facebook instagram twitter

Riska Ngilan

  • Home
  • About
  • Kategori
    • Pengalaman
    • Sponsored Post
    • Perempuan
  • Disclosure
Saya masih ingat betul malam itu, tiba-tiba suami datang mendekati saya untuk minta pijat katanya badannya ngilu-ngilu semua. Bukan mau menolak cuma saja saya agak heran, kok tumben ya dia minta pijat padahal selama ini suami saya tidak terbiasa dipijat. Masih merasa heran, sayapun meng-iyakan permintaannya, waktu itu suami meminta saya untuk memijat di area pinggang atasnya. 

"Kok tumben minta pijet, Mas?.."

"Nggak tahu, tiba-tiba badanku sakit semua gini.."

"Oh, mungkin Mas lagi flu berat nih biasanya memang suka ngilu gitu sebadan..". 

Saat memijat badannya saya tidak merasakan sesuatu yang aneh, tubuhnya juga tidak panas. Cuma suami sempat bilang kalau hidungnya mampet alias tersumbat, waktu itu dia juga tidak pernah bersin-bersin layaknya orang flu pada biasanya. Saya tidak menaruh curiga akan kondisinya, saya berpikir kalau dia kelelahan dan kurang tidur karena sering begadang bekerja. 

Selain hidung tersumbat dia mengeluh kalau kepalanya agak sakit terlebih saat dibawa sujud saat sholat. Pikiran saya waktu itu semakin yakin kalau suami sedang terkena flu berat apabila dilihat dari semua gejalanya. Tiga hari berlalu tapi kondisinya belum juga membaik, padahal sudah konsumsi obat flu dan rutin saya buatkan teh hangat diberi perasan jeruk lemon. 

Sampai menjelang akhir pekan tepatnya sabtu pagi, suami menyuruh saya untuk pergi ke rumah mertua untuk meminta ramuan sirih karena tenggorokannya mulai tidak enak ditambah batuknya yang belum reda juga. Kebiasaan kami sekeluarga kalau sedang batuk dan tenggorokan sakit kami minum ramuan sirih yang dibuat oleh bapak mertua. 



Merawat Suami yang Kehilangan Penciuman dan Perasa, Ada Apa? 


Keesokan harinya suami bilang kalau dia sudah tidak bisa mencium bau di hidung dan merasakan apapun di lidahnya. Saat itu juga suami memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah kami, mengingat di rumah yang ditempati sekarang ada kedua orangtua saya yang sudah tua dan komorbid (memiliki penyakit bawaan).

Kondisi suami saat pertama kali menjalani isolasi mandiri terbilang cukup sehat, badannya masih aktif bergerak bahkan untuk dibuat bersih-bersih rumah, cuma tersisa batuk disertai hilang bau dan rasa saja.  Namun ternyata siang itu juga tiba-tiba Mirza demam, langsung saja saya kabari suami melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga : Pengalaman Merawat Anak Demam Saat Suami Isolasi Mandiri

Saat itu juga suami meminta kami untuk sama-sama menjalani isolasi mandiri. Setelah berkemas semua kebutuhan selama di rumah sana, saya dan Mirza berangkat diantar bapak. Jujur saja, waktu itu saya bingung sekali harus melakukan apa saat melihat suami dan anak yang sama-sama sakit.

Suami memutuskan untuk isolasi di kamar tengah sedangkan saya dan Mirza tidur berdua di ruang keluarga di depan televisi sambil menggelar kasur. Entah kenapa waktu itu saya merasakan kalau kondisi tubuh saya sedang sangat fit, tidak flu, tidak batuk, tidak demam apalagi lemas. Mungkin itu kemudahan yang diberikan oleh Allah supaya saya bisa kuat merawat suami dan anak.

Saya tidak mau tinggal berjauhan dengan suami apalagi dengan kondisinya seperti itu. Saya khawatir suami kenapa-kenapa kalau harus isolasi mandiri seorang diri di rumah tanpa ada yang menemani. Antara takut dan pasrah bahkan saya rela kalau harus ikut sakit, saya sudah tidak memikirkan kondisi saya akan bagaimana nantinya cuma berbekal pasrah dan ikhtiar.

Sampai akhirnya banyak bantuan datang dikirim ke rumah kami mulai dari makanan, sembako, vitamin hingga obat-obatan. Sambil merawat Mirza yang sedang demam saya juga rajin menanyakan kondisi suami dari luar kamar. Setiap pagi suami keluar untuk berjemur dan berolahraga sampai keluar keringat bahkan dia selalu menyempatkan diri untuk menyapu daun-daun di halaman depan.

Saat keluar dari kamar, suami selalu menggunakan masker dan menjaga jarak dengan kami berdua. Kebetulan rumah kami letaknya paling dalam jadi bisa dibilang kami tidak memiliki tetangga sehingga suami bisa bebas keluar untuk sekadar berjemur dan olahraga. Selama menjalani isolasi mandiri banyak artikel kesehatan yang kami baca, dari mulai bagaimana cara isolasi mandiri di rumah sampai semua hal tentang Covid-19 ini. 

Dua hari berlalu, kondisi Mirza mulai membaik dan kembali aktif bermain seperti biasa. Selain diberi obat penurun panas seperti Ibuprofen, saya juga memberi Mirza perasan air kunyit. Siang hari saya kasih air kunyit dan malam hari demamnya mulai turun, tidur malamnya juga lebih nyenyak daripada kemarin.

Penciuman dan perasa di lidah suami sedikit mulai kembali normal. Semangat dan rasa optimis suami untuk bisa sembuh sangat besar, meskipun lidahnya tidak ada rasa tapi dia paksakan untuk banyak makan dan minum. Suami pernah bilang ke saya, kalau dia ikhlas meninggal tapi sebelum itu dia harus melawan kondisinya tersebut. 

Obat dan Vitamin yang Dikonsumsi Suami Selama Masa Isolasi Mandiri 


Setiap pagi setelah sarapan, suami minum satu sendok madu dilanjut berjemur dan berolahraga sampai berkeringat. Siang hari setelah makan siang dilanjut minum susu Bearbrand satu kaleng dan saat malam hari setelah makan waktunya untuk minum obat dan vitamin yang diberikan oleh dokter. Ada tiga jenis vitamin dan satu obat untuk paru-paru. 

Ukurannya cukup besar dan diminum bersamaan sebelum tidur. Bahkan salah satu teman suami mengirimkan kami obat China katanya itu obat herbal Covid-19, tapi suami mempertimbangkan untuk meminum obat dan vitamin dari dokter terlebih dulu. Selain konsumsi vitamin dan obat, untuk memancing indera perasanya kembali suami juga melakukan terapi dengan memakan satu siung bawang putih setiap pagi. 



Anehnya, dia masih merasakan rasa pedas yang sangat kuat saat mengunyah bawang putih, artinya indera perasa suami tidak hilang total. Terbukti saat saya memasakkan dia ayam bumbu pedas, suami masih bisa merasakan rasa pedasnya. Saya senang sekali mengetahui hal tersebut, meskipun dalam hati saya saat itu terus bertanya, kapan penciuman dan perasanya bisa kembali normal? 

Anxiety saya kembali kambuh tapi saya tidak mau rasa kecemasan berlebihan ini membuat imun saya menurun dan ikutan sakit. Ya, sebisa mungkin saya tidak boleh ikut jatuh sakit. Alhamdulillah, masuk hari kelima isolasi mandiri kondisi suami sudah normal, bau dan rasanya kembali seperti biasa. Kami bertiga sudah sehat dan aktif, tapi kami memutuskan untuk melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari. 



Sampai di sini teman-teman pasti akan bertanya-tanya, apakah sudah menjalani test Swab PCR? Tidak, suami saya memang tidak melakukan test, sebab pertimbangan kami waktu itu kondisinya yang masih sehat dengan gejala ringan. Namun, kami sudah berencana akan segera pergi ke rumah sakit jika kondisi suami semakin memburuk. Selama isolasi mandiri kami dalam pengawasan salah satu keluarga yang bekerja sebagai tenaga kesehatan.

