Hari Bumi 2022 Waktunya Beralih ke Solar Panel

by - Jumat, April 22, 2022

Kadang saya bersyukur karena bisa tinggal di daerah kecil yang masih bisa dibilang nggak terlalu padat penduduk apalagi bangunan gedung-gedung yang tinggi. Saya tinggal di Madura tepatnya di Kabupaten Bangkalan yang populasi penduduknya nggak sepadat bila dibadingkan dengan kota besar.

Saya jarang sekali bertemu dengan polusi, kemacetan, asap yang berlebih terutama dari cerobong pipa pabrik, dan semua hal yang membuat bumi menjadi semakin panas untuk ditinggali. Steriotip kebanyakan orang adalah Madura itu panas tapi fakta yang saya rasakan panas nggak sebanding dengan kota sebelah.

Saya masih bisa menghirup udara segar, apalagi kalau sedang bepergian ke desa-desa masih banyak sekali tumbuhan dan pepohonan yang sangat rindang serta nyaman dipandang mata. Keadaan ini tentu berbanding terbalik dengan daerah perkotaan yang tentunya kita semua sudah tahu.

Di perayaan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April ini kita semua diingatkan betapa kondisi bumi yang kita tinggali sedang nggak baik-baik saja. Bumi saja rasanya semakin panas, kan? Bahkan, banyak es di kutub yang sudah mencair. Nah, masalah-masalah yang bisa berdampak buruk ke bumi inilah yang kemudian melahirkan Earth Day atau Hari Bumi Sedunia.



Apa yang Terjadi Dengan Bumi Kita Saat Ini?


Teman-teman, suka kepikiran nggak sih atau bertanya-tanya sendiri tentang kenapa sih kita mesti peduli dengan bumi? Kenapa harus ada Hari Bumi? Memangnya, ada apa sama bumi yang jadi tempat tinggal kita sekarang? Jadi, bumi kita sekarang ini lagi mengalami yang namanya perubahan iklim.

Kalau teman-teman pernah mendengar bagaimana es di kutub mulai mencair, naiknya air ke permukaan laut, hingga bumi yang terasa semakin panas, itu merupakan dampak dari adanya perubahan iklim ini. Atau mungkin cuaca yang semakin nggak menentu, pagi dan siang matahari terik banget terus malamnya hujan deras begitu pula sebaliknya.

Ambil contoh pada fenomena bertambahnya air laut yang disebabkan oleh es di Antartika yang terus mencair. Ibaratnya nih, kalau kita lagi minum es teh terus esnya mulai mencair, volume air di dalam es teh yang kita minum tadi bakalan bertambah sedikit, kan? Nah, ini juga yang terjadi sama bumi sekarang.

Saat terjadi pemanasan global di mana suhu bumi terus meningkat kita pasti malas keluar rumah pas siang hari karena panasnya yang terik dan rasanya kayak menembus ke dalam kulit, kan? Tapi, sebenarnya kita tahu nggak seberapa panas suhu bumi kita sekarang? Jangan dibayangin sama suhu tubuh kalau lagi demam ya, beda jauh.

Terus, apa yang kira-kira bakalan terjadi kalau bumi kita semakin panas lagi? Oke, saya bakal ajak kalian berandai-andai merujuk dari informasi yang saya dapet dari website NASA, ya. Menurut NASA, kalau pemanasan global ini sudah mencapai angka 2°C, maka bakal ada lebih dari 70% garis pantai yang mengalami kenaikan ke permukaan laut setinggi 0,66 kaki (0,2 meter).

Kalau sampai hal ini terjadi, banjir bakal mulai menyelimuti bumi di mana-mana. Selain banjir, bakal terjadi erosi pantai, salinisasi pasokan air, serta dampak lain pada manusia dan sistem ekologi. Waduh, dampaknya semengerikan ini ya. Terus kira-kira apa yang bisa kita lakukan dalam menjaga bumi ini?



