Review Laptop HP Spectre x360 Premium

Sebagai seorang mom blogger penting bagi saya untuk meningkatkan kualitas kerja, bekerja secara profesional. Dengan menggeber produktivitas dalam menulis tentu membutuhkan usaha yang tidak mudah, pasti ada jam kerja yang harus dilebihkan dan manajemen waktu supaya tugas sebagai istri sekaligus ibu di rumah tidak keteteran.

Dalam mewujudkan hal tersebut saya membutuhkan sebuah laptop yang bisa mendukung fleksibilitas saya dalam bekerja. Seperti HP Spectre x360, laptop premium dengan desain convertible 2 in 1 yang saya temui pertama saat diundang datang dalam rangkaian roadshow HP di Artap Cafe and Gallery Surabaya.

Kemewahan HP Spectre x360 sudah saya rasakan sejak kali pertama melihatnya. Kesan tegas dengan bagian sudut-sudut yang agak runcing dan balutan warna dark ash silver dengan sentuhan aksen gold di sekeliling body-nya memantapkan tampilan elegan laptop premium ini. Rasanya ingin sekali membawanya pulang ke rumah, hehehe.


Review Laptop HP Spectre x360 Premium


HP Spectre x360 13 walaupun mengusung desain convertible 2-in-1, di mana layarnya dapat ditekuk hingga 360 derajat, konstruksi desain pada HP Spectre x360 13 ini terasa sangat solid, bahkan ketika saya mencoba menggunakannya dalam mode tablet. Bentang layar 13,3 inci, dimensi 30,88×21,79×1,45 cm, dan bobot 1,32 kg ukuran yang ringkas menjadi salah satu daya tarik laptop ini.

Sesuai namanya, laptop ini mengusung layar sentuh IPS berukuran 13,3 inci yang disebut micro-edge. Di mana bagian bezel sampingnya cukup tipis, tetapi bagian atas dan bawahnya masih agak tebal. Resolusi dan lapisan layar yang menyelimutinya berbeda-beda, dari enam varian HP Spectre x360 13 yang tersedia ada tiga konfigurasi yang ditawarkan.

Pertama, resolusi Full HD (1920×1080 piksel) dengan finishing BrightView (glossy). Kedua, resolusi Full HD dengan fitur HP Sure View Integrated Privacy Screen (anti-glare). Ketiga, resolusi 4K (3840×2160 piksel) dengan finishing BrightView. Untuk dapur pacunya sendiri juga tidak bisa dipandang sebelah mata.


Ada tiga konfigurasi berbeda dari total enam varian. Satu varian menggunakan Intel Core i5 processor dengan RAM 8GB (DDR4-2400 SDRAM) dan storage 256GB (PCIe NVMe M.2 SSD). Kemudian, ada empat varian dengan konfigurasi Intel Core i7 processor dengan RAM 16GB dan storage 512GB SSD. Satu lagi, varian tertinggi membawa storage sebesar 1TB SSD.

Terbayang bagaimana ringan dan fleksibelnya saat membawa laptop premium ini di dalam tote bag saya. Selain itu konsep convertible 2-in-1 ini membuat HP Spectre x360 13 menjadi laptop yang fleksibel dan serba guna. Setidaknya ada empat mode penggunaan seperti laptop, tablet, stand, dan tent.

Tentunya setiap mode memiliki keunggulannya tersendiri, tergantung dari aktivitas yang sedang kita lakukan. Karena bagi bloger, ngeblog itu perlu yang namanya kreativitas dan imajinasi. Permainan kosakata pun harus dirangkai agar menarik minat pembaca. Sama seperti konsep yang ditujukan pada HP Spectre x360 yakni mendorong batas kreativitas.

Lanjut lagi, saat saya perhatikan lebih dekat lagi Untuk kelengkapan atribut dan konektivitasnya, pada sebelah kanan terdapat dua port USB-C Thunderbolt 3 (termasuk untuk keperluan charging), jack audio 3,5mm, tuas untuk menonaktifkan fungsi kamera (privacy camera kill switch), dan microSD card reader (bukan SD card).


Beralih ke sebelah kiri terdapat tombol power dan sebuah port USB 3.1 full size. Kemudian tidak lupa, HP Spectre x360 13 juga sudah dilengkapi pemindai sidik jari yang terletak pada panel depan sisi kanan. Untuk keamanan dan kenyamanan saat digunakan, saya dapat dengan mudah login mengunakan Windows Hello dengan fitur standar seperti kamera IR terkecil HP.

Untuk bagian Touchpad-nya sendiri sangat responsif dan telah mendukung kapabilitas Windows gesture. Misalnya, saya bisa menggunakan dua jari untuk fungsi scrolling, tiga jari menyapu ke bawah untuk menampilkan desktop, tiga jari ke atas untuk multitasking view, dan tiga jari ke samping kanan atau kiri untuk berpindah antar aplikasi, dan lainnya.


Laptop ini juga dilengkapi aksesori stylish yang disebut HP digital pen untuk menulis, menggambar, mencoret-coret catatan atau mentransformasikan ide di kepala secara natural, hingga sebagai alat yang powerful bagi desainer. Menjadi keuntungan sendiri bagi para blogger untuk mendesain logo maupun membuat infografis.

Ini bagian terpenting menurut saya bagi seorang bloger saat menggunakan Hp Spectre x360 Jenis keyboard yang digunakan adalah island-style keyboard atau disebut juga chiclet keyboard. Di mana jarak antar tuts-nya lebih lapang sehingga typo saat mengetik bisa berkurang. Menghindari typo memang hampir mustahil bagi saya terlebih saat dikejar deadline.


Keyboard HP Spectre x360 13 ini juga sudah dilengkapi backlit. Selain untuk mempermudah aktivitas ketik mengetik pada kondisi remang, backlit juga menambah nilai estetika dan desain mewahnya lebih terlihat. Ada kejutan saat saya menekan tombol F5, saya bisa mengatur level output backlit pada keyboard bahkan menonaktifkannnya.

Satu lagi, keyboard ini memiliki sensasi tactile sehingga sangat nyaman ketika digunakan dalam aktivitas mengetik. Sebenarnya tidak sabar rasanya membayangkan bisa mengetik tulisan di blog menggunakan HP Spectre x360. Meskipun saat ini belum bisa membawanya pulang karena terpatok harga yang cukup fantastis sekitar 16 juta rupiah namun saya senang bisa mencobanya.

3 komentar:

  1. Mupeng aku Ris. Desaine apik, bahannya premium banget. HP siapa sih yang enggak tahu, mereka dah terjamin mutunya. Nabung dulu ah :)

    BalasHapus
  2. Nyoba dulu ya mbak, kapan2 smg bisa beli.. aku juga mupeng dengan entengnya niihh..

    BalasHapus
  3. harga yang pantas untuk desain dan spesifikasi terbaik saat ini..

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.