Manajemen Kebersihan Menstruasi, Sehat dan Bersih Saat Menstruasi

by - Jumat, Juni 04, 2021

Dulu, waktu pertama kali menstruasi saya ingat sekali saat ibu memberi nasihat kalau lagi haid jangan sampai nginjak kotoran ayam nanti darahnya bau kotoran ayam, lho. Saya yang masih polos saat itu percaya saja karena takut darahnya beneran bau kotoran ayam, jadinya setiap ada kotoran ayam saya selalu menghindar bahkan lari, hehehe.

Setelah beberapa kali haid karena penasaran saya nekad membuktikan ucapan ibu apakah betul kalau nginjak kotoran ayam saat haid nanti darah yang keluar bisa bau t*i ayam? Dan ternyata ucapan itu cuma mitos belaka, meskipun sudah menginjak kotoran ayam tapi darah haid saya tidak bau kotoran ayam.

Kalau saya pikir lagi ucapan ibu itu mungkin memang cuma mitos namun ada pesan penting dibaliknya bahwa saat menstruasi kita harus tetap bersih dan jangan sampai bau. Apalagi berurusan dengan darah itu harus extra bersih, intinya meskipun sedang dalam keadaan 'kotor' tapi kebersihan itu yang utama, tidak boleh sembarangan.



Mengenali Manajemen Kebersihan Menstruasi Itu Penting Sekali


Menjadi remaja putri sudah normal sekali kalau melewati fase menstruasi sebagai fase pubertas. Sebagian besar remaja putri di sekitar lingkungan saya seperti adik sepupu maupun keponakan kaget dan malu saat pertama kali masuk ke fase menstruasi ini. Apalagi saat mendapat bully-an kalau sudah haid berarti sudah siap nikah, duh.

Bisa jadi inilah penyebab utama kenapa kebanyakan remaja putri bahkan yang sudah dewasa tidak tahu apakah itu MKM atau manajemen kebersihan mestruasi. Padahal, penting untuk mengetahui bagaimana cara membersihkan darah menstruasi agar kebersihan alat reproduksi selalu terjaga.

Apalagi setiap tanggal 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi, sudah tahu belum? Yup, peringatan Hari Kebersihan Menstruasi ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kesadaran pentingnya manajemen kebersihan menstruasi yang baik (MKM). Seperti yang kita tahu bahwa perempuan rentan terhadap ancaman kesehatan pada organ wanita saat menstruasi.



Nah, sehubungan dengan momen ini Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia mengadakan Webinar bertajuk ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi' yang diikuti oleh 1.000 perempuan Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Alhamdulillah, saya berkesempatan langsung untuk mengikuti webinarnya selama sekitar 3 jam lebih. Banyak fakta dan data yang dipaparkan selama webinar berlangsung yang baru saya ketahui salah satunya adalah data menunjukkan hanya 5 dari 10 anak perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan pada saat menstruasi, hanya 6 dari 10 anak yang bertanya mengenai menstruasi ke ibunya, lho.



Ironisnya ibu justru menjadi sumber stigma, mitos, kepercayaan dan miskonsepsi yang merugikan kesehatan perempuan saat sedang menstruasi. Seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini tentang mitos yang sempat ibu saya tanamkan pada saya tentang bau kotoran ayam pada darah, padahal masih banyak edukasi penting yang bisa diajarkan kepada remaja putri kita.

Dengan memberikan edukasi mengenai penerapan MKM seperti berikut ini:

  • Membersihkan vagina secara benar, teliti dan berkala.
  • Menggunakan air bersih mengalir dengan cairan pembersih antiseptik kewanitaan yang sesuai dengan pH vagina dan dapat digunakan saat menstruasi.
  • Menggunakan pembalut bersih dan dapat menyerap darah dengan baik
  • Mengganti pembalut secara teratur minimal setiap 4 jam sekali

Bayangkan deh, kalau anak remaja kita, nggak peduli dengan organ intimnya pas lagi mentruasi, sementara menurut menurut Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH bahwa darah itu media paling baik untuk kuman berkembang biak.

