Peran Nutrisi Cegah Anemia Defisiensi Besi Lintas Generasi di Indonesia

by - Senin, Februari 22, 2021

Anemia merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi baik bagi tubuh. Saat tubuh kekurangan sel darah merah, maka berdampak pada organ tubuh yang kekurangan oksigen sehingga wajar bila penderitanya menjadi mudah lemas dan wajahnya terlihat pucat. Saya memiliki pengalaman dengan anemia karena kekurangan zat besi, penyebabnya apa? Diet yang salah.

Demi mendapatkan tubuh yang langsing dalam waktu cepat, saya tahan untuk tidak makan nasi dan jenis karbohidrat lainnya. Bukan cuma skip nasi saja, saya juga rela mengurangi konsumsi gula dan garam dengan porsi yang cukup banyak. Dengan pola diet yang cukup ekstrim tersebut saya masih memaksa tubuh untuk olahraga sehari dua kali.

Semua usaha yang telah saya lakukan tersebut memang membuahkan hasil, 25 kg berat badan bisa berkurang hanya dalam waktu 3 bulan saja. Bahagia sekali, akhirnya impian untuk memiliki tubuh langsing bisa terwujud. Namun ternyata, kebahagiaan itu merupakan awal datangnya penyakit ke tubuh. Teringat jelas saat saya jatuh lemas dan dada sesak padahal saya tidak punya riwayat asma.



Saat itu juga saya dibawa periksa ke dokter dengan kondisi tubuh sangat lemas dan wajah pucat. Awalnya saya mengira kalau anemia ini merupakan penyakit biasa, cuma kurang darah dan tidak ada dampaknya. Sampai akhirnya, pasca kejadian itu tensi darah saya selalu rendah dan tubuh mudah lelah sebab itulah saya diminta untuk rajin minum suplemen penambah darah terlebih saat datang bulan.

Anemia Pada Remaja, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita di Indonesia


Di Indonesia, anemia ini sangat dikenal karena mudah menyerang tubuh bahkan penderitanya dari lintas generasi mulai dari remaja, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita. Penyebabnya adalah Anemia Defisiensi Besi atau yang dikenal dengan istilah iron deficiency anemia. Anemia kekurangan zat besi merupakan jenis anemia yang disebabkan oleh berkurangnya persediaan zat besi di tubuh.

Menurut Dr. dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGK dalam webinar Peran Nutrisi dalam Tantangan Kesehatan Lintas Generasi beberapa waktu lalu, memaparkan data yang berisi bahwa prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia masih sangat tinggi. Tingginya angka anemia ini akan mempengaruhi angka masalah malnutrisi, yang saat ini menjadi perhatian yakni stunting.

Source : YouTube Nutrisi Untuk Bangsa


Berawal dari status gizi yang kurang baik pada remaja putri sehingga saat kehamilannya pun kurang baik. Terutama masalahnya adalah anemia kurang zat besi yang menyebabkan kelahiran bayi-bayi yang kurang berat badan, apabila nutrisi saat balita kurang baik maka berisiko terkena stunting. Anemia defisiensi zat besi lebih rentan dialami oleh anak-anak ketimbang orang dewasa.

Pertumbuhan seorang anak sendiri dipengaruhi oleh banyak hal seperti protein, karbohidrat, mineral, kalsium dan faktor yang penting yakni zat besi. Zat besi bukan hanya berfungsi untuk memberi pengaruh pada pembentukan sel darah merah saja tapi juga mempengaruhi pertumbuhan pada anak dan balita. Lalu, bagaimana gejala anemia serta dampaknya bagi jangka pendek dan jangka panjang?

Gejala Anemia

• Tampak selalu kekurangan energi dan kelelahan
• Kulit dan kelopak matanya pucat terutama di sekitar mata lantaran penurunan kadar haemoglobin.
• Sakit kepala
• Tekanan darah rendah
• Mengalami kelemahan otot
• Mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang melambat
• Nafsu makannya tidak baik
• Sering mengalami napas cepat yang tidak normal
• Pembesaran limpa jika anemianya sudah parah

Dampak anemia pada kehamilan juga tidak bisa dianggap sepele, penderitanya harus mendapatkan perhatian. Untuk mencegah terjadinya risiko seperti pendarahan pasca melahirkan, tingginya kemungkinan terjadi infeksi, pre eklamsia atau kejang saat hamil, kelahiran prematur hingga gangguan pertumbuhan janin.

