Resolusi Saya di Tahun 2018

Tanpa terasa saat ini kita semua sedang menikmati hari-hari terakhir di tahun 2017. Selesai menidurkan Mirza saya pun bisa kembali menikmati waktu sendiri di depan layar laptop sambil menikmati dinginnya malam karena hujan yang turun. Cuaca yang tidak menentu kerap menjadi alasan kenapa tubuh saya mudah terserang flu dan demam.

Ditambah lagi mengurus suami, anak dan rumah benar-benar membutuhkan tenaga yang extra, serta kondisi tubuh yang selalu fit. Sambil menikmati dinginya cuaca malam ini, saya teringat untuk menulis beberapa target yang ingin saya capai di tahun 2018 nanti. Atau bahasa yang lebih kerennya kita kenal dengan Resolusi.

Berbeda dengan tahun lalu, kali ini saya memberanikan diri untuk menulis resolusi yang saya tetapkan di penghujung tahun ini. Bisa dibilang ada semacam perasaan aneh saat menuliskan tulisan ini, tapi demi bisa mewujudkan beberapa hal yang memang harus saya capai maka saya menuliskannya. Sama sekali tidak ada keinginan untuk sombong, lagi pula apa yang bisa saya sombongkan? Hahaha.


Pentingkah Memiliki Resolusi?


Pertanyaan tersebut yang terus berulang dalam otak saya, seberapa pentingkah memiliki resolusi?. Ada yang berpendapat bahwa resolusi memang disusun sedemikian rupa bahkan dengan kaidah khusus agar kita memiliki tujuan yang jelas dalam hidup. Ada juga yang menganggap bahwa sebenarnya memiliki resolusi dalam hal hidup bukanlah hal yang penting.

Tidak ada salahnya mengevaluasi kembali bagaimana capaian hidup di tahun ini dan menyusun ulang strategi di masa depan. Tentukan target tahunan yang ingin dicapai, pecah menjadi target bulanan, lalu pecah lagi menjadi target mingguan bila perlu pecah lagi menjadi target harian, hahaha. Percayalah, semua soal kebiasaan, disiplin atau yang sering dikenal dengan istiqomah.


Tidak perlu membuat resolusi muluk-muluk yang langsung dilupakan bahkan di pekan pertama tahun baru. Saya mencoba mulai dari hal-hal kecil yang bisa diterapkan di keseharian tapi jangan lupakan juga mimpi yang harus tetap dipupuk. Bagi saya, saya akan memilih untuk mengevaluasi apa yang belum saya capai di tahun 2017 dan yang akan saya tambahkan pada tahun 2018.

Jadi, Apa Resolusi Saya di Tahun 2018?


1. Berdamai Dengan Masa Lalu

Di tahun 2017 ini saya diberi nikmat bahagia dan nikmat sedih yang luar biasa. Di tahun ini saya dipercaya menjadi seorang ibu dan di tahun ini pula saya harus menerima kenyataan pahit kalau ibu saya harus cuci darah setiap 2 kali dalam seminggu seumur hidupnya. Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya kalau beliau harus bergantung dengan alat cuci darah.

Ya, tidak mudah untuk bisa menerima keadaan tersebut. Tapi saya sadar bahwa cara terbaik untuk menghadapai suatu keadaan yang sulit adalah berdamai dengan keadaan sulit tersebut. Perlahan saya mulai bisa menerima semuanya, menjalani setiap prosesnya yang tentu tidaklah mudah. Namun masa-masa sulit kemarin sudah berhasil melatih saya menjadi lebih dewasa, lebih sabar dan lebih bijak dalam memandang hidup.

2. Memprioritaskan Hal-Hal Penting

Saya sadar kalau hidup yang diberikan oleh Tuhan harus dipertanggung jawabkan. Diberi keluarga yang utuh, suami yang baik, anak yang sehat, bapak ibu dan kedua mertua yang selalu ada untuk saya. Merekalah prioritas saya sekarang, saya ingin fokus dengan mereka semua terutama dengan anak dan suami.

3. Berbagi Lebih Banyak Lagi

Saya juga ingin berbagi pengalaman-pengalaman berharga lewat blog ini lebih banyak lagi. Saya akui, konsistensi saya dalam menulis masih jauh dari target yang saya tetapkan yaitu 4 kali seminggu. Saya pun lalai dalam mengelola email yang masuk sehingga banyak sekali email dan komentar yang tidak terjawab. Di tahun 2017, saya akan lebih cekatan lagi.


4. Menabung

Sebenarnya menabung adalah resolusi saya setiap tahunnya, saya ingin lebih disipilin lagi dalam menabung. Karena bagi saya menabung adalah cara terbaik untuk mengubah gaya hidup. Mulai rancang prioritas keseharian. Mungkin saya akan mengurangi jadwal nongkrong dan kongkow di restoran atau kafe mewah.

Mengendalikan hasrat berbelanja dan membiasakan membuat daftar belanja sebelum shopping. Apalagi saat ini sudah ada anak yang membutuhkan perawatan dengan biaya yang tidak sedikit. Pengeluaran setiap bulan untuk anak saja sudah cukup menguras isi dompet saya dan suami.

