Jangan Ragu Pakai Kendaraan Umum

Bicara soal kendaraan umum saya jadi ingat sekitar 2 tahun yang lalu saat masih aktif bekerja. Setiap mau berangkat kerja saya selalu menggunakan kendaraan umum, bukannya nggak punya kendaraan pribadi tapi entah kenapa saya kalau berangkat atau pulang kerja lebih senang naik kendaraan umum, kalau di Bangkalan saya naik bus ELF.

Itu masih di Bangkalan yang notabene merupakan sebuah kota kecil yang ada di Pulau Madura. Tapi bagaimana dengan kendaraan umum yang ada di kota-kota besar di Indonesia seperti salah satunya yang ada di Jakarta. Btw, saya sendiri baru satu kali pergi ke ibu kota dan itu sudah lama sekali sekitar tahun 1999.

Jadi, saya hanya bisa melihat perkembangan kendaraan umum di ibu kota melalui televisi maupun internet. Kalau menurut saya pribadi nih, sudah sewajarnya memang kita bangga pada Jakarta, Ibukota Indonesia. Infrastruktur yang semakin hari semakin baik dan pembangunan yang kian menyeluruh.


Manfaatkan Kendaraan Umum yang Ada di Sekitar Kita


Sementara kalau bicara macet kan memang sejak zaman dulu Jakarta selalu macet sepertinya, betul tidak?. Sudah diatasi dengan baik dengan segala perencanaan yang matang, tapi tetap ada saja kendaraan baru yang hadir setiap harinya. Kalau dilihat pada negara-negara maju, ambil contoh Singapura.

Singapura juga memiliki penduduk yang padat, namun Singapura termasuk negara tetangga yang paling sering dikunjungi oleh warga negara kita. Alasannya selain dekat dan biayanya lebih terjangkau dan jarang macet. Bahkan transportasi umumnya juga cenderung tidak sepenuh transportasi umum Jakarta.

Sebagai warga negara Indonesia dan terutama yang berdomisili di Ibukota tentu wajib mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Seperti sekarang ini mengenai kebijakan ganjil genap. Tidak perlu sampai menutupi salah satu angka supaya dapat masuk kekawasan genap maupun ganjil. Tidak perlu juga beli plat palsu, nah.

Itu tidak mendidik dan sangat salah kalau menurut saya, apalagi sampai membeli kendaraan baru. Kalau memang tidak punya kendaraan yang berplat ganjil atau genap, sebenarnya tidak ada salahnya menggunakan transportasi publik yang telah disediakan oleh pemerintah. Kenapa sih, orang-orang kaya di Jakarta itu sepertinya tidak tertarik untuk mencoba kendaraan umum yang sudah ada?.

Ada yang masalah apa dengan transportasi publik? Misal seperti, jarak tempuh yang jauh dari rumah ke stasiun atau halte transjakarta atau stasiun?. Pertanyaannya kok mereka mau sih jalan jauh-jauh untuk ke Stasiun MRT sewaktu di Singapura?. Lalu kenapa di negara sendiri tidak?. Polusi nih atau tidak nyaman trotoarnya. Akan selalu beragam alasan jika memang tidak diniatkan dari diri sendiri.

Menurut beberapa sumber berita yang saya baca Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Kementerian Perhubungan sudah melakukan beragam upaya supaya kita dapat menggunakan transportasi publik dengan aman dan nyaman. Sistem pembayarannya secara elektronik juga sudah mulai mudah digunakan.


Buktinya apa? buktinya penambahan jalur dan gerbong untuk KRL, busway dan APTB juga semakin banyak, sehingga mudah sebenarnya untuk digunakan. Tapi kembali lagi, masyarakat sepertinya sudah terlalu terlena dengan kendaraan pribadinya. Masih banyak yang mengeluh macet, tapi tanpa sadar diri sendiri menjadi penyebab kemacetan.

Padahal, kendaraan umum yang sekarang sudah lebih baik ketimbang masa lalu loh! Contohnya. Bus Transjakarta sekarang jumlah armadanya sudah sangat banyak sehingga tidak perlu menunggu berlama-lama. Lalu KRL atau yang biasa kita sebut commuter line jadwal keberangkatannya sudah lebih cepat ketimbang 5 tahun sebelumnya, selain itu adanya penambahan jalur, kemudian penambahan rute hingga ke Cikarang.

Kamu tahu darimana, Cha? Tahu dari membaca di internet dan tentu atas cerita pengalaman beberapa saudara dan teman yang tinggal di Jakarta sana. Mereka juga cerita kalau saat ini sudah ditambah adanya APTB untuk wilayah Bogor, Bekasi, Cibubur, Tangerang dan sekitarnya.

Jadi, sebenarnya tidak perlu risau ketika naik bus dan khawatir ada pengamen yang masuk di dalamnya ataupun penjual keliling. Untuk yang satu ini saya punya pengalamn pribadi langsung. Pengunaan air conditioner dan adanya kondektur serta pengemudi yang menggunakan seragam resmi menambah wujud keseriusan pembenahan terhadap kendaraan umum.

Perlahan namun pasti, Pemerintah terus berusaha untuk memanjakan penduduk Ibukota dengan transportasi umum yang semakin hari semakin membaik dan dekat dengan pemukiman. Sudah sewajarnya, jika kita turut serta membantu upaya pemerintah tersebut dengan mulai membiasakan diri naik kendaraan umum. Kalau kurang nyaman jangan sungkan laporkan ke media sosial lembaga terkait, pasti akan ditindaklanjuti.

Sekarang semua kembali ke kita. Yuk, pelan-pelan ubah pola pikir kita mengenai transportasi umum. Hitung deh jarak tempuh perjalanan kita jika menggunakan transportasi umum dan kendaraan pribadi. Akan sangat jauh berbeda rentang waktunya. Jika semua warga mulai peduli dengan menggunakan kendaraan umum, pastinya macet berkurang dan semua merasa nyaman.

1 komentar:

  1. Aku tuh sampe nyuruh suami utk jual aja mobil di rumah, saking jarangnya dipake. Weekend pun kdg kita ga pake krn kecapean dan maunya istirahat. Sehari2 aku slalu pake transj ato gojek ke kantor. Suami malah sesekali naik CL kalo sdg dinas ke tangerang. Udh nyaman kalo soal kendaraan umum di sini. Ga telrlau lama nunggu kayak dulu lg

    BalasHapus

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.