Apabila berlanjut lama, maka akan menyebabkan gangguan fungsi jantung pada ibu hamil. Jika anemia semakin parah, kemungkinan ibu hamil akan merasakan beberapa gejala seperti:

• Cepat lelah dan merasa lemah
• Kulit tampak pucat
• Denyut jantung tidak teratur
• Kurang nafsu makan
• Sering pusing dan mata berkunang-kunang

Bagaimana gejala anemia pada anak-anak?

• Mudah rewel
• Mudah lemas dan pusing
• Tidak nafsu makan
• Gangguan pada konsentrasi
• Cenderung mengantuk
• Tidak aktif bergerak

Dampak jangka panjang anemia baik pada anak-anak dan orang dewasa sama-sama bisa menurunkan daya tahan tubuh, infeksi akan meningkat, konsentrasi yang berkurang dan kebugaran tubuh menurun. Sehingga prestasi dan kinerjanya secara otomatis akan ikut berkurang.

Oleh sebab itu, pemerintah telah mencanangkan pendekatan masalah kesehatan berlanjutan untuk lintas usia baik dari remaja, usia bekerja, hingga balita dan ibu hamil. Semuanya dibuat berkelanjutan oleh pemerintah sehingga mata rantai masalah nutrisi di Indonesia dapat terselesaikan dengan baik.

Source : YouTube Nutrisi Untuk Bangsa


Kemudian, khusus untuk anemia defisiensi zat besi sendiri bagaimana? Bahwa kebutuhan zat besi harian bagi anak-anak terutama pada perempuan sebenarnya jumlahnya tidak terlalu besar. Beberapa penyebab anemia kurang zat besi itu ada tiga yakni asupan makanan, sakit (infeksi maupun penyakit kronis) dan penyebab lainnya.

Sekarang, mari kita fokuskan pada penyebab pertama yakni asupan makanan yang ternyata menurut data riset kesehatan dasar Indonesia konsumsi asupan pangan di Indonesia masih didominasi oleh nabati. Selain itu asupan energi dan proteinnya rendah sehingga mendapatkan adanya defisit energi, protein dan mikronutrient.

Penyebab anemia kurang zat besi pada anak yang perlu diperhatikan adalah pemilihan makanannya. Kebanyakan penyebab kurang asupan zat besi adalah makanan yang kurang bervariasi. Terlebih dengan adanya kondisi tertentu yang menyebabkan gangguan penyerapan dan kondisi yang menyebabkan asupan zat besi rendah. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang mengalami alergi bahan makanan sumber zat besi heme.

Bahan Makanan Sumber Zat Besi dan Penyerapan Zat Besi untuk Mencegah Anemia


Perlu diketahui bahwa ada dua jenis zat besi dari makanan, yaitu heme dan non heme. Zat besi heme berasal dari hemoglobin hewani, sedangkan zat besi non heme berasal dari tumbuhan. Zat besi heme sendiri untuk penyerapannya mudah terjadi sehingga langsung diserap oleh tubuh. Sedangkan untuk zat besi non heme perlu melalui proses untuk diubah terlebih dulu supaya bisa diserap dengan baik oleh tubuh.

Untuk zat besi non heme ini asupannya akan ditingkatkan dengan adanya vitamin C serta komponen-komponen lain dari makanan. Tetapi yang perlu diingat kalau zat besi non heme penyerapannya akan terhambat oleh serat, polifenol, fitat dan tanin.