Cara Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Rumah


Tanpa kita sadari sebenarnya kita berkontribusi pada 'Menyelamatkan Bumi', sekilas memang terdengar sangat berat, padahal kita bisa menjaganya dengan melakukan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Nggak sulit untuk merawat bumi kita yang besar ini, kita cuma perlu memulai dari rumah saja untuk melestarikan bumi.

  • Jangan membuang sampah sembarangan
  • Kurangi penggunaan barang berbahan dasar plastik
  • Menghidupkan penghijaun, seperti menambah jumlah tanaman di rumah
  • Menghemat penggunaan air
  • Menghemat penggunaan listrik di rumah

Bicara soal menghemat penggunaan listrik di zaman serba listrik seperti sekarang memang menjadi  tantangan sendiri. Terutama bagi generasi muda yang nggak bisa lepas dari gadget yang dipakai sehari-hari, kalau satu orang bisa menggunakan lebih dari satu gadget, lalu kira-kira berapa banyak yang kebutuhan listrik di bumi ini?

Dari sini sadar nggak sih kalau selama ini kita nggak terlepas dari penggunaan listrik yang sumber energinya berasal dari bumi, dan jumlahnya semakin terbatas. Sebenarnya ada sumber energi listrik lain yang lebih efisien, bersih dan hemat dibanding sumber bumi. Pembangkit listrik tersebut bertenaga surya atau biasa disebut Panel Surya (Solar Panel).

Jangan Ragu Beralih ke Solar Panel untuk Selamatkan Bumi Kita


Matahari selalu menyinari tiada henti setiap hari, wajar bila dikatakan bahwa energi ini akan tetap ada sepanjang masa. Sayangnya pemanfaatan solar panel di Indonesia belum se-masif dan se-efektif negara luar, padahal melihat potensinya, Indonesia berada di garis katulistiwa yang menerima sinar matahari dalam jumlah yang banyak.

Energi yang dihasilkan oleh matahari tentu lebih ramah lingkungan, cara kerjanya juga efisien dengan mengubah cahaya surya menjadi sel fotovoltaik dan dikonversi menjadi listrik.Hal ini membuat tenaga surya menjadi tren teknologi kekinian yang banyak dilirik oleh para pemerhati lingkungan dan kaum hemat. Lantas apalagi alasan lain untuk kamu beralih ke solar panel?

Berikut Alasan Kamu Harus Beralih ke Solar Panel, Sekarang!

Hemat Tagihan Listrik

Dimasa pandemi seperti ini membuat kita lama berdiam diri di rumah, terlebih jika kamu seperti saya yang merupakan pekerja WFH. Kebayang kan berapa banyak biaya yang harus kita keluarin untuk tagihan listrik saja?. Dengan bantuan solar panel, kita akan terhindar dari tingginya tagihan listrik dan bisa menghemat pengeluaran itu untuk kebutuhan lain.

Meningkatkan Keamanan Jaringan

Kebayang nggak saat kita lagi fokus mengejar deadline kerjaan kemudian terjadi pemadaman listrik, pasti risih banget kan rasanya. saya pernah mengalaminya, saat sibuk menyelesaikan deadline artikel ternyata mati listrik. Rasanya mau marah tapi mau marah sama siapa? Tapi gimana kerjaan mesti selesai hari tiu juga.



Nah, di saat inilah terasa banget fungsi lain dari Panel Surya yang sebagai pembangkit listrik kecil dengan dilengkapi baterai back-up atau disebut sistem Off-Grid. Sehingga para pengguna Solar Panel akan lebih merasa aman mengetahui rumah mereka memiliki cadangan listrik di kondisi krisis.

Investasi yang Menguntungkan

Panel surya terbukti bukan teknologi yang boros menjadikannya sebagai salah satu cara Investasi terbaik. Dalam beberapa tahun awal setelah pemasangan, beban pembelian akan terlunasi dan kita tinggal menikmati Profit dari penghematan energi. Beberapa studi juga telah membuktikan banyak yang tertarik beralih ke solar panel karena terbukti lebih irit sehingga menaikkan nilai investasi.

