Air Susu Ibu Menghantarkan Sifat Ibu Pada Bayinya

Menyusui. Ibu mana yang tidak ingin menyusui anaknya. Alhamdulillah, saya dipercaya Allah untuk bisa menyusui putra saya, Mirza. Sejak baru lahir sampai detik ini Mirza masih menyusui langsung kepada saya. Bersyukur juga tidak ada kendala yang menyulitkan bagi kami berdua untuk bisa menikmati keintiman ini.

Meskipun tidak banyak tapi ASI saya Insya Allah cukup untuk memenuhi kebutuhan Mirza sehari-hari. Kali ini saya tidak sedang ingin membicarakan mengenai ASI seperti yang sering teman-teman dengar. Melainkan satu kebahagian, atau mungkin lebih tepat jika disebut satu kewajiban bagi saya selama dalam masa menyusui Mirza.

Baca Juga : Ketika Saya Menjadi Dunia Untuk Mirza

Bagi saya, mungkin juga bagi ibu-ibu lainnya menyusui itu bukan hanya perkara memberikan kebutuhan anak, melainkan lebih daripada itu. Menyusui sama halnya menyalurkan kebaikan dan menanam rasa cinta yang kuat kepada anak. Bahkan dalam satu riwayat dikatakan kalau,
“Janganlah kalian menyusukan bayi kalian kepada wanita yang lemah akalnya, karena air susu itu akan mewariskan sifat sang ibu kepada anaknya..”. (Hadist Marfu)

Air Susu Ibu Menghantarkan Sifat Ibu Pada Bayinya


Dulu sekali, jauh sebelum saya menikah dan memiliki anak mama selalu berpesan untuk selalu memperbaiki hati karena kelak akan ada anak yang akan kamu susui. Sebagai manusia biasa, hidup saya tidak selalu berjalan mulus, saya pernah melakukan kesalahan, saya sering berbuat dosa, mungkin juga saya sering mengecewakan Allah.

Padahal Ibu yang sholehah akan mencetak generasi yang sholeh dan sholehah juga. Salah satunya dari air susu ibu yang diberikan kepada anak-anaknya. Itu kenapa setiap kali menyusui Mirza suami selalu mengingatkan kepada saya untuk tidak lepas berdzikir dan membaca surat pendek. Meskipun sambil terkantuk-kantuk atau sedang berkutat dengan kesibukan kerja, dalam hati kecil saya berusaha untuk berdzikir.

Memang benar kalau ibunya bahagia bayinya pasti juga bahagia. Bahagia saja menular, kan? Apalagi yang buruk-buruk?. Bicara tentang hal baik, berpikir baik atau semua hal yang baik-baik terdengar klise memang. Tidak ada gambaran yang terlalu tinggi untuk bisa menjadi ibu yang baik. Cukup membiasakan diri dengan hal-hal yang membuat diri merasa nyaman dan bahagia.

Semisal dengan tidak membicarakan hal yang tidak penting, yang bukan urusan saya, juga hal-hal yang membuat pikiran jadi senut-senut. Tidak terlalu banyak menuntut juga mengeluh yang bisa membuat saya jadi kurang bersyukur dan hati menjadi keras. Apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang, meskipun repot menjaga Mirza sebisa mungkin harus terus menjaga hati, pikiran dan lisan.

Baca Juga : 3 Rahasia Menyusui Menurut Li Partic Konselor ASI

Adalah tugas saya sebagai seorang ibu untuk selalu memantaskan diri, memperbaiki hati, pikiran juga ucapan. Agar selalu mengeluarkan hal yang baik, saya juga belum bisa dibilang ibu yang sholehah itu sebabnya saya terus berusaha meskipun sungguh tidak mudah. Terlepas dari itu, memasrahkan semua pada Allah untuk mengharapkan keridho’annya adalah pilihan utama.

Semoga Allah ridho pada setiap tetes ASI saya untuk Mirza. Sehingga air susu tersebut bermanfaat untuk Mirza, mengantarkannya menjadi pribadi yang sholeh dan membentuk karakter yang kuat juga baik dalam dirinya kelak. Sambil menulis tulisan ini mata saya mulai terasa basah. Oh, betapa besar dan agungnya cinta seorang ibu kepada anaknya.

Diam-diam saat sedang berdua dengan Mirza saya sering meminta maaf kepadanya, maafkan kalau Ebok (ibu) masih belajar, cinta Ebok untuk Mirza begitu besar, terima kasih sudah memilih Ebok untuk menjadi ibumu. Saat itu saya merasakan betul ikatan batin yang begitu kuat dengan Mirza, semakin sering saya menyusuinya semakin kuat ikatan batin kami.

Baca Juga : Kenapa Harus Ebok?

Rasanya tiada henti-hentinya saya berucap syukur kepada Allah untuk semua kebaikanNya, untuk semua welas asih Allah kepada kami berdua. Ya, dari air susu inilah Mirza tumbuh, berkembang menjadi Insya Allah anak yang sholeh, penyejuk mata dan hati setiap orang yang menyayanginya. ASI itu memang cairan ajaib yang efek serta manfaatnya sungguh tidak main-main, beruntunglah kami.

1 komentar:

  1. ya Alloh baca ini sambil menyusui jd ketampar klo nyusuin bukannya dzikir malah liat medsos astagfirullah makasih teh tulisannya 🙏🏻

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.