Source : YouTube Nutrisi Untuk Bangsa


Beberapa sumber makanan zat besi heme seperti daging sapi, daging ayam dan ikan salmon sedangkan zat besi non heme seperti bayam, wortel, kangkung dan tahu. Menurut dokter Diana dengan mengkonsumsi hati ayam satu buah sudah mencukupi kebutuhan zat besi. Lalu, bagaimana dengan asupan zat besi non heme?

Sebenarnya sumber makanan dari nabati juga ada yang mengandung zat besi cukup tinggi seperti daun-daun hijau. Untuk mengoptimalkannya harus dikonsumsi dengan makanan yang dapat meningkatkan penyerapannya seperti vitamin C. Selain itu, hindari jenis makanan yang mengurangi penyerapannya seperti tanin yang terkandung pada kopi dan teh. Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin C seperti tomat, jeruk, mangga, jambu biji, dan paprika merah.

Upaya Penanganan Anemia dan Masalah Gizi Lainnya di Indonesia


Beberapa upaya penanganan anemia dan masalah gizi lainnya di Indonesia ini dikonsentrasikan berkelanjutan. Mulai dari remaja putri dengan diberikan suplemen zat besi bila membutuhkan, anak-anak usia sekolah mendapat makanan tambahan, balita juga disediakan makanan yang difortifikasi baik itu dengan zat besi atau zat-zat yang mampu meningkatkan penyerapan dari zat besinya, sedangkan untuk ibu hamil diberikan suplemen zat besi dan asam folat.

  • Upaya penanganan anemia pada remaja yang sudah dilakukan dengan mengadakan kerjasama antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Persatuan wali murid dan organisasi-organisasi lain yang bergerak pada bidang pengentasan anemia.

  • Upaya penanganan anemia pada ibu hamil dimulai dengan bekerjasama dari puskesmas, keluarga, masyarakat, melalui posyandu dengan antenatal care pemantauan selama masa kehamilan dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil.

  • Upaya penanganan anemia pada anak-anak dilakukan mulai dari posyandu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melalui puskesmas, serta orangtua dan masyarakat diadakan pendekatan pada beberapa kepercayaan misalnya, anak-anak tidak boleh mengkonsumsi sumber protein tertentu. Dilanjut dengan fortifikasi makanan seperti susu pertumbuhan untuk anak-anak yang sudah difortifikasi dengan zat besi dan pemberian makanan tambahan.

Danone Indonesia Kampanyekan Kebiasaan Makan yang Baik

Danone Indonesia memberikan dukungan dan kontribusi untuk memutus rantai anemia pada lintas generasi di Indonesia. Hal ini sebagai salah satu bentuk komitmen Danone untuk mewujudkan misi One Planet, One Health. Dengan menerapkan kebiasan makan dan minum yang lebih sehat kepada sebanyak mungkin masyarakat melalui program yang berkelanjutan.

Danone memiliki tujuan 2030 yang selaras dengan sustainable develoment goals atau rencana aksi global dalam melindungi lingkungan PBB 2030. Dengan melakukan hal tersebut Danone sudah berpartisipasi dalam menjaga kesehatan planet yang kita tinggali. Danone Indonesia juga mengajak masyarakat ikut bersama-sama berkolaborasi dalam gerakan ini.

Source : YouTube Nutrisi Untuk Bangsa


Seperti yang kita tahu bahwa makanan dan minuman merupakan dua hal yang sangat penting untuk memelihara kesehatan manusia. Bagaimana kita makan dan minum kemudian apa yang kita makan dan minum akan mempengaruhi kesehatan kita sekarang maupun di masa depan. Danone Indonesia gencar mempromosikan food habit dan better habit (kebiasaan yang lebih baik).

Dengan menginspirasi masyarakat Indonesia melalui program dan layanan untuk meningkatkan kebiasaan yang lebih sehat dan mengkomunikasikan informasi secara transparan tentang produk milik Danone. Semua dilakukan dengan tujuan untuk memberikan dampak positif tentang kebiasaan makan dan kualitas diet masyarakat.