5. Menjalani Gaya Hidup Sehat

Sejak ibu menderita Gagal Ginjal yang mengharuskan beliau menjalani terapi cuci darah seminggu dua kali selama seumur hidup saya semakin sadar kalau sehat itu benar-benar berharga. Dengan tubuh yang sehat kita bisa bebas beraktivitas kapan saja. Tubuh yang sehat bisa kita dapat dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

Seperti menjaga makanan yang kita konsumsi, rajin berolahraga minimal satu kali dalam seminggu, atur jadwal tidur meskipun harus rela kurang tidur karena anak yang masih bayi dan terkadang suka rewel. Jadi, tidak heran jika sejak ada anak saya mudah terserang penyakit, akibat kurang tidur dan kelelahan. Biasanya kalau sudah kelihatan lelah suami saya membelikan saya jus buah agar tubuh saya kembali segar.


Untuk mengimbanginya saya juga konsumsi vitamin, karena bagi seorang ibu seperti saya ini kalau sakit jangan lama-lama sebab ada anak yang masih bayi yang membutuhkan kehadiran saya di dekatnya. Soal multivitamin ini dari dulu saya dan suami selalu percaya dengan multivitamin dariTheragran-M.

Kenapa Memilih Theragran-M?


Ada banyak jenis vitamin yang ada diluar sana tapi kenapa kami berdua memilih Theragran-M?. Theragran-M merupakan vitamin yang bagus untuk Mempercepat Masa Penyembuhan. Tahun lalu suami saya menjalani operasi Ganglion di pergelangan tangan kanannya, meskipun bisa dibilang operasi kecil tapi suami saya ingin cepat kembali pulih.

Satu tablet sayur Theragran-M ini memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan selama pemulihan bekas luka pasca operasi, seperti Vitamin A, Vitamin C dan Zinc. Saya sendiri juga rutin mengkonsumsinya untuk membantu penyembuhan luka  bekas jahitan di perut pasca menjalani operasi sesar sekitar tiga bulan yang lalu. Alhamdulillah, saya pun bisa kembali pulih dalam waktu yang terbilang cepat.


Kamu Yakin Resolusimu Bisa Tercapai?


Seperti yang sudah saya katakan tadi kalau semua target yang telah disusun bisa tercapai dengan melakukan pembiasaan yang rutin. Karena biasa maka akan menjadi bisa, betul kan?. Lagi pula Insya Allah dengan niat yang baik, usaha yang kuat maka Tuhan pasti memberi kemudahan jalan. Jadi, tidak perlu terlalu dipusingkan yang penting jalani saya dengan sebaik mungkin.

Well, itulah lima resolusi sederhana saya di tahun 2018 nanti. Sebagai manusia menjadi sangat penting untuk memiliki pencapaian dalam hidupnya sebagai bentuk usaha menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Bagaimana dengan teman-teman? Apa resolusi yang ingin kalian capai di tahun 2018? Yuk, ditulis di kolom komentar ya!. Semoga, resolusi yang kita tulis bisa tercapai.

17 komentar:

  1. Semoga sehat selalu dan resolusi 2018 tercapai

    BalasHapus
  2. Semoga tercapai...
    Iya busui repot bgt kalau sakit...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiinn, iya mba soalnya kalau sampai sakit kasihan si Mirza.

      Hapus
  3. Semoga tercapai ya resolusinya di tahun 2018. Amiin

    BalasHapus
  4. Terkadang kita suka mengabaikan namanya resolusi padahal itu perlu. Dengan resolusi kita bisa merubah diri kita menjadi pribadi yang disiplin...artinya akan berusaha keras mencapai target yang kita impikan. Semoga resolusinya di tahun 2018 tercapai ya diajeng....aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, dengan resolusi kita seperti punya pengingat dalam hidup. Aamiinn, makasi banyak mba :)

      Hapus
  5. Moga semua resolusinya tercapai yah, lancaaaar :)

    BalasHapus
  6. Semoga tercapai ya resolusinya tahun depan :)

    BalasHapus
  7. saya kira yang single aja yang doyan kongkow di cafe and restoran jadi mereka ga bisa nabung, ternyata yang berumah tangga juga sulit juga ya mbak...

    semoga resolusi menabungnya tercapai, yang disiplin mbak, setelah disiplin menabung kemudian cobalah investasi surat berharga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, ya nggak dong. Justru buat yang udah nikah jadi penting banget menabung itu. Aamiinn, makasi ya. :)

      Hapus
  8. Kalau Resolusiku 2018 terbagi menjadi 4 point utama: religion, income, hobby dan lifestyle. Untuk selengkapnya langsung baca aja di blogku ya Riska he3.
    Ikut prihatin dengan sakitnya Ibu, semoga kalian selalu diberi kesabaran dan rezeki dalam merawat beliau, aamiin. Salam gemas buat dedek Mirza yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiinn, makasi banyak ya mas buat doanya.:)

      Hapus
  9. Mengharukan yang poin pertama ;'(, semoga nyokap sist selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk tetap sehat.

    Sisanya, semoga bisa diwujudkan di 2018 #semangat 3x ...

    Yang pasti, poin terakhir, supaya tetap sehat untuk wujudin semuanya. 👍

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.