Satu Jam Bersama Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Membahas Apa?

By Riska Ngilan - Senin, Januari 04, 2021

Menjelang akhir tahun 2020 rupanya dunia masih sibuk dengan virus Covid-19, begitupula dengan negara kita Indonesia. Awal bulan ini masyarakat dibuat terkejut dengan meningkatnya data pasien positif Covid-19 hingga tiga kali lipat. Lalu, bagaimana dengan Jawa Timur sendiri? Melansir dari laman Wikipedia tertulis bahwa hingga 30 Desember 2020, terdapat 83.217 kasus positif yang terdiri dari 6.077 kasus yang sedang dirawat serta 71.378 kasus dinyatakan sembuh dan 5.762 kasus meninggal dunia. 

Sebanyak 867.832 sampel telah diuji dengan tingkat keterjangkitan mencapai 9.59%. Bukan angka yang patut untuk dibanggakan, jelas. Melihat semakin tingginya data tersebut tentu sebagai masyarakat biasa kita ingin ada perubahan atau setidaknya bisa bertahan di tengah pandemi ini. 



Tetap Kreatif dan Optimis di Tengah Keterbatasan Pandemi Covid-19 


Pandemi Covid-19 telah mengubah segalanya, hampir semua elemen kehidupan sudah tidak bisa lagi berjalan dengan normal seperti sedia kala. Ruang lingkup kita sangat terbatas, bahkan untuk bekerja saja harus dilakukan dari dalam rumah. Lelah, bosan dan kesal rasanya sudah menjadi bagian sehari-hari, meskipun begitu kita tidak boleh kalah dengan kondisi ini. 

Ya, rasa optimisme di masa pandemi inilah yang ingin Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak sebarkan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur. Keresahan terhadap pandemi Covid-19 tentu menjadi masalah bagi masyarakat, sehingga cara terbaik adalah mempraktikkan jarak sosial. Namun, pandemi ini bukan alasan untuk tidak aktif dan menyerah pada keterbatasan yang ada. 

Salah satu masalah yang menjadi fokus saat ini adalah mengenai rencana pemberian vaksin Covid-19 yang segera dilaksanakan oleh pemerintah. Seperti yang diterangkan oleh bapak Wagub bahwa sudah semestinya kita semua percaya dengan para dokter yang berkompeten di bidangnya. Semua dilakukan sesuai dengan SOP pemberian imunisasi di tengah pandemi jadi, kita tidak perlu khawatir lagi. 

Memang, persoalan mengenai vaksin Covid-19 ini masih merupakan hal yang baru sehingga tidak heran jika menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Justru di saat inilah peran content creator dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses vaksinasi Covid-19. 

Dalam pembicaraan kami sore itu, juga dibahas mengenai pembelajaran di masa pandemi yang dialihkan ke dalam pembelajaran daring. Faktanya banyak siswa, orang tua bahkan guru pengajar yang tidak siap dengan metode daring ini. Intinya, tidak semua orang tua mampu menjadi guru di rumah begitupula dengan beban para guru yang menjadi berkali lipat dalam pembelajaran daring ini. 

Salah satu teman bloger yang berprofesi menjadi guru mengeluarkan aspirasinya di hadapan Bapak Wagub, dia bercerita bagaimana proses mengajar jarak jauh dengan semua hambatan dan tantangannya. Melihat fenomena ini bapak Wagub mencoba memahami kondisi para siswa, orang tua dan guru yang sama-sama tidak mudah. 



Beliau juga memberikan ide untuk menggunakan metode pre-recording atau merekam pembelajaran yang disampaikan oleh para guru sehingga murid-murid bisa mengunduh dan menyimpannya untuk kembali dipelajari. Nah, saat sesi Zoom meeting dimulai para siswa sudah bisa paham dengan materi yang akan dipelajari. 

Sehingga waktu yang terbatas bisa memaksimalkan proses belajar mengajar secara daring. Menurut saya hal ini cukup efektif mengingat saat ini kebutuhan kuota internet saat daring melonjak tajam sehingga bisa membantu menghemat penggunaan kuota internet. Bapak Wagub juga berharap kepada semua murid menerapkan skill Independent Learned atau pembelajar mandiri. 

Beberapa karakteristik dari pembelajar mandiri yaitu mampu menentukan standar dan tujuan pembelajaran sebagai bentuk tanggung jawabnya, menganggap guru hanya sebagai fasilitator tambahan, memiliki kemampuan time management yang baik, dan mampu bekerja dengan maupun tanpa kelompok. 

Saya baru kali ini mendengar skill Independent Learned, dan menurut saya cara ini bisa membantu para siswa untuk bisa tetap kreatif dan mandiri di tengah keterbatasan. Para siswa tidak harus selalu menunggu penjelasan dari guru untuk mendapat jawaban dari soal-soal yang diberikan, namun bisa mencari jawabannya sendiri dengan kemampuan masing-masing bahkan tanpa bantuan Google. 

Bapak Wagub Mengajak Millenial Gunakan MJC! 


Kita semua tahu kalau permasalahan yang dihadapi selama masa pandemi ini bukan hanya pendidikan dan kesehatan saja, masalah perekonomian juga mendapat fokus dari Pemprov Jawa Timur. Bagaimana bisa tetap survive secara finansial di masa pandemi, terutama para generasi millenial yang baru saja lulus dari bangku universitas. 

MJC atau Millenial Job Center merupakan program yang memfasilitasi angkatan kerja muda untuk bisa mencoba peluang bisnis baru dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya dengan mencoba menjadi freelancer atau tenaga kerja lepas. Menurut bapak Wagub MJC juga menjembatani peluang freelancer atau calon talenta yang memiliki pengalaman. 



MJC menyiapkan talent, mentor, dan klien menyambut gig economy global. Para talenta yang muncul dengan ide kreatif akan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif milenial. Ekonomi kreatif dan MJC bersinergi mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Untuk menunjang MJC ini, saat ini telah disiapkan command center dan co working space yang baik, tujuannya agar para milenial bisa berinteraksi tanpa dikenakan biaya. 

Waktu satu jam rasanya tidak cukup untuk membahas semua persoalan dan tantangan baru selama masa pandemi ini. Meski begitu, senang rasanya bisa berbincang dengan bapak Wakil Gubernur Jawa Timur dan mendengarkan semua aspirasi para pelaku content creator Jawa Timur sore itu. Rasanya saya kembali optimis melanjutkan hidup di masa pandemi supaya tetap survive.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.