Danone Indonesia Peduli Nutrisi Masyarakat Indonesia untuk Cegah Stunting


Apa yang sudah dilakukan Danone di Indonesia? Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menjelaskan bahwa ada beberapa program yang telah dilakukan Danone bekerjasama dengan para pemangku kepentingan lain, karena Danone ingin menjadi bagian dari solusi. Salah satu programnya yakni program Bersama Cegah Stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

Banyak sekali mitra Danone dalam program ini, bersama melakukan pencegahan stunting melalui mengintegrasikan program unggulan Danone untuk mendukung intervensi nutrisi yang spesifik dalam rangka mengurangi stunting di Indonesia. Program ini dilakukan melalui pilot project yang telah terbukti hasilnya.

Dengan dukungan dari pakar dan tenaga ahli dari RSCM maupun UI, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah dan Kementerian Sekretariat Negara. Di Indonesia ternyata masalah gizi tidak hanya melulu karena tidak memiliki uang. Namun yang paling penting adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi, sebab itu Danone di Indonesia sangat ingin meneruskan masalah edukasi ini.

Tentunya bekerjasama dengan mitra-mitra lain, karena edukasi tentang gizi dan hidrasi ini akan mempengaruhi habit atau kebiasaan dari pola makan dan minum yang akan meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Isi Piringku

Salah satu program Danone Indonesia yang mempromosikan gizi seimbang dan gaya hidup sehat untuk anak usia 4-6 tahun melalui guru dan orang tua. Tentu saja guru dan orang tua memiliki peran penting dalam mengedukasi terutama untuk ank-anak dan balita. Nah, program ini telah melibatkan 4000 guru, 40.000 siswa termasuk PAUD dan 44.000 ibu yang berada di 8 provinsi.

Gerakan Ayo Minum Air (AMIR)

Gerakan ini didorong dengan fakta dan survei yang telah dilakukan Danone 4 dari 5 anak Indonesia itu kurang minum. Sementara kekurangan hidrasi 2% saja bisa mengurangi konsentrasi. Program AMIR bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan minum 7-8 gelas air per hari bagi anak sekolah. Sebanyak 745.764 siswa SD dan 1.225.000 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di 5 provinsi telah mengikuti program ini dengan melibatkan 1.260.000 kader PKK.

Source : YouTube Nutrisi Untuk Bangsa


Warung Anak Sehat

Program ini bertujuan untuk melakukan edukasi kepada ibu-ibu pengelola kantin di sekolah. Kita tahu bahwa anak-anak di Indonesia memiliki kebiasaan jajan, nah jajan ini kalau tidak dikontrol apa yang anak-anak lihat pasti akan mereka beli. Program Warung Anak Sehat ini mengedukasi para ibu kantin sehingga ibu kantin bisa memilih makanan yang disajikan kepada anak-anak.

Nantinya makanan ini menjadi pilihan makanan ringan yang lebih sehat untuk para siswa selama mereka berada di sekolah. Dalam program ini selain ibu kantin, juga harus didukung oleh guru dan orang tua. Jadi, sampai saat ini sudah ada 234 agen Warung Anak Sehat aktif lebih dari 300 guru yang terlatih, lebih dari 6000 ibu serta melibatkan 27.000 anak.

Aksi Cegah Stunting

Bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan FKM UI dimana program ini dalam pilot project yang dilakukan di Pandeglang berhasil menurunkan angka stunting 4,3% dalam waktu 6 bulan. Program ini telah direplikasi di daerah lain, Bagaimana bisa turun sedemikian bagus? Karena adanya pendekatan baru dalam monitoring kemudian kondisi anak-anak benar-benar di-monitoring.

Sebab sebelum kejadian stunting itu akan dipantau terlebih dahulu apakah ada risiko gagal tumbuh atau failure to thrive. Saat seorang anak terindikasi untuk gagal tumbuh, maka akan diintervensi melalui pangan khusus sampai keadaannya kembali stabil.

GESID

Generasi Sehat Indonesia (GESID) dalam program ini Danone bertujuan untuk membangun pemahaman dan kesadaran kepada remaja tentang gizi dan kesehatan serta pentingnya 1000 hari pertama kehidupan.