Hal ini yang saya dapatkan dari acara Blogger Gathering bersama Utomo SolaRuv beberapa hari yang lalu. Penggunaan Solar Panel menjadi pilihan banyak orang dalam mendukung kelestarian lingkungan. Telerbih lagi keunggulan Solar Panel yang dapat menghemat hingga 40% pengeluaran listrikmu.

Dalam kesempatan tersebut Mbak Diah dari Utomo SolaRuv memaparkan fakta bahwa Indonesia harus memenuhi komitmen mengurangi emisi karbon sebesar 29% - 41% pada tahun 2030. Porsi energi terbarukan dalam pembangkit listrik akan naik dua kali lipat menjadi 23% pada tahun 2025. Pada tahun 2030, target tersebut meningkat hingga 31%.

Mbak Diah dari Utomo SolaRuv memberikan penjelasan mengenai PLTS Atap


Melimpahnya sinar matahari sepanjang tahun di Indonesia, ditambah lagi biaya PLTS yang rendah dan terus turun, maka mendapatkan listrik 100% dari energi terbarukan sangat memungkinkan untuk tercapai pada tahun 2050. Namun, pemerintah perlu menetapkan kebijakan yang menarik bagi pelanggan dan penyedia listrik untuk mendorong pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Utomo SolaRuv Solusi Hemat Listrik Menggunakan Solar Panel


Teman-teman pernah dengar tentang Solar Rooftop? Ya, saat ini setiap mahkota rumah dan bangunan memiliki potensi untuk memiliki pembangkit listrik pribadi. Selain nggak memerlukan baterai atau penyimpan energi, sekarang kita juga bisa menikmati penghematan dari PLN dan memberi efek pendingin di atap rumah yang kita tempati.

Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya terbukti bisa mengurangi penggunaan listrik pada rumah maupun bangunan, memberikan image yang ramah lingkungan ke perusahaan, serta mengurangi noise maupun penggunaan pendingin ruangan karena juga berfungsi sebagai insulator alami.

Utomo SolaRUV adalah merek dagang dari PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia yang merupakan bagian dari Utomodeck Group, perusahaan spesialis yang menyediakan solusi atap untuk bangunan dengan lebih dari 40 tahun pengalaman di Indonesia. Utomo SolaRUV menyediakan energi terbarukan solusi berdasarkan BIPV (Building Integrated Photo-Voltaic) yang fleksibel dan bisa digunakan pada berbagai desain bangunan yang akan dibuat.



Didukung oleh produsen komponen skala global, Sungrow dan LONGi, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap teknologi dari Utomo SolaRUV menyediakan pendampingan sistem solar panel berkualitas dan berSNI 540 wp memastikan instalasi surya atap memiliki kinerja yang tahan lama.

Ternyata saat kita memasang atap PLTS kita bisa dapat insentif SEF. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana menjelaskan sebanyak US$ 8 juta atau setara Rp 114,4 miliar disiapkan untuk memberikan insentif kepada 1.300 pelanggan PT PLN (Persero) yang berminat untuk memasang PLTS Atap.

Wah, sudah bisa kehitung berapa biaya yang bisa kita hemat untuk sekadar bayar listrik per bulannya? Rasanya bahagia banget saat kebutuhan listrik di rumah maupun bangunan yang kita miliki bisa terpebuhi tanpa harus kipikiran dengan biaya tarif perbulannya. Dalam rangka menyelamat bumi, sudah terpikirkan untuk beralih menggunakan solar panel atau PLTS Atap?

Selamat Hari Bumi Sedunia 2022

You May Also Like

0 komentar

Jangan lupa berkomentar ya, tinggalkan alamat blognya biar bisa balik berkunjung.

Terima Kasih.