Nah, sesuai anjuran dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang kami baca kalau batas isolasi mandiri penderita dengan gejala ringan sampai masa 10 hari ditambah 3 hari bebas deman dan gejala pernapasan, setelah itu diperbolehkan keluar untuk kembali beraktivitas seperti sedia kala. Supaya lebih jelas, teman-teman bisa membaca langsung di sini.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Hilang Penciuman dan Perasa? 


Bagi kami semua ujian yang datang merupakan kehendak Allah, takdir jangan dilawan tapi harus diterima dengan ikhlas. Semakin melawan takdir Allah maka semakin tidak berkuasa, namun semakin mencoba ikhlas menerima ternyata takdir Allah bisa kami lewati dengan baik. Prinsip itu yang membuat saya dan suami bisa tetap kuat menjalani ini semua.

Tidak mudah berada di posisi saat itu, ruang gerak sangat terbatas, kami hanya bergantung pada bantuan keluarga bahkan untuk ambil uang di ATM saja sudah tidak bisa. Kebetulan keluarga saya hampir tidak ada yang memegang rekening untuk saya transfer jadi untuk sementara terpaksa mereka semua yang menanggung biaya hidup kami sehari-hari.

Sedangkan sebagian sembako, obat-obatan dan vitamin diberikan oleh keluarga suami. Beruntung sekali kami bisa menyadari gejala ini sedari awal, dan tidak banyak pikiran untuk memutuskan melakukan isolasi mandiri. Dengan keterbatasan pengetahuan tentang kondisi ini, kami berusaha untuk bisa pulih kembali. 

Jadi, pesan saya untuk teman-teman jika mengalami kondisi yang sama dengan suami saya yang sempat terkena flu, batuk hingga kehilangan penciuman dan perasa tidak perlu khawatir. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah menenangkan diri dan segera lakukan isolasi mandiri jika dirasa hanya gejala ringan saja. 

Ada banyak petunjuk di internet mengenai bagaimana cara melakukan isolasi mandiri di rumah dan kalau diperlukan segera hubungi dokter. Jangan nekad tetap berkeliaran keluar rumah dan melakukan kontak dengan orang lain. Harus tetap semangat dan optimis, banyak makan makanan bergizi, minum air hangat, konsumsi madu dan susu. 

Jangan malas untuk bergerak, berjemur dan berolahraga. Kalau sistem imun kita kuat maka kita bisa kembali sehat. Tetap tenang sehingga kita bisa berpikir solusinya, kami mengalaminya sendiri dengan pikiran dan hati yang tenang tubuh bisa menjadi lebih sehat. Banyak sholat dan berdoa karena dengan cara inilah kami bisa berhubungan langsung dengan Allah. 



Sekarang, sudah hampir satu bulan pasca kondisi tersebut, kami sudah bisa kembali berkumpul bersama di rumah orangtua saya seperti biasanya. Suami sudah kembali bekerja, Mirza anak kami sudah kembali aktif bermain dan saya sudah mulai kembali menulis.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.
Share
Tweet
Pin
Share
5 komentar
Sejak masa pandemi rasanya rindu ingin liburan menikmati alam, kalau bisa sih yang dekat-dekat saja. Sampai akhirnya kami (saya, suami dan Mirza) diminta untuk menemani kakak suami dan keluarganya mengunjungi salah satu wisata alam di Bangkalan. Dimana? Pantai Tlangoh yang berada di Kecamatan Tanjung Bumi atau sekitar 40 km dari Kota Bangkalan. 

Sebenarnya ini kali ketiga bagi kami mengunjungi pantai yang panoramanya indah tersebut, bukannya bosan malahan kami masih tetap semangat untuk kembali pergi ke sana. Pantai Tlangoh ini belum ada satu tahun dibuka resmi untuk umum. Kalau menurut cerita suami awalnya tempat ini tertutup semak-semak sampai akhirnya diubah dalam sekejap menjadi tempat wisata alam. 

Itu sebabnya pantai ini masih menjadi perhatian banyak warga Bangkalan bahkan ada juga yang datang dari luar Bangkalan untuk berlibur ke sana. Kurang lebih 45 menit perjalanan menggunakan mobil akhirnya kami tiba, setelah memparkir mobil kami menuju loket tiket masuk. Oh iya, per orang dikenakan tiket sebesar 3000 Rupiah, masih murah banget kan? 



Lalu, di Pantai Tlangoh Ada Apa Saja? 


Bisa dibilang pantai Tlangoh ini seperti surga yang tersembunyi di Bangkalan. Hamparan pasirnya yang luas, air laut yang bersahabat dan pemandangan sekitar yang indah. Sekilas nggak terpikirkan kalau sedang ada di Madura, hehehe. Jujur saja, kalau buat saya pribadi pantai ini merupakan pantai paling cantik yang ada di Bangkalan. 

Sedikit cerita, dulunya pantai ini sempat dijadikan tempat untuk terapi dari penyakit stroke dan gatal-gatal. Sampai akhirnya bersama PHE WMO anak perusahaan PT Pertamina, perangkat desa dan pemuda desa yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan pemangku kepentingan lainnya mengubah pantai yang kumuh menjadi destinasi wisata keluarga andalan. 

Sekarang setidaknya ada 100 warga Desa Tlangoh yang hidup dari tempat wisata ini, mulai jadi penjaga pantai, petugas kebersihan, penjaga parkir, penjaga pintu masuk, penjual tiket, penjaga toilet, penjaga warung hingga pemilik warung. Tentunya dengan begini mengangkat perekonomian warga desa yang tinggal di sekitar pantai. 



Tidak sabar ingin segera bermain air di pantai, kami langsung mencari tempat untuk bersantai dan menaruh barang bawaan. Ya, di sana sudah banyak warung untuk duduk sambil memesan makanan dan minuman. Ada dipan-dipan yang disediakan bagi pengunjung warung ada juga kursi untuk bersantai sambil selojoran menikmati indahnya pantai sambil minum air kelapa muda. 

Setelah menaruh barang, saya langsung menuju bibir pantai menemani Mirza yang sudah kegirangan melihat air. Kebetulan waktu itu kami datang setelah sholat Jum'at dan ternyata pengunjung di sana cukup banyak. Pantai Tlangoh juga sedang surut jadi kami berani bermain lebih ke tengah namun tetap harus extra waspada apalagi melihat tingkah gesit Mirza. 

Fasilitas Apa Saja yang Ada di Pantai Tlangoh? 


Bukan cuma bermain air, di sana anak-anak bisa bermain pasir dan kerang yang bisa ditemukan di bibir pantai. Lumayan bisa melepas penat setelah berkutat dengan pekerjaan, pantai memang selalu berhasil membuat mood saya kembali ON. Di sana teman-teman juga bisa menyewa ATV untuk berputar-putar di pinggir pantai, per 20 menit dikenakan biaya sewa 20.000 Rupiah. 

Spot foto, gimana? Tenang saja, ada banyak spot foto buat kamu yang hobi foto-foto maupun selfie. Ada yang gratis dan ada juga yang berbayar, kamu bisa sewa ayunan yang terbuat dari anyaman bambu dengan latar belakang pantai, uang sewanya murah kok cuma 5000 Rupiah itu sudah termasuk sewa topi pantainya. 

Nggak terasa satu jam kami bermain air dan pasir di tepi pantai, anak-anak sudah mulai kedinginan sepertinya meskipun tetap saja susah diajak untuk berhenti. Saya, Mirza, Mbak Ipar dan anaknya kemudian menuju toilet untuk membersihkan tubuh. Di sana tersedia 5 toilet umum yang bisa digunakan oleh pengunjung, bayar? jelas, cuma 2000 Rupiah saja. 



Setelah selesai membersihkan tubuh waktunya untuk makan. Di pantai Tlangoh selain terdapat warung-warung warga sekitar juga ada restoran dengan konsep lesahan. Buat kamu yang enggan untuk makan di warung kamu bisa mencoba restoran yang bernama Sultan tersebut. Waktu itu kami memilih untuk makan di warung tapi saya pernah mencoba makan di restoran menunya juga enggak jauh dari ayam dan bebek. 