Nah, kalau kuman tadi naik sampai ke vagina dan kandungan , risiko terkena infeksi saluran kencing bisa saja terjadi. Dengan adanya webinar ini diharapkan perempuan di Indonesia memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi sejak dini sehingga mau mempraktikan pola hidup sehat dan bersih selama mengalami menstruasi.



Beberapa pola hidup bersih yang dapat diterapkan selama masa menstruasi:

1. Ganti Pembalut Secara Rutin

Pembalut menstruasi sebaiknya diganti setiap 3-4 jam sekali, terutama di hari-hari pertama menstruasi karena pada umumnya darah yang dikeluarkan akan lebih banyak di hari-hari setelahnya. Membersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang (bukan sebaliknya), dengan cairan antiseptic kewanitaan, seperti yang mengandung Povidone – Iodine. Selain itu jangan lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

2. Pilih Pembalut yang Tepat

Pastikan pada pembalut yang dipilih telah tercantum tulisan SNI dan belum memasuki masa kadaluarsa. Selain itu pastikan bahwa serabut pada pembalut tidak lepas saat digunakan dan memiliki daya serap yang tinggi.

3. Memahami Kesehatan Reproduksi

Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. menjelaskan bahwa edukasi reproduksi perempuan sangat penting untuk ditingkatkan supaya remaja perempuan dapat mengetahui cara menjaga kebersihan saat menstruasi dan apa implikasi dari tanggung jawab seksual di dalamnya.

Bagaimana Cara Mengedukasi Remaja Tentang Menstruasi?


Bicara soal edukasi tentang kesehatan reproduksi selama menstruasi ternyata banyak remaja putri yang masih mencari tahu dari internet dan bertanya pada teman. Padahal urusan menstruasi ini cukup bisa dibilang privasi, kenapa remaja putri malah lebih nyaman mencari tahu dari internet atau bertanya kenapda teman? Kenapa tidak langsung bertanya pada ibunya?

Disini pentingnya peran ibu untuk membekali dirinya pengetahuan cara untuk mengatasi menstruasi. Tapi sebelumnya menurut psikolog Anna Surti kalau kedekatan antara ibu dan anak harus dibangun. Bagaimana mau memulai komunikasi kalau dekat saja nggak? Ini yang menjadi pr bagi semua ibu untuk bisa dekat dengan anak terlebih yang sudah masuk fase pubertas seperti remaja.



Supaya tidak lagi bingung, para orang tua terutama ibu bisa mencoba beberapa tips dari Mbak Anna Surti tentang bagaimana cara supaya anak mau berdiskusi mengenai masa mentruasi dengan ibunya.

  • Ingat bahwa ibu adalah sosok yang diharapkan membicarakan menstruasi, jadi bekali diri dengan informasi yang benar.
  • Buang pemikiran bahwa bicara menstruasi itu tabu, sebaliknya justru penting melakukannya.
  • Jangan berpikir bahwa topik menstruasi bisa dibicarakan dalam 1 kali pertemuan, lakukan berulang kali secara bertahap.
  • Bersikap positif karena isu menstruasi bisa sensitif buat anak perempuan.
  • Lebih baik banyak bertanya dan mendengarkan, daripada langsung menceramahi.
  • Jelaskan secara kongkrit dengan gambar dan benda yang digunakan.
  • Jelaskan pula kepada anak laki-laki, supaya mereka dapat menghormati perempuan yang sedang menstruasi.

Edukasi menstruasi sangat menentukan kesehatan reproduksi perempuan ke depannya. Penting bagi remaja perempuan untuk memahami betul tentang menstruasi, mulai dari bagaimana menjaga kebersihan menstruasi dan apa implikasi dari tanggung jawab seksual di dalamnya. Intinya, bicara soal menstruasi bukanlah sebuah hal yang tabu, remaja kita butuh diedukasi supaya berani dan nyaman untuk bercerita serta mencari tahu.