Karena banyak persoalan gizi misalnya, defisiensi zat besi yang terjadi di sepanjang lingkaran usia dan sangat penting untuk menyadarkan remaja karena merekalah yang akan menjadi orang tua. Program GESID sendiri telah menjangkau sebanyak 5000 siswa di 5 SMP dan 5 SMA.

Source : YouTube Nutrisi Untuk Bangsa


Taman Pintar

Apabila teman-teman pernah mengunjungi Taman Pintar di Yogyakarta, Danone Indonesia memiliki beberapa fasilitas edukasi dan entertainment. Ada 4 fasilitas pendidikan di sana baik untuk anak-anak usia 6 tahun maupun anak-anak dengan usia yang lebih besar. Sebelum masa pandemi ini Taman Pintar sudah dikunjungi sebanyak 1 juta pengunjung per tahunnya.

Duta 1000 Pelangi

Danone Indonesia tidak hanya mengedukasi di luar kantor, namun kepada karyawan juga diberikan edukasi. Melalui program Duta 1000 Pelangi dimana karyawan juga melakukan edukasi gizi tentang pentingnya 1000 hari kehidupan. Sebagai duta, mereka dilatih serta diberikan pengetahuan tentang gizi. Para duta inilah yang nantinya akan mengedukasi masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan mereka tinggal.

Baca Juga : Jangan Anggap Remeh 1000 Hari Kehidupan

Bagaimana Mencapai SDM Berkualitas dan Berdaya Saing?


Saat ini, masalah gizi masih menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. Dengan menghadapi triple burden atau tiga beban masalah gizi yaitu stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Oleh sebab itu, untuk menyelesaikannya harus berkesinambungan, pemerintah harus menyiapkan suatu program berkelanjutan seperti gerakan 1000 hari pertama kehidupan.

Mengapa ini penting? Karena diharapkan kedepannya bisa membekali masyarakat Indonesia yang kuat, tangguh dan sehat sehingga produktivitas dan kinerjanya menjadi baik. Tentunya hal ini dapat berperan penting demi kemajuan bangsa.

Bagaimana Danone Indonesia Merespon Fakta Tentang Mata Rantai Pemasalahan Gizi?


Danone Indonesia merupakan perusahaan yang benar-benar memiliki kepedulian untuk membangun kesehatan melalui makanan. Untuk itu Danone memiliki kepedulian tentang masalah gizi di masyarakat. Kita tahu kalau masalah gizi ini tidak terlihat padahal sangat penting hal itu yang mempengaruhi kualitas generasi Indonesia ke depan.

Danone di Indonesia memiliki fokus untuk bersama-sama dengan pemangku kepentingan lain dalam melakukan upaya membantu penyembuhan dan perbaikan gizi masyarakat baik melalui edukasi maupun inovasi produk. Danone berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang isu kesehatan dan nutrisi.

Bagaimana membangun kesadaran publik mengenai pentingnya gizi seimbang serta mendorong kreatifitas dalam menjalankan pola hidup sehat terutama di masa pandemi. Selain Danone menyediakan produk nutrisi yang dapat membantu pemenuhan zat besi serta mendukung penyerapan zat besi pada anak berusia di atas 1 tahun.

Makanan yang baik tentu saja zat gizinya baik, porsinya baik dan diolah dengan baik serta yang paling penting dapat diserap tubuh dengan baik. Karena sebagus apapun makanan kalau tidak diserap maka juga akan kurang berguna. Inovasi produk Danone salah satunya adalah bagaimana membuat formula agar penyerapan zat gizi bisa diserap dengan baik untuk anak.

Di tahun 2020 Danone Indonesia meluncur program GESID (Generasi Sehat Indonesia) yang ditujukan bagi remaja sekolah menengah SMP hingga SMA. Program GESID ini telah mencetak buku panduan untuk mengusung 3 pilar utama bagi remaja dimana salah satu subtemanya adalah Aku Peduli, Aku Sehat, Aku Bertanggung Jawab.