Selepas makan, bersantai dan tidak lupa foto-foto akhirnya kami pulang kembali ke Bangkalan. Perjalanan selama 45 menit kembali kami lalui, beruntung akses jalan pantura (pantai utara) ini sudah enak dan lancar. Kemungkinan kamu akan terjebak macet di beberapa titik seperti di pasar Klampis dan pasar Sepulu, enggak lama kok! 

Tapi karena waktu itu kami pulang saat hari sudah sore jadi bebas dari macet. Kalau teman-teman tanya apa nggak khawatir pergi liburan saat pandemi begini? Hmm, lebih waspada saja sih dan yang terpenting taat protokol kesehatan. Di sana pun kami berusaha untuk menjauhi kerumunan, sebisa mungkin untuk tetap jaga jarak dengan pengunjung yang lainnya.

Wisata di Pantai Tlangoh, Perhatikan Tips Berikut Ini!


Perjalanan menuju pantai dari Kota Bangkalan membutuhkan waktu yang sedikit lama, sekitar 40 menit, kalau kamu beruntung kamu tidak akan terjebak macet di beberapa titik yang saya jelaskan tadi. Saran dari saya, teman-teman bisa berangkat lebih awal atau sekalian lepas jam satu siang. Biasanya di jam-jam tersebut sudah tidak ada kegiatan pasar, selain itu kamu bisa menikmati pemandangan senja sore di Pantai Tlangoh jika berangkat menjelang sore.

Layaknya berlibur ke pantai pada biasanya, jangan lupa untuk membawa baju ganti dan kantong kresek yang berfungsi untuk menyimpan baju kotor dan basah. Karena di sana cuacanya panas jangan lupa untuk membawa payung, ataupun topi. Gunakan sunblock sebelum teman-teman bermain air di pantai saat matahari sedang terik.

Terakhir, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar pantai Tlangoh dengan tidak membuang sampah sembarang. Ikuti peraturan yang disediakan, jangan nekad bermain air terlalu ke tengah karena bisa membahayakan terutama saat air sedang pasang dan berombak. 

Kalau teman-teman ingin berkunjung ke pantai Tlangoh mudah saja, bisa menggunakan Google Maps untuk cek lokasi pantai. Selain itu sudah ada beberapa Ulasan mengenai Pantai Tlangoh salah satunya di website PulauMadura.com bukan cuma membahas pantai Tlangoh tapi segala hal mengenai Madura yang ingin kamu ketahui bisa ditemukan di sana, ulasan lengkap dan sering menjadi bahan rujukan para wisatawan saat berkunjung ke Madura.
Share
Tweet
Pin
Share
5 komentar
Menjelang akhir tahun 2020 rupanya dunia masih sibuk dengan virus Covid-19, begitupula dengan negara kita Indonesia. Awal bulan ini masyarakat dibuat terkejut dengan meningkatnya data pasien positif Covid-19 hingga tiga kali lipat. Lalu, bagaimana dengan Jawa Timur sendiri? Melansir dari laman Wikipedia tertulis bahwa hingga 30 Desember 2020, terdapat 83.217 kasus positif yang terdiri dari 6.077 kasus yang sedang dirawat serta 71.378 kasus dinyatakan sembuh dan 5.762 kasus meninggal dunia. 

Sebanyak 867.832 sampel telah diuji dengan tingkat keterjangkitan mencapai 9.59%. Bukan angka yang patut untuk dibanggakan, jelas. Melihat semakin tingginya data tersebut tentu sebagai masyarakat biasa kita ingin ada perubahan atau setidaknya bisa bertahan di tengah pandemi ini. 



Tetap Kreatif dan Optimis di Tengah Keterbatasan Pandemi Covid-19 


Pandemi Covid-19 telah mengubah segalanya, hampir semua elemen kehidupan sudah tidak bisa lagi berjalan dengan normal seperti sedia kala. Ruang lingkup kita sangat terbatas, bahkan untuk bekerja saja harus dilakukan dari dalam rumah. Lelah, bosan dan kesal rasanya sudah menjadi bagian sehari-hari, meskipun begitu kita tidak boleh kalah dengan kondisi ini. 

Ya, rasa optimisme di masa pandemi inilah yang ingin Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak sebarkan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur. Keresahan terhadap pandemi Covid-19 tentu menjadi masalah bagi masyarakat, sehingga cara terbaik adalah mempraktikkan jarak sosial. Namun, pandemi ini bukan alasan untuk tidak aktif dan menyerah pada keterbatasan yang ada. 

Salah satu masalah yang menjadi fokus saat ini adalah mengenai rencana pemberian vaksin Covid-19 yang segera dilaksanakan oleh pemerintah. Seperti yang diterangkan oleh bapak Wagub bahwa sudah semestinya kita semua percaya dengan para dokter yang berkompeten di bidangnya. Semua dilakukan sesuai dengan SOP pemberian imunisasi di tengah pandemi jadi, kita tidak perlu khawatir lagi. 

Memang, persoalan mengenai vaksin Covid-19 ini masih merupakan hal yang baru sehingga tidak heran jika menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Justru di saat inilah peran content creator dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses vaksinasi Covid-19. 

Dalam pembicaraan kami sore itu, juga dibahas mengenai pembelajaran di masa pandemi yang dialihkan ke dalam pembelajaran daring. Faktanya banyak siswa, orang tua bahkan guru pengajar yang tidak siap dengan metode daring ini. Intinya, tidak semua orang tua mampu menjadi guru di rumah begitupula dengan beban para guru yang menjadi berkali lipat dalam pembelajaran daring ini. 

Salah satu teman bloger yang berprofesi menjadi guru mengeluarkan aspirasinya di hadapan Bapak Wagub, dia bercerita bagaimana proses mengajar jarak jauh dengan semua hambatan dan tantangannya. Melihat fenomena ini bapak Wagub mencoba memahami kondisi para siswa, orang tua dan guru yang sama-sama tidak mudah. 



Beliau juga memberikan ide untuk menggunakan metode pre-recording atau merekam pembelajaran yang disampaikan oleh para guru sehingga murid-murid bisa mengunduh dan menyimpannya untuk kembali dipelajari. Nah, saat sesi Zoom meeting dimulai para siswa sudah bisa paham dengan materi yang akan dipelajari. 

Sehingga waktu yang terbatas bisa memaksimalkan proses belajar mengajar secara daring. Menurut saya hal ini cukup efektif mengingat saat ini kebutuhan kuota internet saat daring melonjak tajam sehingga bisa membantu menghemat penggunaan kuota internet. Bapak Wagub juga berharap kepada semua murid menerapkan skill Independent Learned atau pembelajar mandiri. 

Beberapa karakteristik dari pembelajar mandiri yaitu mampu menentukan standar dan tujuan pembelajaran sebagai bentuk tanggung jawabnya, menganggap guru hanya sebagai fasilitator tambahan, memiliki kemampuan time management yang baik, dan mampu bekerja dengan maupun tanpa kelompok. 

Saya baru kali ini mendengar skill Independent Learned, dan menurut saya cara ini bisa membantu para siswa untuk bisa tetap kreatif dan mandiri di tengah keterbatasan. Para siswa tidak harus selalu menunggu penjelasan dari guru untuk mendapat jawaban dari soal-soal yang diberikan, namun bisa mencari jawabannya sendiri dengan kemampuan masing-masing bahkan tanpa bantuan Google. 

Bapak Wagub Mengajak Millenial Gunakan MJC! 


Kita semua tahu kalau permasalahan yang dihadapi selama masa pandemi ini bukan hanya pendidikan dan kesehatan saja, masalah perekonomian juga mendapat fokus dari Pemprov Jawa Timur. Bagaimana bisa tetap survive secara finansial di masa pandemi, terutama para generasi millenial yang baru saja lulus dari bangku universitas. 

MJC atau Millenial Job Center merupakan program yang memfasilitasi angkatan kerja muda untuk bisa mencoba peluang bisnis baru dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya dengan mencoba menjadi freelancer atau tenaga kerja lepas. Menurut bapak Wagub MJC juga menjembatani peluang freelancer atau calon talenta yang memiliki pengalaman. 