Oleh karena itu, edukasi manajemen kebersihan menstruasi ini perlu digalakkan guna memberikan kepercayaan diri bagi mereka untuk mendobrak batasan yang ada serta memiliki peluang tanpa batas dalam mencapai potensi diri yang terbaik. Tentu semua ini tidak lepas dari dukungan orang tua terutama ibu di rumah, sudah siap kah ibu?

Kampanye Edukatif Ajak Perempuan Indonesia Sehat dan Bersih Saat Menstruasi


Salah satu cara untuk menggerakkan pola hidup sehat dan bersih saat menstruasi juga dilakukan oleh Mundipharma Indonesia melalui BETADINE® Feminine Care. Dengan melakukan kampanye edukatif #YangIdeal untuk mengajak perempuan Indonesia mengetahui dan mengerti cara yang ideal dan tepat menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim kewanitaan.

Dari semua tips yang saya coba rangkum di awal tadi salah satu bagian penting yang tidak boleh terlewatkan adalah dengan menggunakan pembersih khusus area kewanitaan yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan sehari–hari, saat menstruasi, dan saat terjadi infeksi di organ kewanitaan.

Bukan hanya pada saat menstruas saja, perawatan area vagina juga harus diperhatikan setiap hari. Hal ini untuk menjaga kesehatan dan menghindari masalah seperti keputihan, gatal, bau tidak sedap, peradangan, hingga pencegahan penyakit serius seperti kanker serviks.



Teman-teman khususnya para ibu pasti sudah tahu kalau BETADINE® Feminine Care menyediakan rangkaian produk area kewanitaan yang lengkap dan berkualitas tinggi. Saya sediri sudah pakai produk cairan pembersih kewanitaan dari BETADINE sejak dua tahun yang lalu. Cairan pembersih kewanitaan ini memiliki pH vagina yang tepat dan ada kandungan daun sirihnya, bisa beli disini.

Sebagai ibu sudah sewajarnya kita menjadi contoh bagi anak-anak kita, jangan sampai anak mencontoh kebiasaan yang tidak baik apalagi jika risikonya pada kesehatan mereka. Yuk, sudah saatnya kita paham bahwa penting sekali untuk tetap sehat dan bersih selama menstruasi. Anak-anak tidak perlu mencari informasi diluar, cukup curhat langsung sama ibunya.

You May Also Like

17 komentar

  1. Cewek wajib tahu edukasi seperti ini nih. Semoga Betadine ke depan juga terus mengedukasi masyarakat. Ini produk baru ya mbak? Betadine soalnya udh terkenal banget dengan obat merah penyembuh luka. Ternyata ada cairan pembersih kewanitaan. Ntar hadiahin buat pacar ahhh.

    BalasHapus
  2. Dari petuah orangtua, ada pesan tersendiri ya sebagai pembelajaran untuk menjaga kebersihan diri ketika menstruasi, sehingga jadi kebiasaan baik yang dapat menurun saat memiliki anak perempuan nantinya

    BalasHapus
  3. Wah, saya baru tau nih betadine mengeluarkan produk untuk area kewanitaan
    nanti beli ah klo sabun yang saya punya udah habis
    makasih ya mba, ulasan tentang Menstrual Hygine Day nya...

    BalasHapus
  4. Kalau dulu saya nggak dapatin mitos mitos itu dari orang tua saya. Karna tabu jadi malah ga pernah dibahas sama sekali.

    Padahal penting sekali ya untuk mengetahui tentang kebersihan satu menstruasi ini. Karena ada efek bahaya kalau kita tidak bersih

    BalasHapus
  5. Ternyata pilih pembalut pun nggak bisa asal ya. Perlu memperhatikan SNI sama kadaluarsa. Kadang bagian kadaluarsa nih yang agak dicuekin mentang mentang bukan produk makanan atau minuman.

    BalasHapus
  6. Eh, serius nih mbak kalo lagi haid trus nginjak kotoran ayam nanti darahnya bau kotoran ayam? Haha..
    Jadi inget awal pertama haid dulu ngerasa takuuut banget dan gak berani keluar dari kamar mandi. Maklum jaman dulu ortu gak terbuka kayak gini.