Ketiga frasa tadi bertujuan supaya para remaja bisa berkomitmen terhadap diri sendiri agar mereka peduli pada masalah gizi, agar mereka tetap menjaga kesehatan dan agar mereka tetap bertanggung jawab terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan mereka.

Apa Saja Nutrisi Utama yang Dibutuhkan Agar Tidak Terjadi Anemi Lintas Generasi?


Kita harus paham bagaimana cara mengatasi anemia defisiensi besi, tadi seperti yang sudah disampaikan bahwa kunci utamanya adalah asupan. Sementara memang asupan kita ini masih didominasi oleh bahan makanan sumber nabati. Oleh sebab itu, kita harus mengupayakan beberapa hal seperti :

1.  Dengan makan makanan bergizi seimbang
2. Sumber-sumber zat besi harus dikonsumsi, baik dari sumber hewani utamanya sebagai sumber heme.

Tetapi kalau memang masih banyak sumber makanan nabati sebagai sumber besi non heme, maka kita harus memperhatikan juga makanan yang dapat meningkatkan penyerapannya. Upayakan konsumsinya bersamaan dengan bahan makanan sumber vitamin C juga. Jadi, kombinasi yang baik akan mendapatkan penyerapan yang optimal dari zat besinya.

Apakah Mungkin Kelebihan Zat Besi Ada Risikonya?


Kalau kita mengkonsumsi zat besi berlebihan terutama dari suplemen tentunya dapat menjadi kelebihan. Oleh sebab itu, untuk suplemen zat besi tidak dianjurkan bebas konsumsi karena harus dengan resep dokter. Tetapi kalau dari makanan tentu tidak masalah karena pasti kita akan makan makanan dengan seimbang atau proporsional.

Berapa jumlah dalam seharinya pasti akan proporsional. Kenapa? Karena memang suplemen zat besi itu harus dikontrol oleh dokter sebab zat besi yang berlebihan tentu akan bisa menumpuk dalam tubuh. Dan apabila menumpuk dia akan menyebabkan gejala-gejala yang menimbulkan gangguan kesehatan.

Terlanjur Terkena Anemia Saat Hamil, Bagaimana Solusi Agar Anak Tidak Terkena Anemia Juga?


Apabila ibunya mengalami anemia pada saat kehamilan maka akan terus dilakukan pemantauan, tidak hanya ibunya melainkan juga anak-anaknya. Anak-anak ini harus selalu ikut posyandu karena di posyandu akan dipantau mulai dari status gizinya maupun kemungkinan adanya anemia. Untuk balita kita harus memastikan mereka sudah mendapat asupan yang cukup zat besi.

Terutama pada balita yang tidak lagi mendapat ASI eksklusif dan sudah makan makanan sendiri karena begitu sudah makan makanan mandiri anak-anak cenderung menjadi picky eater atau memilih-milih makanan. Sehingga kita harus mencarikan solusi supaya mereka mendapatkan kecukupan asupan zat besinya.

Seberapa Besar Pengaruh Anemia pada Tumbuh Kembang Anak? Lalu Bagaimana Bisa Tahu Bahwa Asupan Anak Sudah Terpenuhi Semua Aspeknya?


Zat besi merupakan kunci zat gizi dalam pertumbuhan seorang anak oleh sebab itu harus dipenuhi asupannya. Bagaimana kita tahu bahwa asupannya sudah tercukupi atau belum? Tanda-tanda awal dari anemia zat besi sudah harus bisa ibu perhatikan mulai dari anak yang sering rewel, sering terkena infeksi atau anak menjadi mudah letih, lesu dan tidak mau diajak bermain.

Itu sudah merupakan tanda-tanda awal, apalagi anak sudah menunjukkan gejala pucat di kulitnya ataupun di bawah matanya. Harus segera diperiksakan ke puskesmas atau ke dokter anak, apakah anak ini mengalami anemia. Untuk mencukupi kebutuhan zat besinya dengan memenuhi asupan hariannya dengan baik. Kita harus mengatur asupan anak dengan baik mulai makanan utama hingga makanan selingan.