MJC menyiapkan talent, mentor, dan klien menyambut gig economy global. Para talenta yang muncul dengan ide kreatif akan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif milenial. Ekonomi kreatif dan MJC bersinergi mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Untuk menunjang MJC ini, saat ini telah disiapkan command center dan co working space yang baik, tujuannya agar para milenial bisa berinteraksi tanpa dikenakan biaya. 

Waktu satu jam rasanya tidak cukup untuk membahas semua persoalan dan tantangan baru selama masa pandemi ini. Meski begitu, senang rasanya bisa berbincang dengan bapak Wakil Gubernur Jawa Timur dan mendengarkan semua aspirasi para pelaku content creator Jawa Timur sore itu. Rasanya saya kembali optimis melanjutkan hidup di masa pandemi supaya tetap survive.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Setiap ibu pasti tahu kalau 1000 hari pertama merupakan masa golden age anak untuk tumbuh secara optimal. Di masa itu, saya memberikan perhatian khusus pada tubuh kembang anak saya terutama kecukupan nutrisi yang dia dapatkan. Mengingat lagi kalau di masa emasnya tersebut beberapa kali anak saya pernah mengalami gangguan pada sistem pencernaannya. 

Meskipun gangguan pencernaan pada anak merupakan hal yang biasa terjadi. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan para ibu seperti saya menjadi resah, karena anak menjadi rewel dan tidak nyaman. Anak yang mengalami gangguan pencernaan umumnya akan memunculkan gejala seperti rewel, perut kembung, mual, muntah, diare, hingga dehidrasi. 




Memperhatikan Kebutuhan Nutrisi Anak Demi Sistem Pencernaan yang Sehat


Anak kami Mirza, beberapa kali mengalami gangguan pencernaan bahkan dia pernah sampai harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami dehidrasi. Sejak saat itu saya lebih perhatian dengan sistem pencernaannya, setiap kali dia pup saya perhatikan warna dan bentuk fesesnya. Begitu juga dengan makanan yang dia makan, harus bisa mencukupi nutrisinya dan aman untuk perutnya. 

Sebagai ibunya saya tidak mau ada gangguan pencernaan dalam masa pertumbuhannya yang menyebabkan penyerapan nutrisi menjadi tidak optimal, sehingga dapat mengganggu perkembangan dan proses belajarnya. Selain memberikan makanan yang mencukupi nutrisinya, saya juga memberikan susu formula setelah dia lepas dari ASI selama dua tahun. 

Ternyata saat memilih susu formula untuk Mirza beberapa kali dia kembali mengalami gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit. Tidak semua susu formula yang ada di pasaran cocok untuk diminum dan diterima oleh tubuhnya. Saya sempat galau waktu itu, apakah saya tidak usah memberikan dia susu saja, ya? Tapi salah satu sumber kalsium terbesar berasal dari susu. 

Akhirnya saya tetap memberikannya susu formula namun saya sesuaikan dengan kebutuhannya. Saat memilih susu formula untuk anak sebaiknya memperhatikan kandungan tambahan yang terdapat dalam susu formula seperti DHA, Kolin ataupun Omega 3 & 6 untuk mendukung perkembangan otak anak. Dengan begitu akan mendapatkan manfaat maksimal.

Mengenal Jenis Protein Pada Susu dan Manfaatnya Untuk Anak 


Susu sapi merupakan salah satu sumber nutrisi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu tumbuh kembang anak. Tapi belum banyak yang tahu bahwa jenis protein beta-casein yang terdapat dalam susu ternyata berbeda-beda dan hal ini memiliki efek yang berbeda pula pada mereka yang mengkonsumsinya. 

Akhir-akhir ini, banyak ibu-ibu yang membicarakan tentang susu yang berasal dari sapi A2, yakni susu yang mengandung protein beta casein A2. Dimana susu sapi biasa mengandung kombinasi protein beta-casein A1 dan A2. Penelitian menunjukkan susu yang hanya mengandung protein beta-casein A2 lebih mudah dicerna. 



Dengan pencernaan yang nyaman, anak dapat beraktivitas dengan lebih nyaman termasuk dalam proses belajarnya. Hal tersebut yang disampaikan oleh DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), beliau merupakan dokter spesialis anak sekaligus konsultan gastroenterologi dalam live Instagram yang diadakan oleh Buumi Playscape. 

Susu sapi yang bagus untuk dikonsumsi oleh anak tentu yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, kalsium dan zat-zat mikronutrien seperti zat besi dan lain-lain. Protein merupakan sesuatu yang penting bagi pertumbuhan anak. Secara umum protein susu terdiri dari whey 20 persen dan kasein 80 persen. 



Protein kasein ini yang kemudian disebut sebagai beta casein A1 dan A2. Kandungan ini terdapat dalam susu yang diproduksi oleh jenis sapi yang berbeda. Ada jenis sapi yang menghasilkan susu A1 dan A2, ada juga sapi yang hanya menghasilkan susu A2 saja. Beta-casein A2 hanya terdapat dalam susu A2 yang diproduksi oleh sapi A2. 

Dari sini dapat disimpulkan bahwa tidak semua protein susu itu memiliki kandungan yang sama. Susu A2 boleh dikonsumsi untuk semua jenis usia. Namun dokter Ariani menyarankan untuk anak-anak khususnya mengkonsumsi susu A2 ini setelah masa ASI eksklusif. Mendengar penjelasan dokter, saya jadi mulai tertarik untuk memberikan susu A2 untuk Mirza. 

Soal masalah sembelit yang pernah dialami oleh Mirza, menurut dokter Ariani respon setiap anak terhadap susu berbeda-beda, tetapi susu yang mudah diserap dan dicerna akan sedikit menimbulkan masalah pencernaan. Namun sembelit tidak hanya akibat faktor proteinnya, karena ada faktor lain yang dapat menimbulkan sembelit seperti jumlah cairan dalam tubuh, serat, dan toilet training si anak. 



Kalau saya ingat-ingat lagi saat Mirza mengalami sembelit biasanya karena kurang minum atau susu yang saya buat terlalu kental dan tidak sesuai dengan saran penyajian. Bagi ibu yang ingin memberikan susu A2 untuk anak, susu A2 ini dapat ditemukan di pasaran dalam bentuk susu bubuk, UHT ataupun yogurt dengan label A2 ditulis beta-casein A2. 

Jadi, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak ya sebab, jika sistem pencernaan anak sehat, ia pun dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Tidak hanya itu, hal tersebut juga dapat memaksimalkan proses belajar di masa pertumbuhannya, sehingga anak dapat bereksplorasi dengan bebas.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Mengidap penyakit kanker. Siapa yang tidak sedih saat didiagnosis mengidap penyakit berbahaya yang satu ini? Ya, kanker bisa menyerang siapa saja dari anak-anak hingga orang dewasa. Saya sendiri memiliki pengalaman berharga dengan penyakit ini, saat salah satu keponakan didiagnosis mengidap kanker darah atau leukemia pada usianya yang masih 2 tahun. 

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang terjadi akibat sel-sel di sumsum tulang tidak berkembang dengan baik. Sehingga sel-sel tidak normal ini dapat menghalangi sel normal untuk berfungsi dalam tubuh.   Beruntung, sel kanker yang ada di dalam tubuhnya terdeteksi lebih awal sehingga tidak membutuhkan waktu lama dalam proses pengobatannya. 



Hidup Dengan Kanker Itu Tidak Mudah, Tapi tetap Harus Semangat!


Satu tahun lamanya dia menjalani pengobatan intensif melalui kemoterapi hingga dokter menyatakan bahwa sel kanker di dalam tubuhnya sudah non reaktif. Itu artinya dia sudah bisa lepas dari kemoterapi tetapi masih terus dalam pengawasan dokter. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi jika suatu ketika sel kanker dalam tubuhnya kembali aktif. 