    BalasHapus
  7. Edukasi soal menstruasi memang perlu banget loh, biar ketika si gadis ngalamin menstruasi pertamanya, dia nggak kaget lagi dan telah siap menghadapinya dengan senyuman, hahaha.

    Sekarang mah nggak perlu tabu lagi, setiap orang tua perlu banget edukasi sejak dini mengenai menstruasi kepada setiap anak gadisnya. Orang tua juga wajib menambah ilmu soal menstruasi, jadi bisa memberikan penjelasan yang komprehensif sekaligus berbagi pengalamannya.

    Penting banget nih menjaga kebersihan saat menstruasi. Untung ada Betadine Feminine Care.... Dan melalui artikel super duper keren pisan, saya jadi tau kalau ada Hari Kebersihan Menstruasi.

    BalasHapus
  8. manajemen kebersihan menstruasi itu penting ya mbak, karena bisa membuat perempuan teto nyaman berkaktivitas meski sedang menstruasi

    BalasHapus
  9. wah aku baru tau ada mitos tentang T*i ayam ini mbak... Sebenarnya beberapa mitos itu lahir karena ada alasan dan tujuannya walaupun banyak juga sih mitos yang gak ada hubungannya sama sekali. Mungkin pada waktu dulu para sesepuh itu tidak bisa memberikan alasan yang masuk akal jadinya memberi kesan menakut nakuti. Kalau ngobrol sm anak zaman sekarang, mitos buat bahan bicara juga gpp asal jangan lupanmenjelaskan faktanya kayak gimana ...

    BalasHapus
  10. Kalau dipikir-pikir mitos itu ada juga yang sebenarnya bermaksud baik meski sebagian nggak masuk akal ya. Tapi anak sekarang kayanya udah nggak mempan kalau dikasih mitos karena mereka lebih kritis. Jadi untuk ilmu tentang menstruasi gini ortu harus punya ilmu yang mumpuni dan cara bicara yang baik supaya anak paham soal kebersihan saat menstruasi.

    BalasHapus
  11. Banyak mitos ya seputar menstruasi, tapi memang betul sih maknanya kalau saat menstruasi harus benar-benar jaga kebersihan darah menstruasi, rutin ganti pembalut

    BalasHapus
  12. Memang yaa banyak banget mitos di luaran sana mengenai menstruasi ini. Dan kitalah saat ini yang mesti mengubah dan mematahkan mitos itu dan mengedukasi orangtua serta remaja dan dewasa muda agar berpengetahuan sesuai fakta

    BalasHapus
  13. setujuuuu, emang penting banget ya manajemen kesehatan menstruasi ini. semoga makin banyak perempuan yang aware tentang MKM ini ya mbaaa

    BalasHapus
  14. Bekal buat adiknya Mirza Nanti kalau lahirnya perempuan ya
    Atau mungkin edukasi ponakan atau Siapa saja yang membutuhkan di keluarga kita
    Soalnya kalau bukan kita, Siapa lagi

    BalasHapus
  15. Penting sekali manajemen kebersihan saat menstruasi ya, terutama bagi perempuan. Makanya saya setuju kalau edukasi tentang menstruasi dan hal-hal penting terkait tamu bulanan ini diajarkan dan disosialisasikan. Satu lagi, edukasi betapa pentingnya rajin ganti pembalut.

    BalasHapus
  16. pastinya ilmunya bermanfaat banget ya mba dari webinar ini, khususnya bagi perempuan tahu banyak bagaimana cara merawat area kewanitaan agar tetap sehat dan bersih selama menstruasi

    BalasHapus
  17. Ilmu di webinar ini bermanfaat banget ya mbak. Semoga makin banyak yang aware akan manajamen kebersihan menstruasi. Jangan sampai lalai karena kebersihan organ kewanitaan itu penting, kalo ga jaga2 bisa kena banyak masalah dan penyakit

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.