuk Ungkapan Cintaku Untuknya

Selasa, Desember 12, 2017

Sejak mirza lahir ke dunia rasanya tidak ingin berpisah dengannya barang sebentar saja. Ya, perasaan ingin selalu dekat dengan anak seperti menjadi candu bagi saya yang baru mencicipi indahnya menjadi ibu. Memang benar kata orang-orang kalau menjadi ibu itu bahagianya tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata.

Setiap detik, setiap menit dan setiap harinya cinta di dalam hati saya untuk Mirza semakin bertambah. Kami berdua semakin dekat tak terpisahkan terlebih lagi Mirza masih dalam proses ASI eksklusif. Menciptakan kedekatan atau bounding dengan anak sejak dia masih dalam kandungan adalah cara saya untuk mengungkapkan cinta.

Sadar bahwa untuk menjalin ikatan batin dengan bayi tidak hanya bisa dilakukan melalui proses menyusui saja, maka sebagai ibu saya harus memberikan perhatian serta kasih sayang setiap harinya. Seiring dengan bertambahnya usia Mirza maka kemampuannya untuk mengenali orang tuanya akan semakin meningkat. Oleh karena itu, pada masa-masa ini diperlukan pola pengasuhan yang mengutamakan kasih sayang sehingga membentuk sebuah ikatan yang baik antara saya dan Mirza.


Jalin Kedekatan Si Kecil Bentuk Ungkapan Cintaku Untuknya


Menurut literatur yang pernah saya baca diketahui bahwa ikatan batin yang baik akan berdampak positif terhadap perkembangan bayi. Hal ini karena bayi yang dekat dengan sang ibu akan merasa lebih nyaman sehingga energi yang dimiliki oleh bayi lebih banyak digunakan untuk proses pertumbuhan. Itu kenapa seorang ibu adalah dunia bagi seorang anak.

Berikut ini adalah kebiasaan kami berdua untuk menjalin dan meningkatkan ikatan batin satu sama lain

Menyusuinya

Pada saat sedang menyusui Mirza, saya bisa melakukan kontak mata dan memberikan tatapan yang penuh kasih sayang kepadanya. Hal ini akan meningkatkan ikatan batin saya dengan Mirza. Kontak mata sama halnya dengan saya mengajaknya untuk berkomunikasi sehingga Mirza akan merasa lebih nyaman dan aman ketika berada di pelukan saya.

Memberikan Sentuhan Lembut

Salah satu cara saya untuk menjalin hubungan batin dengan Mirza yakni membiasakan memberikan sentuhan lembut atau pijatan. Sentuhan yang saya lakukan selalu berhasil membuatnya lebih merasakan kehadiran saya di dekatnya. Pijatan tersebut bisa dilakukan ketika memandikan Mirza atau sebelum dia tidur.

Saya biasa melakukan pijatan pada semua area tubuhnya dengan menggunakan minyak bayi, sambil memijat saya juga sambil mengajaknya berbicara. Di usianya yang sudah masuk 3 bulan, Mirza sedang senang-senangnya ngoceh. Pijatan lembut akan membuat bayi merasa lebih tenang dan nyaman juga membuat tidur Mirza lebih berkualitas.

Memberinya Pelukan

Pelukan adalah salah satu cara untuk berkomunikasi dengan bayi. Pelukan juga bermakna kasih sayang dan kepedulian saya kepada Mirza yang membuatnya merasa lebih tenang. Tanpa disadari pelukan yang diberikan oleh seorang ibu akan berdampak positif terhadap psikologis bayi yang memberikan efek nyaman.

Tersenyum

Senyuman adalah salah satu bentuk ikatan batin antara ibu dan bayi. Dengan Mirza tersenyum itu menandakan kalau dia sedang bahagia bersama saya. Saya selalu memperhatikan ketika tersenyum biasanya Mirza akan mengikuti dan meniru ekspresi wajah saya. Oleh sebab itu saya bahagia sekali kalau mendapat senyuman dari Mirza.


Mengajaknya Bicara

Meskipun mungkin Mirza belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang saya bicarakan, namun tidak ada salahnya untuk mengajaknya bicara, bukan?. Iya, saya juga terbiasa membacakan buku cerita untuk menstimulus kemampuan berkomunikasinya. Saat saya sedang mengajaknya berbicara kemudian Mirza merespon ucapan saya dengan cara menggerakan kakinya atau mengeluarkan suara yang keras. Secara tidak langsung cara ini akan semakin mendekatkan ikatan batin kami berdua.

Respon Cepat

Ikatan batin akan semakin terbentuk apabila sebagai ibu cepat tanggap dengan semua kebutuhan bayinya. Respon cepat yang saya lakukan terhadap kebutuhannya akan membuatnya merasa lebih aman dan nyaman. Salah satu contohnya adalah saya harus cepat tanggap ketika bayi lapar atau merasa tidak nyaman akibat popok yang basah apalagi saat Mirza sedang demam.

Respon Cepat Saat Mirza Terserang Demam


Dalam hal cepat tanggap merespon kebutuhan bayi bukan berarti saya suka memanjakannya. Saya harus tetap memberikan batasan sehingga Mirza tidak merasa dimanjakan. Tapi kalau dia sudah demam saya harus respon cepat untuk menurunkan demam di tubuhnya. Biasanya Mirza demam sehabis mendapat imunisasi dari ibu bidan.

