No Drama, Let It Go!

Menuju dua tahun usia pernikahan saya dan suami pada bulan September nanti, saya menemukan sebuah pelajaran baru. Benar orang bilang kalau mungkin jatuh cinta itu mudah tapi menjaga agar cinta itu tetap berkobar bukan hal yang mudah. Setiap hari kami melewati banyak keadaan dan proses yang bisa dibilang nano-nano rasanya.

Terlebih lagi sejak ada Mirza di tengah keluarga kecil ini, rasanya itu kami terutama saya dipaksa untuk banyak belajar mengenal suami. Kalau dulu pas masih zaman pacaran rasa-rasanya sudah yang paling kenal dengan watak suami. Tapi semakin kesini, semakin menikmati hari-hari dimana saya semakin mengenal dia.

Bersyukur. Mungkin itulah kata yang pas untukmewakili semua perasaan saya saat ini. Diberi suami yang sayang dan pengertian dengan kita adalah suatu anugerah yang wajib untuk disyukuri. Jadi, mau ngomong apa sih, Cha? Hehehe. Saya belajar untuk nggak lagi mempermasalahkan hal sepele yang menyebabkan kami bertengkar, itu saja sih.


Jangan Ada Drama Jalani dan Nikmati Sebisanya


Mempunyai suami seperti dia ini saya belajar untuk menjadi orang yang cuek dan simpel. Ya, dia jarang sekali dan hampir tidak pernah mempermasalahkan hal-hal sepele, apalagi hal yang besar. Kelihatannya santai banget hidup suami saya ini, hampir tidak ada hal berat yang dia pikirkan, jadi jangan kaget ya kalau ketemu wajahnya memang awet muda.

Baca Juga : Thank God I've Found You

Saya belajar untuk santai menghadapi berbagai keadaan dari suami. Semisal kalau anak lagi rewel saya belajar untuk santai dan nggak emosi meskipun badan lagi capek banget. Apalagi istri itu kan tiang rumah tangga, kalau tiangnya rapuh atapnya akan ambruk. Atau kalau lagi nggak ada uang sama sekali, kami berdua tetap berusaha santai jangan sampai tengkar cuma karena uang.

Kami berdua sama-sama nggak suka kalau dibentak, jadi kalau saya atau dia yang ngebentak langsung ingat dan minta maaf. Minta maaf duluan? Susah banget, berat sama gengsi. Tapi kami kembali ingat kalau membiakan masalah terlalu lama bisa nggak baik buat kami berdua dan anak.

Baca Juga : Memilih Sistem Keuangan Satu Keranjang

Jadi ya santai saja, lagi kejebak macet ya santai, masakan hangus ya santai kalau ada uang ya beli, berusaha untuk menjaga keadaan supaya tetap kondusif. Pernah waktu itu Mirza jatuh dari kasur yang lumayan tinggi, awalnya saya pikir suami bakalan ngamuk karena saya lalai. Tapi ternyata dia santai meskipun tetap terlihat khawatir.

Pas saya tanya, kenapa kok nggak marah? Dia Cuma jawab buat apa marah? Sudah terjadi juga dan ibu mana yang mau anaknya jatuh. Hmm, well said banget ya padahal waktu itu saya sudah deg-degan banget takut dia marah, hehehe. Cuma memang ada beberapa hal yang nggak bisa dianggap cuek, lebih ke hal yang prinsip gitu.

Suami saya itu orangnya mudah ngantuk, gampang tidur awalnya saya sempat nggak terima dengan kebiasaannya. Kalau saya sendiri mudah emosi, nah yang bikin luluh itu saat dia bisa terima kekurangan saya ini. Saat itu saya berpikir, kalau dia bisa terima kenapa saya nggak bisa terima kekurangan dia?.

Baca Juga : Pentingnya Memaafkan dan Minta Maaf Dalam Rumah Tangga

Bahkan masalah handuk pun bisa jadi bahan pertengkaran suami istri, kan?. Itu kenapa menurut saya penting bagi kita untuk belajar berdamai dengan keadaan. Banyak cara menjaga cinta supaya tetap berkobar, salah satunya dengan tidak mempermasalahkan hal-hal sepele yang sebenarnya sudah ada jalan keluarnya. Lalu, kalau ada apa-apa jangan malu dan jangan gengsi buat ngomong berdua.

Berat, tapi semua demi cinta yang katanya harus diusahakan untuk selalu bekerja. Gimana pun kami lahir dan besar dari keluarga yang berbeda serta lingkungan tempat kami tumbuh juga berbeda. Gampangnya itu ada banyak hal yang harus dipikirkan jadi jangan nambah masalah dengan hal sepele yang bisa bikin ribut atau salah paham.

Masalah besar itu katanya bisa dibikin kecil, masalah yang kecil bisa ditiadakan. Memang nggak ada yang sempurna, semua berproses dan namanya juga proses nggak ada yang mudah. Bersyukur, lewat proses yang sudah berjalan selama dua tahun ini kami belajar untuk mengendalikan setiap keadaan sulit. Kan rasanya sayang juga kalau cuma karena hal sepele jadi ribut.

Kalau teman-teman ada yang pernah tanya kenapa kami kelihatannya asyik-asyik saja ya salah satunya karena kami berusaha untuk nggak mempermasalahkan hal sepel. Nggak mau ada drama, jalani saja, berusaha dinikmati, dan kalau ada apa-apa dibicarakan lalu diselesaikan bersama.

Sesuatu yang dipendam dan nggak mau dibicarakan itu akan menjadi sebuah bom waktu yang kalau sudah nggak ketahan lagi bisa meledak hebat. Jangan ada drama, jalani dan nikmati sebisanya. Bersyukur, bersyukur dan bersyukur semoga Allah jaga, Allah kuatkan dan Allah sempurnakan. Aamiinn. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.