Untuk mencegah sel kanker aktif lagi dokter memberikan beberapa larangan yang harus dipatuhi, salah satunya ialah tidak boleh terluka, dan kalaupun terluka harus segera mendapat penanganan dokter. Lagi-lagi kami masih harus berbesar hati karena dia belum benar-benar terlepas dari kanker, tapi setidaknya kami sudah tidak perlu lagi melihatnya menjalani kemoterapi yang menyakitkan itu. 

Hidup dengan sel kanker dalam tubuh sungguh tidaklah mudah untuk dijalani, selain harus menjalani pengobatan terus menerus, ditambah biaya pengobatan yang tidak murah. Selama satu tahun menjalani pengobatan intensif di salah satu rumah sakit negeri di Kota Surabaya, kedua orangtuanya harus rela berhenti bekerja supaya bisa tetap tinggal di rumah sakit mendampingi.

Otomatis tidak ada pemasukan, padahal pengeluaran untuk berobat, biaya rumah sakit dan kehidupan sehari-hari terus berjalan. Yang menyedihkan, saat itu mereka belum memiliki asuransi kesehatan maupun BPJS. Sedangkan dalam satu minggu dia harus menjalani kemoterapi sebanyak lima kali, satu kali kemoterapi membutuhkan biaya sekitar 5 juta. 

Ada lagi biaya radioterapi, satu kali melakukan radiasi biaya yang harus dibayar sekitar 1,5 juta. Sudah tidak terhitung berapa biaya yang dikeluarkan, yang jelas saat itu satu rumah harus terpaksa dilepas supaya bisa melanjutkan pengobatan dan bertahan hidup. Demi hidup anak, bahkan nyawa juga bisa mereka pertaruhkan tapi yang jelas hidup dengan kanker membutuhkan rasa optimis yang tinggi. 

Saat yang Tersayang Terkena Kanker, Ini yang Bisa Kamu Lakukan! 


Saat salah seorang tersayang sedang berjuang melawan kanker, ikutlah berjuang bersamanya. Kamu dapat membantu menciptakan support system yang sangat dia butuhkan. Karena kanker bukanlah kondisi yang mudah, akan ada banyak perubahan besar yang dirasakan mereka yang terkena kanker. 

Saya merasakan betul bagaimana susah payahnya kedua orangtua keponakan saya yang mengidap kanker berjuang membesarkan hati selama menjalani pengobatan terutama saat kondisi keponakan saya kembali menurun. Dari pengalaman itu, kita bisa melakukan beberapa hal berikut ini, diantaranya: 

Tetap Tenang 

Tidak mudah untuk bisa menerima dan berdamai dengan kenyataan bahwa ada sel kanker di dalam tubuh. Wajar, kalau ada perasaan dan emosi negatif yang keluar. Nah, saat itulah kamu harus bisa menciptakan support system dengan tetap tenang. Dengan tenang akan membuatmu dan dia lebih terkontrol dan dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat. 

Selalu Ada Bersamanya 

Kehadiranmu dan perhatian yang kamu berikan akan sangat berarti untuknya. Di saat awal didiagnosa mental penderita kanker biasanya masih belum stabil, jangan ragu untuk memberikan sentuhan semisal dengan genggaman tangan. Sambil terus mengucapkan kalimat positif yang bisa meningkatkan rasa optimismenya. 

Mendengarkan Keluh Kesahnya 

Tidak mudah menjadi pendamping pasien kanker, kamu akan merasa stres dan bosan tapi pikirkan bagaimana dia? Sebab itu teruslah berusaha untuk menjalin komunikasi dengannya, meskipun saat itu perasaannya jauh lebih sensitif. Dia butuh waktu untuk melampiaskan apa yang dia rasakan, kamu cukup mendengarkannya saja. 

Beri Perhatian Pada Dirimu 

Menjalani pengobatan kanker membutuhkan waktu yang lama, saat itu wajar apabila kamu merasa jenuh dan bosan. Sesulit apapun kondisimu cobalah untuk tetap memperhatikan dirimu, karena bagaimanapun kamu tetap membutuhkan ruang untuk bernafas dan menenangkan pikiranmu supaya kembali segar. 

Jalani Hidup Sehat untuk Cegah Penyakit Kanker


Menjalani hidup sehat merupakan langkah untuk menjaga tubuh kita dari penyakit kritis seperti kanker. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa ada sekitar 9,6 juta jiwa meninggal karena penyakit kanker pada tahun 2018. Selain itu WHO menyebutkan bahwa sekitar 50% dari semua kasus kanker yang ada bisa dicegah.




Itu artinya masih ada kesempatan untuk mencegah penyakit ini menghinggapi tubuh kita. Jika kamu tertarik untuk menjalani hidup sehat untuk mencegah penyakit kanker, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut ini :

Deteksi Dini

Sebenarnya saat ini sudah banyak pengidap kanker yang berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan. Apalagi jika kamu memiliki riwayat keturunan, pemeriksaan wajib dilakukan demi mendeteksi keberadaan sel kanker sejak dini melalui berbagai pemeriksaan fisik. Deteksi dini dapat membuat pengobatan kanker menjadi lebih mudah dan efektif sehingga mencegah penyebaran sel kanker ke bagian tubuh yang lain.

Gaya Hidup Sehat


Menjalani gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit kanker bisa dimulai dengan memilih makan makanan yang sehat seperti sayuran, buah-buahan, ikan dan daging. Menghindari konsumsi alkohol dan berhenti merokok, ditambah lagi dengan melakukan aktivitas seperti olahraga minimal 30 menit per harinya. Bagaimanapun mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati, bukan?

Perlindungan Dini Dengan Asuransi

Tidak ada yang tahu apakah kamu benar-benar terbebas dari penyakit kanker. Khawatir? Sudah jelas. Itu sebabnya untuk menghindari rasa khawatir kamu membutuhkan perlindungan dini dengan mengikuti asuransi kanker. Ya, saat ini sudah ada produk asuransi mudah beneran yang memberikan perlindungan dari penyakit kanker. Bukan hanya mudah bahkan produk asuransi ini murah dan terjangkau.

Seberapa Penting Memiliki Asuransi Kesehatan?


Memiliki asuransi kesehatan tentu sangatlah penting karena hal ini sudah sama pentingnya dengan keuangan kita. Peran asuransi kesehatan sangat dibutuhkan karena akan memberikan jaminan perlindungan kesehatan untuk kita dan orang-orang tersayang. Terlebih saat tahu kalau risiko terkena penyakit berbahaya seperti kanker ini bisa dimiliki oleh siapa saja.




Teman-teman bisa belajar dari pengalaman yang sudah saya ceritakan di atas tadi. Bahkan bukan hanya rumah tapi kondisi finansial mereka yang ikut terkena imbasnya. Dari sini sudah jelas, kalau sehat secara fisik saja tidak cukup kita juga membutuhkan finansial yang sehat yang tidak terganggu dengan adanya kejadian darurat seperti terkena penyakit kanker.

Asuransi kesehatan memberikan rasa tenang dan aman apabila suatu waktu tubuh kita ataupun orang tersayang harus berjuang dengan penyakit. Membayangkan biaya awal konsultasinya saja mungkin sudah membuat kepala pusing. Apalagi ditambah dengan biaya pengobatan lanjutan, maka tidak heran kalau pasien kanker dan keluarganya harus rela menjual aset mereka sampai habis tidak tersisa.

Persiapkan Perlindungan Dini Dengan Asuransi Kanker dari FWD Cancer Protection, Mudah Beneran! 


Tidak bisa dipungkiri kalau biaya pengobatan penyakit kanker termasuk yang termahal, banyaknya protokol pengobatan yang harus dilakukan oleh pasien yang membutuhkan waktu lama. Berkaca dari pengalaman yang terjadi pada keponakan saya dan melihat pengorbanan yang dilakukan oleh orangtuanya membuat kita harus siap dan mawas diri. 

Tidak ada salahnya mempersiapkan diri sejak dini, salah satunya dengan memilih asuransi kanker dari FWD Life yaitu FWD Cancer Protection. FWD Life sebagai asuransi jiwa yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan asuransi khusus kanker yang mudah dan terjangkau.


