Yuk, Backup Foto-Foto dan Data Penting Anak di Smartphone

Sejak menjadi ibu galeri di smartphone milik saya penuh dengan foto dan video Mirza. Iya, saya suka sekali mengabadikan semua momen tumbuh kembng Mirza melalui foto dan rekaman video yang biasanya juga saya unggah di akun Instagram saya. Bukan cuma foto dan video anak saja, bahkan gambar-gambar yang berisi tentang ilmu parenting sering saya simpan sebagai pengingat.

Saya akui kalau menjadi seorang ibu itu rasanya nano-nano, antara bahagia dan terkadang pusing tujuh keliling. Bagi teman-teman yang sudah menjalaninya, pasti paham betul kalau tugas dan tanggung jawab menjadi seorang ibu itu berat, nggak seindah yang ditampilkan artis-artis di iklan produk-produk bayi.

Seringkali apa dirasakan para ibu-ibu zaman now itu ditumpahkan dalam bentuk curhatan ‘galau’, meme atau kutipan-kutipan lucu di berbagai media sosial, salah satunya Instagram. Mungkin ketiga hal ini yang menjadi alasan kenapa memori di smartphone saya jadi mudah penuh dan itu bikin smartphone jadi lemot.


Yuk, Backup Foto-Foto dan Data Penting Anak sebelum Hilang!


Bicara soal foto dan video anak yang jumlahnya sudah nggak bisa dihitung dengan jari-jari saja, saya ingat sekali saat suami berpesan kepada saya untuk jangan lupa mem-backup foto anak kami supaya nggak hilang. Waktu itu saya masih berpikir sepenting itu kah?, nggak deh kayaknya nggak akan hilang kok.

Akhirnya tanpa basa basi lagi suami saya memberikan sebuah USB OTG (On The GO) khusus untuk menyimpan foto-foto dan video Mirza dari sejak bayi sampai sekarang dan untuk selanjutnya. Jadi, USB OTG tersebut membuat kami menjadi lebih tenang dan nggak khawatir kehilangan data penting Mirza.

Bicara soal mem-backup data memang kalau kita pikir lagi fungsinya sangat penting lho, Moms. Jangan sampai deh foto dan video tumbuh kembang anak dan data penting lainnya hilang karena keteledoran kita. Bagi saya melakukan backup data secara berkala tidak hanya dapat menyelamatkan data penting tapi juga menyelamatkan waktu dan kenangan yang sangat berharga bersama anak.

Btw, kalau masih bingung mau pilih USB OTG apa untuk membackup foto, vidoe maupun data lainnya bisa lho mencoba USB OTG dari #SanDiskAPAC. USB OTG SanDisk ini menarik perhatian, pertama karena ukurannya kecil, dengan panjang hampir 3 cm dan lebar hanya 1.5 cm, kira-kira seukuran kuku jari tangan.


Nggak ada port USB baik micro maupun USB standard yang terlihat menyembul, jadi terkesan simple Moms. Sebuah band metal membelit body flashdrive, yang bisa digunakan untuk menggantung atau mengaitkannya pada perangkat lain, misalnya menjadi gantungan kunci rumah atau kunci motor juga bisa, praktis banget.

Cuma saya biasa simpan di kotak khusus karena meskipun memang bentuknya praktis, khawatir saja lupa menyimpannya. Sering juga kunci sepeda motor dibuat mainan dan di lempar oleh Mirza, kalau sudah begitu pasti susah dan ribet untuk mencarinya. Karena anak seusia Mirza lagi aktif-aktifnya dan mudah penasaran dengan sesuatu yang baru.

Balik lagi bicara soal USB OTG dari SanDisk ini yang paling penting adalah pada bagian atas terdapat tonjolan kecil slider yang bisa memunculkan masing-masing port tersebut bergantian, sebuah port micro USB untuk tersambung ke smartphone atau tablet, dan sebuah port USB berukuran standar dengan USB interface 3.0, untuk data transfer yang cepat pada komputer.


Untuk pilihan kapasitas penyimpanannya ada beberapa pilihan bisa kita pilih, 16GB, 32GB, 64GB atau maks 128GB. Standar kecepatan bacanya menurut spesifikasi up to 150 MB/s, untuk kapasitas 32, 64, dan 128 GB, sementara untuk kapasitas 16GB sedikit lebih rendah 130 MB/s. Kalau saran saya sesuaikan dengan kebutuhan tapi lebih besar kapasitas lebih hemat menyimpan datanya.

Well, karena saya sadar momen tumbuh kembang itu penuh cinta jadi jangan sampai nggak diabadikan supaya kelak kalau sudah besar bisa kembali dilihat bersama. Saya sih anaknya belum besar tapi sudah bolak-balik lihat foto-foto dan video anak, hehehe. Yuk, backup semua data penting kita sebelum hilang. #DibuangSayang

2 komentar:

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.