Kenali Kecerdasan Anak Dengan AJT CogTest

Dalam sebuah artikel Parenting saya pernah membaca bahwa sebagai orangtua penting bagi kita untuk bisa mengenali kecerdasan anak. Tentu hal ini menjadi sangat menarik bagi saya dan suami, meskipun anak kami masih termasuk Baduta alias balita di bawah dua tahun namun sedari dini saya mulai belajar untuk bisa mengenali kecerdasan yang dimiiki si kecil.

Kalau saya banyak perhatikan dari adik-adik sepupu yang masih kecil, keponakan bahkan anak teman rata-rata hampir semua permasalahan yang dihadapi oleh mereka juga orangtuanya adalah tidak bisa mengenali kecerdasan yang dimiliki. Jadi, para orangtua merasa kebingungan saat anak-anak tidak bisa konsentrasi dan maksimal saat menerima ilmu di sekolah.

Seperti pada kasus anak teman saya yang ibunya yakin kalau sebenarnya anaknya adalah anak yang cerdas namun kenapa ya si anak ini mengalami kesulitan saat menerima ilmu di sekolah?. Saya beberapa kali bertatap muka dengan anak ini, dia tipe anak yang riang, ramah dengan orang yang baru dikenal dan banyak bertanya.


Yuk, Kenali Kecerdasan Anak Mulai dari Dini!


Pada dasarnya kecerdasan seorang anak sudah bisa terlihat sejak usia dini dari sikap dan perilakunya. Namun sayangnya kebanyakan orangtua tidak menyadari hal tersebut sehingga mengukur kecerdasan anak dilakukan hanya ketika sudah memasuki tahap sekolah. Hal ini membuat orangtua hanya mengukur kecerdasan anak dari prestasinya di sekolah.

Lalu, bagaimana jadinya bila kasus yang saya ceritakan tadi yakni sang ibu yakin kalau anaknya cerdas tapi mengapa ketika belajar di sekolah si anak ini mengalami kesulitan?. Kurang cerdas kah?, fasilitas sekolah yang terasa kurang cocok dengan anak, cara guru dalam mengajar atau bagaimana?. Saya percaya sekali kalau tidak ada anak yang bodoh. #YukKenaliAnakKita

Baca Juga : Sudahkah Si Kecil Tumbuh Kembang Sesuai Usianya?

Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing. Kecerdasan anak dapat diketahui sejak usia dini. Mereka akan memasuki usia 0-7 tahun ketika berada di dalam masa eksplorasi. Pada saat ini orang tua dapat mengenali dan menggali potensi kecerdasan anak. Salah satu caranya adalah dengan membebaskan anak untuk memilih aktivitas yang disenanginya.


Bicara soal kecerdasan sebenarnya ada 8 kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner dalam Multiple Intellegence, yaitu:

1. Linguistic intelligence, kemampuan untuk menganalisa informasi yang berhubungan dengan bahasa.

2. Logical-mathematical intelligence, kemampuan untuk berhitung dan menyelesaikan masalah secara abstrak.

3. Spatial intelligence, kemampuan untuk mengenali bentuk dan gambar spasial.

4. Musical intelligence, kemampuan untuk menghasilkan, mengingat dan membaca pola dari suara.

5. Bodily-kinesthetic intelligence, kemampuan untuk menggunakan tubuh untuk membuat sesuatu.

6. Naturalistic intelligence, kemampuan untuk dapat membedakan berbagai macam jenis binatang dan tanaman dan beberapa cuaca.

7. Interpersonal intelligence, kemampuan untuk memahami motivasi, keinginan, dan kondisi emosi orang lain.

8. Intrapersonal intelligence, kemampuan untuk memahami motivasi, keinginan, dan kondisi emosi diri sendiri.

Dari ke delapan kecerdasan ini bisa kah kita sebagai orangtua menebak kira-kira kecerdasan yang mana yang membuat anak-anak susah menerima pelajaran di sekolah?. Sebagai orang tua, kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan anak itu malas, atau lebih buruk lagi menyebut bodoh. Anak yang mengalami kesulitan belajar, bukan berarti tidak cerdas dan tidak memiliki kemampuan untuk menerima pelajaran yang diberikan.

Kalau menurut saya ketika anak mengalami kesulitan dalam belajar maka yang harus diperhatikan adalah proses belajar si anak. Nah, di dalam proses belajar terdapat kemampuan kognitif yang bertugas menerima, mengolah, menganalisis, atau menyimpan informasi, jika kemampuan kognitif tersebut diukur sehingga dapat teridentifikasi kemampuan kognitif mana yang memperlambat anak dalam proses belajarnya.

Dari titik ini mulai ditemukan permasalahan inti kenapa anak dari teman saya ini yang menurut orangtuanya cerdas namun susah sekali menerima pelajaran di sekolah. Kesulitan belajar yang dialami anak kemungkinan karena dipengaruhi oleh kemampuan kognitif atau otak. Fyi, Kemampuan kognitif adalah kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional atau akal.

Kemampuan kognitif ini yang terdiri dari beberapa tahapan mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa, dan evaluasi. Jadi, yang perlu diketahui oleh orangtuanya adalah kemampuan kognitif dari si anak. Caranya bagaimana? saat ini sudah ada inovasi terbaru untuk bisa mengetahui kecerdasan anak yakni AJT CogTest.


AJT CogTest merupakan Tes Kognitif pertama yang dikembangkan berdasarkan norma Indonesia dengan proses pengembangan yang sistematis melibatkan lebih dari 250 psikolog Indonesia dan hampir 5.000 anak Indonesia sehingga menghasilkan produk tes yang berkelas dunia. Landasan teori psikologi yang dipakai merupakan teori paling mutakhir dan komprehensif di dunia saat ini.

AJT CogTest mampu mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak usia 5 sampai dengan 18 tahun sehingga kekuatan serta kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar dapat teridentifikasi secara lengkap dan jelas. Sehingga diharapkan dengan #AJTCogTest ini bisa diketahui penyebab anak kesulitan menerima pelajaran di sekolah.

PT. Melintas Cakrawala Indonesia adalah satu-satunya perusahaan di Indonesia yang menawarkan AJT CogTest. AJT CogTest dilakukan oleh psikolog yang sudah mengikuti pelatihan dan disertifikasi oleh PT MCI. Mari kenali kecerdasan anak kita dengan #TesKognitifAJT. AJT CogTest memberikan solusi dengan hasil yang akan membantu orang tua dan guru untuk lebih memahami kemampuan istimewa belajar anak.

PT. Melintas Cakrawala


Instagram : @melintascakrawalaid
WhatsApp : 087883258354

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.