 

Saat kanker datang, progresnya bisa cepat sekali, dalam waktu hitungan hari perkembangan kanker bisa saja menyebar. Maka dengan bantuan keuangan, kamu bisa bergerak cepat melakukan tindakan untuk lepas dari kanker. Kenapa memilih FWD Cancer Protection? 

  • Produk asuransi dari FWD Life ini, akan memberikan 100% Uang Pertanggungan sejak kanker tahap awal sehingga kamu tidak perlu khawatir dengan biaya-biaya tidak terduga dan bisa fokus pada proses pemulihan. Syarat usia untuk memiliki asuransi kanker ini minimal 18 tahun hingga 64 tahun dan masih bisa ditambahkan hingga usia 70 tahun. 

  • FWD Cancer Protection juga mudah membelinya, yakni mulai dari 10 ribu per bulan saja, kamu pun bebas memilih Uang Pertanggungan sesuai kebutuhan. Selain itu manfaat yang bisa didapatkan yakni memiliki nilai uang pertanggungan sampai dengan 500 juta. 

  • Proses pengajuannya terbilang simpel dan mudah yakni melalui website FWD Indonesia. Bila produk lain mewajibkan medical check-up, produk asuransi dari FWD Life ini hanya mewajibkan kamu menjawab tiga pertanyaan kesehatan. Kamu juga akan mendapatkan e-Policy di hari yang sama. 

  • Pengajuan klaim yang mudah menggunakan aplikasi FWD MAX. Selain mudah bayarnya dan mudah ketentuannya, proses pembeliannya pun mudah karena bisa secara online dengan 4 langkah, serta proses pengajuan dan klaim cepat yang juga serba online. 

Dengan memiliki perlindungan dari FWD Cancer Protection kamu sudah tidak perlu lagi harus berhutang sampai menjual aset demi membayar biaya pengobatan kanker. Kamu juga tidak perlu khawatir dengan kondisi finansialmu yang akan ikut terimbas seperti yang banyak terjadi pada keluarga pendamping pasien. 

Jelasnya, perlindungan bisa diterima jika terjadi risiko, sehingga kita tidak perlu khawatir dengan biaya-biaya tak terduga dan bisa fokus pada proses pemulihan. Dengan empat keunggulan di atas, FWD Insurance benar-benar menunjukkan kalau mereka adalah asuransi kanker online yang memberikan manfaat perlindungan yang mudah beneran.




Bukan hanya itu, akan ada kejutan akhir tahun SurPRIZES dari FWD dengan membeli FWD Cancer Protection selama periode 21-31 Desember 2020, kamu berkesempatan ikutan undian untuk memenangkan sepeda Brompton, iPhone 12, dan iWatch 6. Tunggu apalagi? Sekali lagi kamu cukup bayar preminya mulai dari 10 ribu per bulan dan bisa kamu beli secara online! Mudah beneran kan? Yuk, beli sekarang di ifwd.co.id!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Siapa yang menyangkan bahwa menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 merupakan penyakit yang berbahaya bagi penderita diabetes. Sebab, infeksi virus dapat meningkatkan peradangan atau pembengkakan internal jika seseorang menderita diabetes. Orang yang menderita penyakit diabetes lebih rentan terkena berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. 

Hal ini karena salah satu dampak dari diabetes adalah menurunnya daya tahan tubuh, sehingga virus Corona dapat lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi. Jika penderita diabetes terinfeksi Covid-19, maka berisiko mengalami gejala berat dan membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit. 



Bagaimana Virus Covid-19 Menginfeksi Penderita Penyakit Diabetes? 


Diabetes merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. International Diabetes Foundation (IDF) menyampaikan, infeksi berbagai jenis virus (termasuk corona) membuat penyakit lebih sulit diobati bagi pasien diabetes. Sebab, sistem kekebalan tubuh penderita diabetes terganggu. 

Kondisi tersebut, membuat tubuh mereka lebih sulit melawan infeksi. Jika sembuh, waktu pemulihan juga jadi lebih lama. Virus juga cenderung dapat berkembang di tempat inang yang memiliki kadar gula darah tinggi. Penderita diabetes juga memiliki peradangan yang tinggi di seluruh tubuhnya.




Saat terinfeksi virus dari saluran pernapasan, infeksinya lebih mudah berkembang menjadi pneumonia. Dan, hal yang membuat penderita diabetes rentan saat terinfeksi virus, ketika terserang penyakit, pasien cenderung stres dan gula darahnya melonjak. 

Sehingga tidak heran jika serentetan kondisi tersebut dapat membuat penderita diabetes rentan saat terinfeksi virus seperti corona. Karenanya penting untuk penderita diabetes selalu mengontrol kadar gula dalam darah selama pandemi dan melakukan serangkaian tahapan sebagai upaya pencegahan. 

Diagnosis Awal Diabetes Dengan Rutin Lakukan Pemeriksaan 


Cara terbaik untuk mendiagnosis diabetes adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin termasuk tes gula puasa dan tes HbA1c mengukur rata-rata jumlah hemoglobin A1c yang berikatan dengan gula darah (glukosa) selama tiga bulan. 

Terutama jika kamu berada pada kelompok risiko tinggi, seperti kelebihan berat badan, di atas usia 45 tahun, atau memiliki riwayat diabetes di dalam keluarga. Semua orang ingin meminimalisir paparan mereka terhadap Covid-19, tetapi penderita diabetes harus berhati-hati dalam melindungi diri sendiri. 

Mempertahankan jarak sosial yang baik, mengenakan masker, dan memastikan kebersihan tangan yang baik adalah tindakan yang efektif. Risiko terkena komplikasi serius dari Covid-19 cenderung lebih rendah jika penanganan diabetes terkelola dengan baik. 

Sun Life Indonesia Peduli Diabetes, Mengelola dan Mencegah Diabetes selama Pandemi 


Nah, untuk itulah hari Jum'at 27 November 2020 kemarin saya mengikuti webinar yang diadakan oleh Sun Life Indonesia. Sun Life Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap diabetes. Ditunjukkan dengan komitmennya melawan diabetes sejak tahun 2015. 

Beragam program sudah dijalankan, terutama melalui kolaborasi bersama RSCM. Sun Life bersama dengan RSCM dan Tropicana Slim kembali berkolaborasi mengadakan webinar dengan tema Mengelola dan Mencegah Diabetes selama Pandemi. 



Ada tiga pembicara, Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, Rendy Dijaya, dan Soraya Larasati. Dalam webinar tersebut Sun Life Indonesia memperkenalkan langkah-langkah mudah dalam mengontrol diabetes. Langkah mudah ini dapat dilakukan dengan mengontrol "ABC" yang berarti A1c, Blood Pressure, dan Cholesterol. 

Bagi kamu yang masih belum paham bagaimana mengontrol ABC berikut ini saya coba rangkum: 

1. HbA1c adalah tes darah yang menunjukkan berapa rata-rata glukosa darah selama 2 hingga 3 bulan terakhir. Ini merupakan indikator penting dari risiko komplikasi diabetes jangka panjang. Menjaga level A1c di bawah 6,5 persen dapat membantu mengurangi risiko komplikasi. 

2. Penderita diabetes cenderung terkena penyakit akibat tekanan darah tinggi seperti penyakit ginjal, serangan jantung, dan stroke. Mengontrol tekanan darah sama pentingnya dengan mengontrol gula darah. 

3. Jangan lupa, menghindari kolesterol jahat yang dapat menyumbat pembuluh darah. Sebab, hal tersebut dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. 


Bagaimana Mengelola Makanan yang Sehat Bagi Penderita Diabetes? 


Bicara soal makanan sehat bagi penderita diabetes, kamu harus tahu cara mengolah makanan yang cocok untuk diabetes. Untuk itu, Sun Life Indonesia mengundang chef Marinka untuk sharing di Instagram Live dengan tema Olah Makanan Sehat, Diabetes Lewat. Selama pandemi, orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk tinggal dan memasak di rumah.