Bayi demam karena imunisasi memang bisa dibilang wajar tapi saya tidak tega melihat Mirza sakit. Sebagai ibu baru yang sedikit pengalaman mengatasi demam pada bayi akhirnya saya mulai cari tahu obat apa yang bisa saya berikan untuk Mirza dan aman untuk dia minum. Pemberian obat pada bayi memang tidak boleh sembarangan, sampai akhirnya salah seorang teman menyarankan untuk memberi Mirza Tempra.

Mengapa Memilih Tempra Syrup?


Dengan cepat saya langsung saja mencari tahu tentang obat yang satu ini. Ternyata Tempra sudah dipercaya sejak 50 tahun dan aman karena mengandung paracetamol. Tempra terdiri dari Tempra Drops untuk bayi di bawah 1 tahun, Tempra Syrup untuk anak 1-5 tahun, keduanya dalam bentuk sirup rasa anggur, dan Tempra Forte untuk anak 5-12 tahun dengan sirup rasa jeruk.

Tempra Drops bebas alkohol jadinya aman untuk saya berikan pada Mirza. Selain itu setiap 0,8 ml Tempra Drops mengandung 80 mg paracetamol. Tempra mengandung paracetamol yang bekerja sebagai anti piretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Hebatnya lagi tempra ini tidak membuat iritasi pada lambung, aman untuk lambung bayi.


Tempra juga memiliki dosis tepat yang tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis. Karena itu saya benar-benar berhati-hati memilih obat penurun panas untuk Mirza, obat dengan kelebihan dosis bisa mengakibatkan keracunan hati.

Untuk bayi berusia di bawah satu tahun tersedia Safty Dropper atau pipet di dalam kemasan tempra Drops. Sedangkan pada Tempra Forte tersedia gelas takar yang sesuai dengan dosis yang harus diberikan. Sirup Tempra juga tidak perlu dikocok karena sudah larut 100%. Cara menggunakan pipetnya juga mudah, isi pipet sampai garis yang dianjurkan.


Tidak perlu bingung jumlah yang dianjurkan akan diperoleh dengan menekan karet pipet satu kali dengan kuat, kemudian teteskan di lidah bayi. Demam pada tubuh Mirza berangsur turun dan dia kembali ceria lagi. Sejak itulah setiap Mirza demam sehabis imunisasi saya langsung memberinya Tempra Drops.

Well, pada intinya saya percaya bahwa menjalin kedekatan dengan si kecil merupakan bentuk ungkapan cinta seorang ibu. Perhatian yang diberikan semata-mata hanya untuk membuat bayi merasa nyaman sehingga ikatan batin akan terjalin dengan baik. Jadi, mulai sekarang yuk perhatikan kedekatan kita dengan si kecil.

Salam Sayang,
Dari Saya dan Si Kecil Mirza.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.



Komentar Facebook

Tulisan lainnya

16 komentar

  1. Sehat2 ya Mirza �� iyaaa aku pas punya anak rasanya nggak bisa jauh dr mereka. Skrg nyoba bljr buat mereka mandiri..oia aku jg bawa tempra klo pergi2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, makasi tante. Apalagi aku mba yang notabenenya ibu baru. :D

      Hapus
  2. Saat anak pertama dulu saya juga mengalami seperti itu, gak mau jauh2 dari anak. Apalagi anak pertama yang jad idaman adalah laki-laki. Sampai sekarang Aiman masih suka mencari saya kalau pas tak tinggal pergi, padahal ya di rumah ada papanya. Plus kalau lagi demam tinggi dan lebih dari sehari, pati minta minum sirup penurun panas deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, namanya anak yang dicari pertama pasti ibunya. :)

      Hapus
  3. Paling kasihan kalau anak sakit. Kaya kepengen gantiin aja. :(

    BalasHapus
  4. dulu pas anak pertama , kalau anaknya bangun aku berhenti mengerjakan pekerjaan rumah, demi untuk nungguin dia. Padahal masih bayi juga... giliran anak kedua dan ketiga, kerjaan rumah makin numpuk, jadi kebersamaan dengan anak enggak sebanyak dengan anak pertama... walaupun yang merawat mereka juga aku sih hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mba, tapi kenapa kita ngga pernah kapok ya meskipun capeknya luar biasa, hahaha.

      Hapus
  5. Duuuh lucu banget mirza :D. Gembil2 gemesin. Aku juga slalu nyediain obat demam ini di rumah mba, ama 1 lg penurun panas yg lwt dubur di kulkas . soalnya anak2ku pernah kena step pas demam. Makanya obat pnurun panas wajib banget hukumnya di rumah. Ga mau lg cm krn telat penanganan, lgs step. Duuh jantung kayak berhenti pas liat anak kena step

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, mangkanya itu mba aku berusaha untuk respon cepat kalau urusan soal Mirza apalagi kalau dia lagi sakit.

      Hapus
  6. Lucu banget. Udah makin gede dan pintar. :D

    BalasHapus
  7. Adeknya sehat, montok, gemesin dan pastinya sangat membahagiakan. rasanya pengen cium itu pipi. Sehat selalu ya dek. Salam kenal dari Tara dan bunda Tara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiinn, makasi ya mba. Salam balik dari saya dan Mirza :)

      Hapus
  8. Mirza lucu skalii. Btw anakku klo demam jg pakai tempra drops. Mampir blogku jg yuk bun 😃

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.

Fanpage

Member of

Emak Emak Blogger
Blogger Perempuan
Komunitas Blogger Madura

Instagram