Kesimpulan

Kita harus memastikan asupan gizi berimbang sesuai tumpeng gizi berimbang atau isi piringku sebagai panduan konsumsi sehari-hari. Namun apabila asupan didominasi dengan sumber besi non heme pastikan dikonsumsi bersama dengan unsur yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Fortifikasi makanan merupakan salah satu solusi dalam menghadapi kurangnya asupan zat besi seperti tepung, biskuit dan susu serta mematuhi konsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran dokter.

Penutup

Dari awal sesi webinar kemarin dokter Diana sudah menekankan pentingnya asupan makanan yang bergizi bagi kebutuhan tubuh kita. Mengingat peran zat besi sangat penting untuk tubuh, maka kita seharusnya memastikan bahwa kebutuhan zat besi harian tercukupi. Dengan kebutuhan nutrisi yang terpenuhi akan membuat tubuh menjadi sehat dengan begitu kita (terutama remaja putri) bisa melahirkan generasi Indonesia yang sehat dan memutus mata rantai anemia di Indonesia.

You May Also Like

13 komentar

  1. Memutus rantai anemia harus dimulai dari anak hingga ibu yang hamil. Asupan gizi dan juga sesuai dengna kebutuhannya.

    BalasHapus
  2. Kebiasaan makan yang baik memang harus diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Defisiensi zat besi karena aenmia ini suka dianggap remeh, padahal penting sekali peranannya dalam kesehatan kita

    BalasHapus
  3. Anemia nih peer besar ya terlebih untuk anak - anak jadi harus ekstra hati - hati menjaga anak- anak supaya tidak terkena anemia

    BalasHapus
  4. Alhamdulilah Danone mendukung pemerintah menanggulangi masalah anemia ini ya?
    Karena banyak yang nggak paham
    Termasuk saya, dulu waktu masih remaja sering diet sehingga sering gak peduli gizi

    BalasHapus
  5. wow lengkap banget mbaa ualsan tentang anemia defisiensi zat besi dan cara mencegahnya.
    Danone luar biasa nih program dan kegiatannya, concern banget dengan kualitas generasi masa datang

    BalasHapus
  6. Mbak, saya fokus di penurunan berat badan mba sampai 25 kg. Saya nurunin 4 kilo aja susah banget. Namun memang ya mba harus cukup asupan gizinya agar tidak berdampak pada anemia juga

    BalasHapus
  7. Yess, betul nutrisi dalam pola hidup sehat harus penting untuk bagi kita termasuk remaja perempuan supaya bisa terhindar dari penyakit seperti anemia. Untung saat sejak remaja saya belum pernah merasakan gejala penyakit anemia.


    Mantep banget nih Danone, jadinya kita bisa menambah wawasan luas tentang seputar dunia kesehatan

    BalasHapus
  8. Keren kampanye Danone ini untuk membiasakan masyarakat hidup sehat. Yang tentunya manfaatnya bukan hanya untuk hari ini tapi masa yang akan datang juga

    BalasHapus
  9. masalah anemia, satu tujuan sama tema hari gizi nasional 2021. Diharapkan pemerintah bersama masyarakat sama2 menuntaskan masalah penyakit anemia ini

    BalasHapus
  10. Serem ya dampak anemia bisa sampai menurunkan kualitas SDM begitu. Semoga edukasi tentang pentingnya asupan zat besi ini bisa lebih massif, jadi bisa menyasar semua kalangan di berabagai penjuru Indonesia

    BalasHapus
  11. dulu saat anakku masih bayi, sempat didiagnosis adb..
    itu membuat berat badan nya susah naik
    beruntung segera ditangani
    alhamdulillah sekarang mereka tumbuh sehat
    memang anemia nggak boleh dianggap enteng ya mbak

    BalasHapus
  12. Memang perlu sosialisasi seperti ini terus digalakkan agar tahun 2045 generasi emas dapat terbebas dari kekurangan zat besi ini ya

    BalasHapus
  13. penting sekali nih memutus mata rantai dengan edukasi pentingnya nutrisi berimbang sejak dini sehingga tidak ada lagi lingkaran setan anemia

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.