Ini adalah kesempatan bagus bagi penderita diabetes untuk menjaga pola makan yang sehat. Kamu bisa mencoba untuk mengurangi karbohidrat dan gula rafinasi serta konsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi seperti oatmeal. 

Menurut chef Marinka, campuran susu rendah lemak pada oatmeal dapat meningkatkan kadar gizi tanpa menambahkan terlalu banyak lemak. Jika tidak suka susu rendah lemak, kamu bisa menggantinya dengan air biasa. 

Konsumsi oatmeal dengan protein atau lemak sehat, seperti telur, kacang, dada ayam atau ikan salmon. Menambahkan protein dan lemak sehat, yang selanjutnya dapat membantu menstabilkan gula darah. Untuk buah-buahan kamu bisa menghindari durian dan mangga. 



Apabila ingin makan makanan manis atau sejenis dessert bisa tanpa gula, bisa juga mengganti gula dengan gula stevia dari Tropicana Slim. Kamu bisa mencoba dessert seperti panna cotta atau mencampurkan whipped cream. 

Menurut chef Marinka saat kamu terkena diabetes atau ada anggota keluarga yang terkena diabetes sebaiknya 'Cut Sugar' atau jangan pakai gula. Karena sebenarnya masih banyak menu makanan yang dimasak tanpa menggunakan gula semisal, bakso, rawon, ketoprak, dsbnya. 

Selain memperhatikan makanan yang dikonsumsi, melakukan latihan kardiovaskular secara teratur empat hingga lima kali seminggu setidaknya selama 30 menit setiap kali juga penting dilakukan. Tujuannya untuk mempertahankan persentase lemak tubuh yang optimal dan menghindari obesitas di sekitar perut. Berikut ini tiga tips mengelola diabetes, diantaranya: 

1. Meningkatkan kesadaran terhadap diabetes
2. Mencegah infeksi, memantau ABC
3. Menjalani pola makan dan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko dan dampak komplikasi diabetes. 

Pada saat yang sama, jangan lupa untuk berbicara dan berbagi dengan keluarga dan teman. Ya, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mengelola penyakit bisa jadi melelahkan, jadi pastikan semua orang di sekitar penderita diabetes sangat mendukungnya. 


Well, tidak terasa ya sudah 10 bulan lamanya pandemi covid-19 ini menjadi ancaman bagi kehidupan kita. Itu sebabnya sekarang sudah saatnya untuk reboot your life, mari atur ulang hidup kita saat ini. Atur ulang pola hidup sehat dengan menjaga konsumsi makanan sehat dan juga berolahraga. 
 
Terakhir, yang tidak kalah pentingnya pastikan kita semua sudah memproteksi diri kita dengan perlindungan proteksi asuransi dari Sun Life supaya hidup kita berjalanan tenang dan nyaman. Karena tidak ada satu pun yang tahu akan seperti apa hidup kita nantinya, mari lindungi diri kita! 

Video D-Talks (Diabetes Talk) Mencegah dan Mengelola Diabetes Selama Pandemi 

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Memiliki gaji besar hingga dua digit juta rupiah perbulan, mungkin menjadi mimpi banyak orang terutama kalangan anak muda yang baru memasuki angkatan kerja. Saat ini sudah semakin sering saya temui anak muda yang sudah mampu mencetak penghasilan bulanan hingga puluhan juta rupiah. 

Gaji yang besar harus diakui memang memberi keleluasaan lebih bagi seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mempersiapkan kebutuhan masa depan yang lebih mapan, juga keleluasaan menuruti tuntutan gaya hidup yang menyenangkan. 

Namun, dibalik penghasilan yang besar tersebut, bukan berarti tidak akan ada masalah finansial sama sekali. Memiliki gaji besar di atas rata-rata namun tidak diiringi dengan kejelian mengelola isi dompet, berisiko bisa menghabiskan pendapatan tanpa tersisa karena digunakan untuk hal-hal konsumtif. 



Mengikuti Gaya Hidup Millenial Boleh Saja, Asal Perhatikan Masalah Finansial! 


Memiliki gaji yang memadai namun nilai saldo tabungan minim, tidak memiliki asuransi, dan tidak punya investasi apapun untuk persiapan kebutuhan di masa depan. Inilah yang menjadi tantangan finansial terbesar yang dihadapi anak muda sekarang. 

Akses yang semakin mudah terhadap produk keuangan dan gaya hidup namun tidak dibarengi oleh pengetahuan finansial yang memadai, akhirnya juga meningkatkan risiko terjadinya masalah keuangan. Generasi milenial yang identik dengan melek teknologi, sebaiknya juga melek literasi keuangan sejak dini. 

Memiliki asuransi di usia yang masih muda akan membantu anak muda dalam mengelola risiko keuangan. Mengapa ada risiko keuangan? Selama kamu memiliki penghasilan, di sana pula ada risiko yang perlu dikelola agar keuangan pribadi selalu sehat, bisa dialokasikan untuk pos-pos pengeluaran yang lebih penting seperti memiliki asuransi. 

Lalu, Kapan Harus Punya Asuransi? 


Kapan waktu yang tepat untuk memiliki asuransi? Sejak kamu menanggung risiko keuangan, maka kebutuhan asuransi sebaiknya dipenuhi sesegera mungkin. Semakin lama seseorang menunda untuk memiliki asuransi, semakin mahal biaya premi yang harus dibayarkan di kemudian hari. 

Mumpung kamu masih muda dan kondisi fisik masih prima, kamu bisa memanfaatkan waktu untuk bekerja seoptimal mungkin. Manfaatkan juga fase bekerja awal ini untuk mengembangkan potensi dan skill agar masa depan karirmu semakin cerah. 

Dengan memiliki asuransi, kamu bisa lebih fokus dalam bekerja dan mengembangkan diri di dunia karier akan senantiasa terbantu banyak. Kamu tidak perlu lagi khawatir dengan pengeluaran ekstra karena berbagai kejadian yang tidak diduga. 

Seperti kejadian sakit, kendaraan rusak, dan sebagainya karena risiko-risiko finansial dari berbagai kejadian tersebut sudah kamu asuransikan. Cukup fokus membayar premi secara berkelanjutan supaya proteksi terus berjalan dan arahkan energimu sepenuhnya untuk bekerja dan membangun karir demi kesuksesan masa depan. 

Asuransi yang Tepat untuk Generasi Millenial Seperti Apa?


Nah, pada bagian ini kamu pasti sudah penasaran tentang asuransi yang tepat bagi kamu generasi millenial. Begini, pada dasarnya dalam memilih asuransi harus disesuaikan dengan kebutuhanmu. Apa saja sih yang ingin kamu lindungi? Jiwa, kesehatan, keuangan atau semuanya? 



Kalau kamu ingin perlindungan lengkap, kamu bisa memilih MiSmart Insurance Solution Syariah (MiSSION Syariah) yang merupakan produk asuransi syariah dari Manulife Indonesia yang memberikan perlindungan jiwa, investasi optimal serta manfaat akhir masa program Asuransi Jiwa Syariah sesuai dengan prinsip syariah. 

MiSSION Syariah memberikan kamu Solusi 3 in 1 (Proteksi Jiwa, Investasi, dan Kesehatan) untuk melengkapi kenyamanan dan ketenangan hidup yang aman, amanah dan penuh. MiSSION Syariah berlandaskan prinsip tolong-menolong dan berbagi risiko. 



Saat terjadi klaim dari para nasabah maka klaim tersebut dibayarkan dari dana Tabarru’ yang dikelola dan diadministrasikan oleh Manulife sebagai operator yang mewakili nasabah. Untuk perlindungan tambahan asuransi kesehatan (MiSHC) memberikan penggantian biaya medical sesuai tagihan. 

Pilihan manfaat yang lengkap untuk setiap kalangan masyarakat, serta manfaat tahunan tambahan untuk 4 penyakit khusus seperti kanker, serangan jantung, gagal ginjal, dan transplantasi organ. Ada pula manfaat tambahan lain berupa perlindungan manfaat penyakit kritis (MiSCC) dan Manfaat Pembebasan Premi Dasar (MiSWP). 

Lindungi Diri di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan Asuransi Syariah! 


Penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia kian mengkhawatirkan dari waktu ke waktu. Virus ini bukan hanya menyerang tubuh manusia tapi juga berimbas pada perekonomian. Semua orang dipaksa untuk berpikir keras bagaimana cara bertahan di tengah pandemi saat ekonomi tidak stabil. 

Dalam situasi saat ini adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia termasuk para generasi milenial mengenai konsep asuransi syariah dan pentingnya memiliki perlindungan terhadap berbagai risiko dalam kehidupan. 

Manulife telah memberikan perlindungan tambahan berupa perlindungan kesehatan langsung tanpa masa tunggu apabila terdiagnosa Covid-19 maupun manfaat tutup usia hingga total keseluruhan pertanggungan mencapai Rp10 miliar. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi pengguna, mengingat mahalnya biaya perawatan apabila terkena Covid-19. 



Dengan semua manfaat yang diperoleh dari produk asuransi Manulife Indonesia - MiSSION Syariah kamu bisa memilih pembayaran premi sesuai dengan kebutuhan, dengan premi mulai dari Rp 4.000.000/USD400 per tahun atau sekitar 300 ribu per bulannya. 

Ditambah pula MiSSION Syariah memberikan manfaat loyalitas total 750%, kontribusi terjangkau, serta perlindungan jiwa seumur hidup dengan uang pertanggungan optimal. Lengkap sekali, bukan? Sekarang sudah bukan waktunya untuk acuh pada keuanganmu. 

Bisa menghasilkan pemasukan yang besar tentu kamu harus bisa juga mengelolanya. Percayakan semua risiko keuangan pribadimu kepada MiSSION Syariah dengan solusi 3 in 1. Yuk, fokus pada kariermu saat ini demi masa depan yang menyenangkan dan aman.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bicara produk smartband atau gelang pintar, nama brand Xiaomi pasti jadi topik utamanya. Brand satu ini cukup konsisten menghadirkan gelang pintar dengan teknologi canggih dan fitur-fitur menarik. Selain itu harga murah yang ditawarkan untuk produk canggih ini selalu menjadi daya pikat bagi konsumen. Begitu pula dengan kehadiran Xiaomi Mi Band 5 yang sudah ditunggu-tunggu. 



Berikut Ini 9 Spesifikasi Xiaomi Mi Band 5!


Dalam prilisannya produk gelang pintar Xiaomi mi band 5 dibanderol Rp 449.000. Dari segi tampilan gelang pintar terbaru Xiaomi memang tidak banyak berubah namun ada fitur-fitur baru yang kian menambah nilai tawar wearable satu ini. Berikut spesifkasi lengkapnya: 

Layar lebih lebar 

Sekilas gelang pintar Xiaomi ini mirip dengan edisi sebelumnya yakni mi band 4, sebab memang dari desainnya tidak banyak berubah yang menggunakan layar datar AMOLED. Namun yang terbaru lebih lebar yakni 1,1 inci. Dengan layar lebih lebar menjadi lebih nyaman menyentuh tampilan menu pada layar. 

Fitur PAI score 

Semakin canggih dengan fitur Personal Activity Intelligence (PAI) dalam Mi Band terbaru. Fitur ini menyangkut fitur pemantau intensitas aktivitas sehari-hari, pemantau kualitas tidur dan pemantau detak jantung. Tidak sekedar memantau, semua pantauan dapat ditambahkan ke skor PAI sebagai gambaran kesehatan pengguna. PAI akan memberi poin dalam skala 1-100 dihitung berdasarkan banyak tidak gerak dan aktivitas harian. 

Stress dan Breathing 

Fitur selanjutnya adalah dua fitur berkaitan yakni Stress dan Breathing yang berguna untuk mengelola stres. fitur Stress pada gelang pintar Xiaomi dapat mengukur kadar stres dan fitur Breathing dapat membantu pengguna meredakan stres dengan bimbingan mengatur nafas hingga menjadi rileks kembali. Fitur ini sangat baik digunakan khususnya bagi kamu yang memiliki aktivitas bekerja yang pada serta penuh tekanan. 

Cycles 

Bagi kaum hawa, gelang pintar Xiaomi Mi Band 5 memberikan fitur Cycles yakni kalender menstruasi untuk memudahkan mencatat serta mengetahui siklus datang bulan. Fitur juga dapat menjadi pengingat sehari sebelum haid datang. 

Akurasi Pelacakan Tidur 

Pada edisi sebelumnya sudah ada pelacakan kualitas tidur, namun yang terbaru dari segi akurasi. Sebab kualitas tidur dapat diketahui secara detail berupa berapa lama tidur nyenyak, tidur ringan dan tidur siang. 

Akurasi Pemantau Detak Jantung 

Demikian pula dengan pemantauan detak jantung yang makin akurat selama 24 jam bahkan ketika tidur. Perekaman pantauan dapat diatur otomasi sepanjang hari atau di saat tertentu saja tergantung penggunanya. 

11 Mode Olahraga

Ditambahkan lima mode olahraga baru dari edisi sebelumnya membuat mi Band 5 memiliki total 11 mode olahraga. Mode olahraga baru yang ditambahkan adalah Elliptical, Rowing machine, Jump rope, Indoor cycling dan Yoga. Dengan demikian semakin banyak mode olahraga yang dapat dilakukan dengan maksimal. 

Daya Tahan Baterai 

Kapasitas baterai meningkat dibanding edisi sebelumnya menjadi 125 mAh. Dengan kapasitas tersebut baterai dapat bertahan hingga 20 hari dalam sekali pengisian. Namun daya tahan tersebut tergantung pada fitur yang diaktifkan. Khususnya fitur monitoring detak jantung dan kadar stres dapat mengurangi kapasitas lebih cepat habis. 

Pengisian Baterai 

Kabar baiknya juga datang dari teknologi pengisian baterai yang telah menggunakan fitur nagnetic charging. Fitur tersebut memungkinkan pengisian daya baterai jadi lebih mudah karena tida perlu melepas strap, cukup menempelkan pada magnetic chargingnya. 

Demikian spesifikasi fitur terbaru gelang pintar Xiaomi Mi Band 5 yang kian canggih. Koleksi smartband Xiaomi cocok digunakan dalam berbagai aktivitas.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Pencarian

About me

About Me

Halo, perkenalkan saya Riska, seorang istri dan ibu dari satu putra. Suka menulis tentang hal apa saja khususnya yang saya pahami. Selengkapnya

Follow Us

  • facebook
  • instagram
  • twitter

Labels

Kecantikan Kesehatan Keuangan Opini Parenting Pengalaman REVIEW Sponsored Post wisata

recent posts

Komunitas

About Me

Blog Archive

  • ►  2015 (39)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  November (10)
  • ►  2016 (84)
    • ►  Januari (8)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Juni (20)
    • ►  Juli (12)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  November (3)
    • ►  Desember (10)
  • ►  2017 (68)
    • ►  Januari (6)
    • ►  Maret (4)
    • ►  April (5)
    • ►  Mei (13)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Desember (10)
  • ►  2018 (102)
    • ►  Januari (6)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (11)
    • ►  April (12)
    • ►  Mei (11)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Agustus (10)
    • ►  September (11)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  November (12)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2019 (71)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Maret (6)
    • ►  April (7)
    • ►  Mei (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (4)
  • ►  2020 (41)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Maret (2)
    • ►  April (5)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  November (3)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2021 (67)
    • ►  Januari (5)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (2)
    • ►  April (8)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  September (5)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  November (4)
    • ►  Desember (8)
  • ►  2022 (67)
    • ►  Januari (4)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Maret (6)
    • ►  April (11)
    • ►  Mei (2)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Juli (9)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  September (4)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  November (4)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2023 (43)
    • ►  Januari (3)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  November (2)
    • ►  Desember (7)
  • ►  2024 (29)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  November (5)
    • ►  Desember (3)
  • ▼  2025 (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  Agustus (1)
      • Cara Praktis dan Aman dari Gangguan Spam Call

Created with by BeautyTemplates